Sistem Kekayaan Pria Soleh

Sistem Kekayaan Pria Soleh
45. Mengejar Dandy


__ADS_3

'Anak ini belum tahu rasanya ditabok beneran ternyata?'


"Hmmmfff." Aziel menghela napas panjangnya. Ingin marah, tapi takut dosa lagi. Karena amarahnya, bisa membuat bagian-bagian tubuh Joki, patah.


[ Sentil dikit saja kedua roda itu! Gampang kok! ]


Aziel mengikuti perintah Sistem. Akan tetapi, ia tidak ingin Joki melihat apa yang ia lakukan. Aziel menunjuk ke atas langit.


"Eh, apa itu?"


Joki langsung ikut mendongak ke atas langit, sementara itu Aziel menjentikan jemarinya pada kedua roda tersebut.


"Emang ada apa di atas sana?" Joki masih mencari-cari apa yang ditunjuk oleh Aziel tadi.


"Ada burung terbang," ucap Aziel berlalu meninggalkan Joki yang masih kebingungan.


Joki tersadar rekan serumahnya ini telah bergerak pergi, tersentak dan heran melihat kedua roda motor tersebut tak kempes lagi. Joki mengucek mata beberapa kali dan segera naik ke atas motornya.


Sementara itu, pelaku yang diam-diam memperhatikan kejadian ini sungguh sangat terkejut dengan apa yang ia lihat. Dandy mengucek mata persis sama seperti yang dilakukan Joki tadi.


"Tadi, anak itu ngapain? Kenapa roda motornya malah bisa ngembang lagi setelah dijentik?" Dandy diam beberapa saat. "Ini sungguh sangat aneh. Gue mau mastiin sendiri." Dandy berlari kecil menaiki rubicoon yang sedikit penyok di bagian depan.

__ADS_1


Ia memiliki rencana melaju pesat mengejar dua kawanan tadi. Ternyata, Aziel sudah jauh melesat ke ujung jalan, sedangkan Joki masih tertinggal di belakang.


Dandy tersenyum licik, menglakson mobil itu berkali-kali, melewati warung ayam goreng yang tengah dipenuhi pria-pria bertubuh bongsor.


"Bukannya itu Joki, teman Tuan Muda kita?" tanya salah satu anggota yang sedang berada di atas memukulkan palu pada paku, untuk memasang papan nama warung ayam ini.


"Iya, kenapa ia dikejar mobil itu?" ucap pria yang berada di bawah memegangi tangga


"Rumah mereka sudah cukup dekat, ayo kita lihat apa yang terjadi." Pria yang tadinya berada di atas tangga turun dan mereka berdua berlari menuju arah rumah Aziel.


Rubicoon masih terlihat mengejar mereka dan Joki terus diserempet hingga ke pinggir. Joki mulai oleng, dan hampir saja jatuh. Beruntung ia masih bisa mengendalikan motor dan berhenti menunjuk kesal ke arah kendaraan yang ditunggani Dandy itu.


"Syalan tu anak!" rutuknya.


Joki tersentak dan seketika gugup melihat pria yang memiliki tato di sepanjang tubuhnya ini. "Eh, eh, Om. I-iya. Gue aman," ucap Joki tergidik ngeri melihat tubuh berotot itu.


"Apa yang terjadi? Kenapa kalian dikejar oleh mobil itu?"


"Aaah, gue juga gak tau, Om. Itu temen sekolah kami. Dia itu jahat banget, suka ngerjain Aziel. Gue yakin, tadi kedua roda motor Aziel kempes gara-gara ulah dia!" Joki kembali menunjuk kesal pada kendaraan yang semakin menjauh itu.


"Oooh, dia macam-macam pada Tuan Muda kami yang baik hati." Pria itu menepuk Joki menyuruh turun dari motor itu. Lalu ia menaiki bersama rekan yang datang bersamanya.

__ADS_1


Motor itu mulai melaju dengan kecepatan kilat mengejar mobil yang dibawa oleh Dandy.


"Wooii, motor gue? Nanti leceeet," ringis Joki. Remaja kurus itu segera berlari menuju kandangnya yang berada tidak terlalu jauh dari sana. Ia hanya melihat sepeda ontel karatan di depan gubuk reot itu.


Ia tahu, Aziel sudah berada di dalam rumah. Dengan cepat ia masuk dan mencari teman tetangga kamarnya itu.


"Broo, Brooo!" teriaknya memukul-mukul pintu kamar Aziel.


Tak lama kemudian, wajah tampan nan dingin muncul dari arah balik pintu itu. Ia telah berganti pakaian bersiap untuk pengabdia masyarakat yang masih harus ia kerjakan.


"Kenapa? Bisa mengetuk pintu dengan baik gak?"


"I-itu! Preman-preman yang ada di warung ayam itu sedang makai motor gue. Ia ngejar Dandy." terang Joki.


"Apa yang terjadi?" Kening pria muda bermata coklat itu mengerut.


"I-itu. Dia terus nyerempet gue, hampir aja gue jatuh kan? Terus, om-om itu kayak mau balas Dandy untuk gue." ucap Joki cepat.


"Ck!" Aziel terdengar berdecak. Ia bergerak cepat menarik kunci motor yang bergantung lalu pergi.


"Gue ikut!" Joki berjalan cepat di belakang Aziel. Di luar sana telah berdiri motor keren yang siap berpacu dengan angin.

__ADS_1


Lalu mereka segera menaiki kendaraan roda dua itu melesat membuat Joki yang duduk di belakang ketakutan. Ia merangkul pinggang Aziel dengan erat, tetapi ditolak oleh Aziel.


"Lepas! Kau membuat konsentrasi saya buyar!"


__ADS_2