Sistem Kekayaan Pria Soleh

Sistem Kekayaan Pria Soleh
54. Kami Lucu dan Menggemaskan


__ADS_3

Aziel melirik para anggota dari atas hingga bawah. Lalu ia menepuk kening dan menggelengkan kepala. "Kalian tahu kenapa mereka kabur begitu?"


Yang ditanya hanya menunduk lalu menggelengkan kepala.


"Apa di sini kita tidak punya cermin?" tanya Aziel lagi.


Yang ditanya kembali menggelengkan kepala.


"Ck!" Aziel berdecak kasar masuk ke bagian officer mencoba mengecek kembali bagian dalamnya. Setelah bolak balik dan akhirnya berkeliling warung ayam yang tidak begitu luas itu. Ternyata memang tak


'Sis, bantu aku untuk sebuah cermin saat ini juga!'


[ Hmm, apa kau mulai berani memerintahku seperti kau memerintah anak buahmu? ]


'Ini bukan lah sebuah perintah. Ini hanya lah sebuah permintaan. Aku harap kamu mau mengabulkannya. Karena aku merasa malas untuk keluar lagi. Ada banyak pekerjaan yang harus kulakukan saat ini."


[ Apa gunanya memiliki anak buah sebanyak itu jika kau masih meminta segala hal sepele padaku? Buang lah rasa malasmu itu! Bagimu mungkin ini hanya lah hal yang sepele. Akan tetapi, kau harus tau bahwa malas adalah salah satu dari bagian tujuh dosa pokok. ]


'Kau jangan bercanda, Sist! Masa malas aja membuat kita berdosa?'


[ Dalam ajaran Islam, malas menjadi satu di antara sifat setan yang harus dijauhi oleh umat manusia. Pasalnya, sifat ini hanya akan membawa kesengsaraan bagi umat muslim. Rasa malas tentu sangat menyebalkan. Jika tidak dilawan, rasa malas malah akan menghambat aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. ]


Aziel menghela napas panjang setelah mendapat wejangan panjang yang hanya bisa didengar olehnya. Ia teringat Kano, pria yang selama ini menjadi tangan kanan dan selalu setia kepadanya. Aziel bergerak mencari Kano.


"Ekhem ...." Hanya sekedar mengode pria yang terkulai lesu menyandarkan kepala pada salah satu meja di sana. Lalu, Aziel kembali masuk pada lokasi yang tidak terlihat oleh orang lain.


Kano mengangkat kepala melirik pria muda itu. 'Makin hari, dia tak ada beda dengan ayahnya.'


Kano bangkit meskipun tubuhnya sungguh terasa sangat lemas. "Ada apa Tuan Muda? Ada yang bisa saya bantu?"


"Apa kau bisa membantu saya untuk memanggil design interior?" tanya Aziel.

__ADS_1


"Kalau saya boleh tahu, apa rencana yang akan Tuan Muda lakukan?"


"Bisa kah kau melakukan apa yang saya minta tanpa embel-embel pertanyaan? Saya harap kau laksanakan saja. Saya akan ke dapur meracik bumbu untuk ayam-ayam tadi. Karena hari ini kita masih belum memiliki koki." Aziel beranjak menuju dapur.


kruuucuuuuk


Terdengar suara gemuruh berasal dari dalam perut Kano. Tidak hanya itu, rasa haus yang menderanya sungguh sangat hebat. Apalagi tadi mereka sempat panas-panasan membeli ayam potong di pasar.


"Harus sekarang ya?" sungutnya. "Masa iya, Tuan Muda Aziel yang dulunya begitu imut kali ini tak ada bedanya dengan sang ayah. Jika ayahnya masih hidup, mungkin akan sungguh sangat memusing dipimpin oleh dua orang diktaktor." Kano melengos bergerak bagai siput keluar menaiki kendaraan baru tadi.


*


*


*


Menjelang sore, Aziel dibantu beberapa orang yang bekerja di dapur, baru saja menyelesaikan membaluri ayam-ayam tadi dengan tepung.


"Nah, setelah ini saya bisa mengerjakan semua sendirian. Kalian bantu Kano dalam mengukur ruang makan di tempat ini. Semua ruangan akam kita pasang cermin."


"Agar kalian bisa bercermin!"


Refleks semua anggota yang berada di dekatnya memegang wajah, membuat tepung yang berlumur di tangan kini menempel pada wajah. "Kenapa dengan kami?"


"Kalian akan tahu jawabannya bila rajin bercermin!"


Hal ini membuat mereka kembali saling bertatapan. Namun, mereka yang tadinya merasa tegang, perlahan tergelak melihat wajah satu sama lain yang telah dibedaki oleh tepung. Suasana riuh oleh suara tawa pun akhirnya memenuhi dapur itu.


"Kami ini lucu dan menggemaskan kok, Tuan Muda."


*

__ADS_1


*


*


Satu jam menjelang waktu berbuka, makanan-makanan yang dibuat oleh Aziel telah masuk ke dalam kotak-kotak seperti hari sebelumnya. Tidak hanya itu, ia menyerahkan satu kantong penuh ayam tadi kepada design interior yang dijemput oleh Kano tadi.


"Waaah, makasih. Saya sungguh sangat terkejut, anak muda sepertimu sudah memiliki warung ayam dengan anak buah sebanyak ini. Saya dengar cerita, ayam-ayam itu bukan untuk dijual, tetapi malah untuk dibagi-bagi kepada masyarakat."


Aziel tersenyum tipis. "Saya tidak sebaik itu. Anggap saja ini sebagai sarana promosi."


Pria bernama Bobi, yang menjadi design interior menganggukan kepala. "Oh, begitu. Jadi masyarakat bisa tahu bagaimana cita rasa ayam goreng di tempat ini. Jadi mereka bisa ke sini bila menyukainya."


"Tepat sekali," ucap Aziel asal. Ia tidak ingin pujian yang diberikan oleh Bobi membuat dirinya menjadi tinggi hati. Meskipun ada harapan di balik itu semua, ayam yang ia bagikan bisa menambah pundi-pundi diberikan begitu saja oleh Sistem. Namun, Sistem hanya lah sebuah rahasia untuk dirinya sendiri.


"Baik lah, esok kami akan mulai mendesign cermin yang apik untuk warung ayam ini. Setelah itu, dengan segera mungkin akan kami pasangkan agar membuat tempat ini menjadi semakin indah," ucap Bobi.


"Baik lah, terima kasih," ucap Aziel singkat.


"Kalau begitu terima kasih untuk ayam ini. Saya akan membagikan pada anggota yang masih ada di kantor. Semoga berkah, laris, dan disukai oleh semua orang."


"Aamin."


Di belakang, para pria bertubuh bongsor itu turut 'mengaminkan' menangkupkan kedua tangan di wajah mereka.


Setelah Bobi pergi, Aziel teringat akan sesuatu. "Mana Baron? Saya tidak melihatnya semenjak tadi."


Lalu para anak buah saling bertatapan. "Eeh iya ya? Gue juga baru sadar Baron beserta beberapa anak buahnya ga ada semenjak pagi," pungkas yang lain.


"Eiy, Bro. Lu tau mereka ke mana?" tanya Kano pada anggota Baron yang masih di sini.


Mereka menggelengkan kepala dan mengendikan bahu. "Gue juga gak tahu. Apa mereka kembali ke markas lama? Apa tadi terjadi sebuah masalah?"

__ADS_1


Aziel hanya diam mendengar obrolan itu.


"Mungkin mereka minggat kali ya? Biar aja lah. Ada atau pun enggak dia di sini juga tidak ada bedanya."


__ADS_2