Sistem Kekayaan Pria Soleh

Sistem Kekayaan Pria Soleh
25. Bertemu Kembali dengan Anggota Mafia Arsen


__ADS_3

[ teeet ]


[ Sepertinya ada yang mengikutimu. ]


Aziel mulai mempercepat larinya, membuat orang-orang yang tadi mengikuti pun turut berlari dengan kencang. Aziel melihat tiang baliho yang masih berjarak sepuluh meter lagi dari posisinya. Aziel berlari semakin kencang, dan orang yang mengejar pun semakin cepat juga.


"Hap." Aziel berakrobat, kedua tangannya menggenggam tiang dengan posisi bendera berputar dan langsung tendangannya melayang pada orang-orang yang mengikutinya.


"Aaagghhh!" rintih para musuh yang datang berniat mencuri uang yang ia miliki.


Melihat orang-orang itu merintih kesakitan, mata Aziel terbelalak mendapati siapa yang baru saja mencoba meny3rangnya itu. "Kano?" Matanya berputar memperhatikan kisaran sepuluh orang itu.


"Kalian semua selamat?" tanya Aziel dengan wajah tak percaya.


Pria yang dipanggil dengan Kano itu mengusap dagunya yang kena tendangan.


[ Kau menghabiskan waktu sia-sia! Cepat selesaikan misimu sebelum waktu yang diberikan habis. ]


[ Sisa waktumu saat ini adalah lima belas menit lagi! Sisa uang yang harus dihabiskan sebanyak tiga puluh juta lagi! ]

__ADS_1


Aziel terbelalak langsung menarik Kano. "Kalian harus membantuku!"


Kano menepis tangan anak kecil yang tidak sopan itu. "Kau ini sungguh berani kepad kami ya?" Ia menggenggam pergelangan tangan Aziel yang menarik pakaiannya tadi.


Aziel mencoba melepaskan genggaman tangan Kano pada pergelangan tangan dengan penggantian tenaga, tetapi ia merasa sulit melakukannya karena Kano tampaknya memiliki tenaga yang cukup kuat untuk menahan genggamannya.


Aziel mencoba menggeliat dan bergerak agar bisa melepaskan tangan yang terjepit, namun Kano tetap saja tidak mengendurkan genggamannya. Aziel mulai merasa khawatir karena tangan yang terjepit mulai terasa sakit, namun ia tidak mau menyerah dan terus berusaha melepaskan genggaman tangan Kano.


Setelah beberapa saat, Aziel akhirnya berhasil melepaskan tangan dari genggaman Kano dengan susah payah, namun ia tetap merasakan sakit pada pergelangan tangannya. Aziel pun menatap Kano dengan tatapan yang marah, namun ia juga merasa lega karena berhasil melepaskan tangan yang terjepit.


"Kau, sungguh tidak sopan!" bentaknya.


"Siapa kau?"


"Oh, begitu? Kau melupakan orang yang sudah memberi kemewahan padamu selama ini?" Aziel menatap Kano dengan dingin.


"Jangan banyak basa basi! Siapa kau?"


"Aku Ar—Aziel! Apa kau melupakanku? Anak Arsenio Wijaya?"

__ADS_1


Mata Kano terbelalak tak percaya. Dia tersentak dan matanya yang tadi kaku dan tajam berubah menjadi sayu. "Tu-tuan Muda Aziel? Ini benar-benar kamu? Sekarang kamu sudah besar, Tuan Muda?" tanyanya, dengan nada rendah.


[ Obrolan kalian menghabiskan waktu sia-sia! Jika kau tak menyelesaikan misi, maka semua dana yang kau keluarkan tidak akan diganti! Waktumu bersisa sekitar sepuluh menit lagi! ]


"Aku tidak memiliki waktu banyak! Cepat bantu aku untuk menghabiskan uang-uang ini sebelum lima menit!" Aziel tergesa mengeluarkan semua uang yang ada di dalam tas.


"Aku tidak bisa menjelaskan alasannya. Yang pasti uang itu harus kalian habiskan untuk kebaikan. Beri ke mesjid, fakir miskin, atau siapa pun yang kalian anggap pantas untuk mendapatkannya."


"Ingat! Jangan sekali-kali menipuku! Walau aku tak melihat, tapi aku tahu uang itu sampai ke tangan yang benar atau hanya sekedar kalian tilap!"


Para anak buah baru yang tidak mengenal Aziel, karena Aziel sudah sangat lama hilang, masih tampak kebingungan.


"Dia adalah putra Tuan Besar Arsen, junjungan kita. Dia lah yang kita cari selama ini. Cepat laksanakan perintahnya!" ucap Kano, orang kepercayaan Arsen.


Semua yang ada di sana mengangguk dan kali ini semuanya berlarian tunggang langgang ke sembarang arah. Ada yang memberikan pada peminta dengan memasukan uang tersebut hingga memenuhi ember yang mereka pegang.


Ada yang memberikan pada pedagang tua dengan barang dagangan yang masih sepi. Ada yang memberikan pada driver yang menunggu pesananan dengan wajah sedih. Ada yang mendatangi panti asuhan yang ada di sekitar sana menyerahkan dana yang ia pegang. Ada yang menyerahkannya pada pemulung dan orang gil4 yang mereka temui di jalanan.


[ Waktu akan habis dalam hitungan mundur berikut! Sembilan, delapan, tujuh, enam, lima .... ]

__ADS_1


__ADS_2