Sistem Kekayaan Pria Soleh

Sistem Kekayaan Pria Soleh
40. Pilihan Hidup Baron


__ADS_3

Baron berjalan cepat menuju keluar gudang tempat mereka bersembunyi. Namun, alangkah terkejutnya ia, melihat anak buahnya yang berjaga telah terjatuh dalam keadaan babak belur.


"Siapa yang melakukan ini semua?" tanyanya dengan penuh amarah. Namun, ia tidak melihat wajah Aziel sama sekali. Kepalanya liar berputar ke segala arah di gudang itu.


"Kau mencari siapa, Kep4rat?"


Refleks Baron melirik bagian atas dan seseorang telah jatuh menimpanya begitu saja.


bugh


Sebuah kepalan luar biasa keras mendarat di dagunya. Membuat Baron memuntahkan d4rah segar, beberapa gigi bagian gerahan Baron terlepas.


"Ini untuk orang yang telah menyembunyikan anakku sebelas tahun yang lalu!"


bugh


Sekali lagi, kepalan melayang pada dagu yang belum mendapatkan bogem mentah.

__ADS_1


"Ini untuk rasa kehilangan yang tak tahu harus mencarinya ke mana!"


bugh


Kali ini, kepalan melayang dari bawah ke dagu hingga leher Baron seakan tertarik ke atas hingga terdengar suara gemeletuk dari urat-urat leher pria beringas itu.


"Ini karena kau jadikan anakku yang terhormat sebagai seorang pencuri yang dibenci oleh semua orang!"


Baron terhenyak lepas dengan kepala pusing seakan dunia terlihat berputar. Aziel menepuk kedua tangannya beberapa kali. Kali ini, kakinya memijak perut Baron. Kaki itu ditekan dengan sangat kuat, lalu bergerak ke kiri dan kana. Baron merasakan ngilu dan pedih yang luar biasa pada ulu hatinya.


"Kau, mau masuk surga atau neraka?"


"Jika kau ingin masuk neraka, maka aku akan membantu tugas Malaikat Izrail dalam mencabut nyawamu saat ini juga!"


"Akan tetapi, jika kau ingin masuk surga, maka aku akan membiarkanmu hidup dengan satu syarat! Kau harus bertaubat!" Aziel masih menekankan kakinya pada ulu hati Baron.


"Aaaggghh, aaagghhh!" Baron menepuk-nepuk lantai beberapa kali sebagai tanda ia menyerah dan tidak melawan lagi.

__ADS_1


Aziel mengangkat kakinya tadi membiarkan Baron untuk bernapas. Ia bersidekap dada membelakangi Baron. "Jika kau ingin hidup lebih lama, maka aku akan bertugas menggantikan malaikat Raqib untukmu. Aku akan mencatat amalan baikmu! Jika kau tidak melakukan amalan baik, maka bersiap-siaplah Malaikat Izrail sesungguhnya akan hadir padamu."


Baron yang mulai sadar, ternyata tidak mendengar pengajuan syarat kehidupannya, sama sekali. Ia melirik ke kiri dan ke kanan, mencari sesuatu yang bisa ia gunakan.


Ketika ia melihat sebuah pecahan kaca, Baron dengan capat bergerak mengambil pecahan kaca itu, lalu diam-diam bergerak cepat ingin menancapkan benda berujung lancip tersebut ke kepala Aziel.


Zzzttt


Aziel, menghilang. Ia telah berpindah tempat kini berada di belakang Baron yang kebingungan karena anak laki-laki yang ia siks4 hingga remaja itu, lenyap dengan tiba-tiba.


"Kau mencariku, keparat?" bisik Aziel tepat di telingannya.


Mata Baron terbelalak tidak menyangka, lelaki muda yang ia yakini baru saja berada ingin dihabisi, ternyata berada di belakangnya. "Ternyata, kau diam-diam belajar ilmu kanuragan, Bocah? Kali ini kau mengkhianatiku, orang yang menjadikanmu seperti sekarang?"


Aziel tertawa getir. "Kau merasa berjasa atas kehidupanku saat ini?" Aziel menotok beberapa titik di belakang tubuhnya.


"Ilmu kanuragan? Apa maksudmu seperti ini?"

__ADS_1


Baron melotot, ia tak bisa bergerak sama sekali. Aziel berjalan pelan tepat berada di hadapan Baron. "Kau tahu, aku ingin menikamati permainan kem4tian ini! Tapi, karena suatu hal, kau kuberikan pilihan! Sekali lagi kuulang, surga atau neraka?" Wajah pemuda itu menyeringai membuat Baron menjadi ngeri ketakutan.


__ADS_2