Sistem Kekayaan Pria Soleh

Sistem Kekayaan Pria Soleh
49. Menghapus Dosa Masa Lalu


__ADS_3

"Tuan Muda, apa yang kau lakukan?"


Setelah Aziel menyelesaikan sujud syukurnya, ia bangkit dan mengusap wajah dengan kedua tangan. "Saya akan menggaji kalian semua."


Semua tercengang dan saling berpandangan. Lalu saling menggeleng dan mengedikan bahu. Kano meninggalkan potongan ayam goreng yang tadi disantap dengan lahap dengan yang lainnya.


"Tuan Muda, ketika kami bisa berkumpul lagi bersamamu saja, kami sudah sangat senang. Tuan Muda mengajarkan kami sesuatu yang begitu berbeda dengan pekerjaan yang selama ini kami lakukan. Itu saja sudah cukup bagi kami." Kano memutar kembali kepalanya yang melihat semua anggota yang menyantap makanan gratis itu tak kurang sebanyak 65 orang.


"Tuan Muda sudah mengeluarkan modal besar untuk ini semua. Setelah itu juga tidak meminta bayaran sedikit pun untuk semuanya. Tuan Muda pasti sudah kehabisan uang. Kami tidak apa jika tidak diberi gaji. Makanan gratis ini saja sudah cukup bagi kami." Kano melirik semua anggota dan mereka mengangguk terharu.


Aziel tersenyum, kali ini senyumannnya tulus membuat semburat ketampanannya sungguh terpancar sempurna. "Kalian jangan khawatir. Saya memiliki banyak uang dan mampu menggaji kalian sebesar sepuluh juta tiap minggunya."


Semua orang yang ada di sana tersentak dengan wajah menegang saling bertatapan. "Aaah, Tuan Muda jangan bercanda?"


"Saya tidak bercanda. Ini saya harapkan agar kalian tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti di masa lalu yang kelam. Saya ingin, kalian semua taubat dengan sempurna, agar nanti kita sama-sama bisa menghapus dosa masa lalu kelam kita."


Beberapa pria yang tadi mendengar ucapan Aziel, tampak mulai berguncang tubuhnya. Mata yang berkaca karena penuh rasa haru, kali ini tak dapat lagi dibendung.


"Bocah ... Terima kasih. Lu udah mengubah kami saja, begini saja, rasanya sudah sangat luar biasa. Apalagi lu sampai memikirkan nasib kami ke depannya." Akhirnya Baron mengangkat suara. Pria yang mendekamnya hingga membuat Aziel terpisah dari keluarga yang mencarinya. Yang selalu disiks4 bila tidak memberikan setoran dengan angka yang telah ditetapkan, tetapi pemuda ini membalasnya dengan kebaikan.


Aziel mengangguk dan tersenyum tipis. "Baik lah, silakan lanjutkan makan ayamnya. Ngomong-ngomong, bagaimana rasanya?"

__ADS_1


"Enak!"


"Enak!"


"Tak kalah dengan ayam goreng pak kumis!" sorak anggota mereka.


"Syukur lah," gumam Aziel lega.


*


*


*


Tak sedikit yang berbisik karena biasanya mesjid ini terasa begitu luas. Namun, entah kenapa mesjid ini kali ini terasa begitu sempit dan sesak.


Kirana menatap suasana di mesjid yang begitu meriah, tersenyum bahagia. "Aaah, seandainya dari dulu seperti ini, pasti sangat menyenangkan."


Mata Kirana beralih pada sosok pemuda yang tampak bercahaya di antara yang lain. "Kenapa aku baru sadar dia setampan ini? Ke mana saja aku selama ini?"


Setelah menyelesaikan salat tarawih, semua anggota berjalan di belakang Aziel dan Joki. Pemandangan ini menjadi tontonan oleh jemaah yang salat di mesjid dan menatap kagum kepada pria muda tampan yang ada di barisan paling depan.

__ADS_1


Ditambah lagi, mereka mendapat ayam goreng gratis dengan rasa yang sangat lezat. Ini jarang sekali terjadi akhir-akhir ini.


[ ding ding ]


[ Kamu berhasil mengajak kebaikan dan ibadah para pria-pria yang pernah menjadi penj4hat ini ]


[ Selamat, kamu mendapat bonus dadakan sebesar Rp500.000.000 ]


Aziel tersentak kaget dan tersenyum bersyukur menangkupkan kedua tangannya.


[ Ingat, mulai malam ini kamu harus sudah menyetor hafalan Quran-mu. Kamu boleh menyetor Juz yang paling mudah dulu, yakni Juz 30 ]


'Baik lah, aku akan berusaha.'


Sampai di dalam rumah, Aziel segera membuka Alquran, dan memulai dengan surat An-Naba' yang terdiri dari empat puluh ayat. Awalnya kening Aziel berkerut melihat huruf Arab yang berjejer. Namun, entah kenapa dengan mudah mulutnya melantunkan itu semua. Lembar demi lembar ia buka tampa henti.


Alunan suara Aziel sungguh terdengar sangat merdu. Ia tidak tahu bahwa ada seseorang yang menangis tersedu mendengar lantunan ayat suci yang dibacakan oleh Aziel.


"Sejak kapan anak itu bisa ngaji?" Joki mengusap air matanya sesegukan meskipun ia tidak mengerti apa yang dibaca oleh Aziel.


[ Subhanallah, kau sudah menyelesaikan baca Alquran juz 30 ini. Sekarang tutup Quran itu dan ulangi! ]

__ADS_1


Aziel menganga dan merasa tak yakin. "Aku belum siap!"


__ADS_2