Sistem Kekayaan Pria Soleh

Sistem Kekayaan Pria Soleh
39. Misi Seharga 10000 gram Emas


__ADS_3

"Loh, kenapa tidak mengatakan kepadaku semenjak tadi?" Aziel melempar begitu saja peralatan yang ada di tangannya.


[ Karena kau sudah memiliki tanggung jawab pertama yang harus kau laksanakan terlebih dahulu. Kau jangan terlalu khawatir! Joki masih aman! Mereka hanya mendekam Joki dalam sebuah ruangan dan menunggu kehadiran sang tokoh utama yang telah menghaj4r Barom kemarin. ]


Aziel menghela napas kasar. "Harusnya kau katakan padaku semenjak tadi! Pekerjaan ini bisa kutunda! Bagiku kesetiakawanan adalah harga mati! Begitu lah aku mendidik semua anak buahku!"


[ Kau membentakku? ]


Aziel tak menjawab lagi. Ia bergerak cepat menuju arah Baron berada.


[ Kali ini, kau akan aku beri misi yang cukup besar. Nilainya pun sebanding dengan misi yang harus dituntaskan. ]


Aziel mendengarkan sambil terus melangkah cepat. Ia teringat pada semua anggotanya yang mungkin saat ini telah berada di warung ayam yang baru dibelinya tadi. Ketika berada di sana, sudah seperti dugaan, anggota yang sudah bersama Kano, saat ini berkumpul membongkar-bongkar peralatan yang dianggap tidak dibutuhkan lagi.


[ Misi kali ini akan aku hargai sepuluh ribu gram emas, jika kau berhasil membuat semua kawanan Baron itu tunduk dan bertobat kepada Allah. ]

__ADS_1


[ Saat ini, saldo dalam akunmu bersisa sebanyak Rp790.000.000,- ]


[ Jika kau berhasil membuat seluruh anggota Baron taubat, maka kekayaan yang akan kau miliki semakin berlimpah ]


[ Karena kau memang ahli beladiri semenjak dulu, ketangkasan yang kau mliki masih sekitar 85% ]


[ Kemampuan bela diri 80% ]


[ Aku akan meningkatkan semuanya menjadi 100% ]


Mendengar titah dari putra almarhum Boss nya ini, membuat pria-pria yang merupakan mafia kejam ini memasang raut berbeda. "Jadi, ada orang yang menyakiti teman baik, Tuan Muda?"


"Ayo bantu saya!" ucapnya.


Namun, ia cukup kebingungan memikirkan bagaimana cara membawa semua anggotanya ini. Memang, yang tersisa tidak begitu banyak. Namun, membawa sepuluh orang berwajah sangar bertato tentu akan mengundang perhatian warga. Apalagi saat ini Aziel dalam masa hukuman pengabdian masyarakat, dia sedang menjadi sorotan warga.

__ADS_1


"Kita sewa mobil angkot dulu. Nanti kita bayar mobilnya." Tiba-tiba, ide itu terlintas begitu saja dalam pikiran Aziel.


"Nanti kalau sudah punya cukup banyak uang, kita harus membeli mobil. Karena anggota kita sangat banyak," tambahnya lagi.


"Baik, Boss Cilik. Suka-suka kamu saja! Kami hanya akan mengikuti perintah dengan setia," ucap salah satu anggota bernama Jeno.


Beberapa waktu kemudian, Kano dan Aziel telah berhasil membawa sebuah angkot yang bersedia disewakan setelah Aziel menyerahkan segenggam uang untuk sewa satu hari.


Setelah itu, semua orang yang ada di warung ayam itu berbondong masuk dan mereka menuju lokasi yang ditunjukan Aziel.


"Nah, mereka di sana!" Aziel menunjuk sebuah lokasi yang mirip gudang.


Seluruh anggota mafia itu berjalan memasang wajah sangarnya. Menyadari kedatangan orang asing berbondong-bondong ke tempat itu, salah satu orang yang menjaga berlari masuk ke bagian dalam, memanggil anggotanya yang lain.


Baron yang mendapatkan kabar kedatangan Aziel, bocah yang membuatnya pingsan, mengeraskan dagu bergumam kesal. "Akhirnya kau kembali set4an kecil! Siap-siap lah! Kau akan merasakan penderitaan karena sudah membuat seorang Baron malu!"

__ADS_1


__ADS_2