
"Setuju sih, lagian dia biasa dengan komplotannya sendiri, jadi wajar saja tidak mau gabung dengan kita-kita," sambut anggota yang lain.
Aziel mendengarkan dengan seksama tanggapan dari semua anggota. Setelah bercengkrama beberapa waktu, Aziel mengambil alih. "Baik lah, jika Baron dengan beberapa anggota mereka memang tidak mau mengikuti apa yang telah kita sepakati, lebih baik kita biarkan saja."
Aziel menatap semua anggota yang sudah memegang masing-masing kantong besar yang berisi paket ayam goreng tadi. "Atau, masih ada yang mau keluar seperti mereka?"
Semua hanya diam, merasa yakin untuk tetap berada di sisi pria muda yang ada di hadapan mereka.
"Baik lah, terima kasih karena kalian merasa yakin untuk tetap di sini. Kita bekerja sama untuk menjadi insan yang lebih baik ke depannya. Kita harus berusaha membuang sifat pada masa-masa jahiliyah."
"Gaya lu sok keren amat, Bro?" ucap seseorang yang baru datang.
Perhatian pun beralih pada pria muda itu. Di sana terlihat Joki tersenyum kikuk ditatap dingin oleh semua orang yang ada di sana.
"Eh, eh ... Maap. Gue cuma mau ngingetin kalau waktu buka makin deket. Kapan bagikan itu ayam?"
Semua tersentak dan setuju. "Bener juga. Kita harus membagikan ini."
Tanpa diberi aba-aba, mereka pun membubarkan diri membawa kantong besar di tangan masing-masing. Sementara itu, Joki bukan lah bagian orang yang membagikan ayam goreng tersebut. Ia berjalan mendekat pada Aziel.
"Duh, makin hari lu makin keren aja gue lihat. Gue juga baru sadar, makin ke sini lu makin ganteng aja? Sebenernya apa rahasia membuat lu berubah dengan drastis begini sih? Dan, anehnya lu seorang putra seseorang penting yang menjadi pimpinan mereka. Kalau gue tau dari dulu, mungkin gue bakalan ngantari lu ke bapak lu." Joki merangkul pundak Aziel dengan akrabnya.
"Nah, apa lu nggak minat menengok di mana makam bapak lu? Sini, gue temenin," tambahnya.
Aziel tersentak menyadari bahwa dirinya memang tak pernah mencari di mana posisi jasad seorang Arsen dimakamkan. Dan, kemungkinan para anak buahnya pun tidak tahu di mana pihak kepolisian menanam tubuh yang m4ti sebagai penjah4at kelas kakap bur0nan polisi internasional.
"Woi! Kenapa diam aja?" Joki menepuk pundak Aziel yang merenung memikirkan satu hal.
"Saya tidak tahu di mana tempatnya," desis Aziel. Namun, dalam kepalanya langsung terlintas sosok tak tampak yang bisa memberikan segalanya.
[ Sepertinya, kau memikirkanku? ]
'Saya rasa, saya tak perlu memberi penjelasan lagi.'
"Gue tahu lu pasti sedih, Bro. Tapi, lu dan gue ini tak ada bedanya yang sama-sama hidup sebatang kara di dunia ini! Tapi, semenjak Bang Baron menyatukan kita, lu dan gue adalah saudara! Saudara yang tercipta tanpa ikatan dar4h yang mengalir dalam tubuh kita!" Joki masih sok diplomatis dengan apa yang ada di dalam pikirannya.
"Sudah lah! Sekarang kau bantu buat menyiapkan minuman untuk berbuka buat semua anggota kita!" Aziel menarik pakaian bagian belakang Joki.
"Eh, eh ... Kenapa gue? Gue kan bukan salah satu dari para babu-nya elu?"
*
__ADS_1
*
*
Dug
Dug
Dug
"Allahuakbar Allahuakbar ...."
"Alhamdulillah ...."
Gemuruh rasa lega menggema dalam bentuk lafaz syukur para pria berwajah sangar itu. Ada rasa lega tiada tara membuat mereka langsung hendak meneguk es sirup dan memegang satu biji kurma yang telah disiapkan oleh sang Tuan Muda.
"Eeeiit! Biasakan berdoa dalam melakukan segala hal!" cegat Aziel dengan cepat.
"Apalagi, Tuan Muda? Rasa dahaga ini sungguh luar biasa. Kami kan sudah puasa, masa harus ditambah lagi puasanya?" ringis salah satu dari mereka.
"Bukan! Saya kan bilang, jangan lupa berdoa! Ayo, semuanya doa buka puasa dulu!"
Kano segera mengeluarkan ponselnya. Ia langsung bertanya pada Mbak Gugel seperti apa doa berbuka puasa yang dikatakan oleh Aziel barusan. Setelah mendapat informasi sejenak, Kano menganggukan kepala.
Dengan cepat Kano menggelengkan kepala. "Untuk yang lain, saya bersedia menjadi wakil dari anggota lainnya. Tapi, untuk ini saya belum percaya diri."
"Halaaah, Om-Om ini pada cemen semua sih? Otot aja yang segede gaban, tapi buat doa aja langsung lempem kayak kerupuk." Joki bangkit berdehem.
"Semuanya ikut gue!" Kedua tangan Aziel ditangkupkan diikuti oleh semua pria yang ada di sana.
"Bismillahirrahmanirrahim ...." ucap Joki mengawali dan diikuti semua yang ada di sana dengan serempak.
"Allahuma," pimpin Joki dengan suara nyaring.
"Allahuma." Semua orang mengikuti dengan serempak.
"Barik lana."
"Barik lana."
"Fima razaqtana—" Belum selesai, Joki mendapat toyoran dari Kano.
__ADS_1
"Gue baca bukan itu, dodol!" decak Kano.
Joki tersenyum kikuk membuat kedua matanya menyipit dan hilang. "Eh, iya ... Sorry! Sorry, Om. Terpeleset begitu saja."
Joki mengulang membacakan doa berbuka dengan benar, diiringi oleh yang lain. Tak sedikit yang berkaca-kaca ketika mulai meneguk minuman manis yang sudah siap-siap mereka tenggak tadi.
"Alhamdulillah ..."
Akhirnya dahaga mereka telah berganti dengan rasa nikmat yang tiada tara. Ada yang mengusap pipi, merasa terharu sendiri dengan apa yang mereka lakukan hari ini. Ada yang menikmati kurma dan menghabiskan minuman, dan ada yang langsung menghabiskan satu potong ayam yang ada di hadapan mereka.
"Brooo, gue berhasil puasa, Broo. Setelah empat puluh tahun usia gue, ini pertama kali gur puasa, Bro."
"Gue dulu pernah berpuasa, tapi tiga puluh tahun yang lalu sampai gue sendiri lupa ternyata senikmat ini rasanya berbuka puasa."
"Anjir, ternyata Om-Om ini udah tuir semua?" celetuk Joki menggaruk kepala menatap pria-pria yang sibuk dengan muhasabah diri masing-masing.
*
*
*
Usai tarawih, seperti malam sebelumnya. Aziel akan menjalani misi untuk setoran juzz kedua.
[ Malam ini saya menunggu setoran untuk juzz kedua. Surat Al-Fatihah 1-7 dan Al-Baqarah 1-141 ]
Aziel menghela napas panjang. Seingatnya, Al-Baqarah adalah surat terpanjang di dalam kitab suci Al-Quran. "Apa aku bisa menghafal surat yang satu ayatnya saja bisa setengah halaman?"
Tok
Tok
Tok
Terdengar ketukan dari arah luar.
"Ya?" tanya Aziel singkat.
Joki membuka pintu dan mengintip lewat celah kecil pada pintu itu."Gue pikir, selama bulan puasa ini gue mau nginap di warung ayam aje ye?"
"Kenapa?" tanya Aziel masih singkat.
__ADS_1
"S3tan yang ada dalam tubuh gue terbakar saat lu ngaji semalam suntuk."