Sistem Kekayaan Pria Soleh

Sistem Kekayaan Pria Soleh
9. Keistimewaan Memiliki Sistem


__ADS_3

"Doa sesudah keluar kamar mandi, cepat dibaca dulu!" titah pria berjenggot itu kembali.


"A-aku tidak tahu," ucapnya gugup.


"Ikuti saya!" perintah pria tua tadi disambut anggukan Aziel.


"Ghufrānakal ḥamdu lillāhil lażī ażhaba 'annil ażā wa 'āfānī. Sekarang, kamu ulangi!"


"Gu-gu-gufronaka al hamdu lillahil lazi ...."


Pria tua itu memperhatikan kecepatan daya ingat remaja ini yang tidak main-main. Hingga akhirnya, Aziel menyelesaikan apa yang diajarkannya tadi.


"Subhanallah ... Ternyata kamu sudah hapal? Ternyata kamu hanya sekedar merendah aja ya?" ucap sang Imam Mesjid.


Aziel menggeleng kepala cepat. "Saya benar-benar tidak tahu Pak Ustadz. Saya juga heran kenapa bisa mengulanginya," ucap remaja itu.


Ustadz pun mengangguk beberapa kali. Ia seakan menyadari sesuatu yang tidak biasa pada bocah ini. Memiliki kecerdasan yang hanya sedikit dimiliki orang lain.


[ ding ding ]


Aziel mendengar sebuah notifikasi masuk dalam pikirannya. Ia memperhatikan pria yang ada di hadapannya, tidak terusik sama sekali. Dapat dipastikan, hanya dia saja yang bisa mendengar suara Sistem barusan.


[ Selamat! Kamu mendapat reward sebesar satu juta rupiah. Saldomu hingga saat ini adalah sebesar Rp1.300.000,- ]


[ Performamu mulai meningkat menjadi sepuluh persen! ]


[ Kecerdasanmu meningkat hingga 25 persen. ]


[ Kecerahan dan ketampananmu naik hingga tiga puluh persen! ]


[ Amalan untuk hari akhirmu bertambah satu angka! Semoga kamu bisa meningkatkannya hingga seratus hari ke depan! ]


Aziel terlihat kebingungan dengan notifikasi panjang yang baru saja diberikan oleh Sistem. Ia memiliki banyak pertanyaan, tetapi saat ini merasa waktunya kurang tepat karena ada Imam Mesjid yang sedang mengawasinya.


"Nah, saat ini tubuhmu sudah bersih. Tak ada lagi kotoran yang menempel. Silakan berwudhu di sana!" Imam Mesjid menunjuk pada iringan keran air sebagai tempat berwudhu para jemaah.


Aziel tanpa protes mengangguk dengan wajah datarnya. Ia segera berdiri di depan keran tersebut dan menengadahkan tangannya. Hal ini tak luput dari perhatian Imam Mesjid.


"Saya ingin mendengar bagaimana cara kamu berniat sebelum memulai wudhu."

__ADS_1


Aziel masih menanggapi dengan wajah datarnya. Beberapa waktu dia hening. Ia sama sekali tidak bisa mengingat bacaan niat untuk berwudhu.


"Kenapa diam saja?" tanya sang Imam Mesjid.


"Boleh Bapak ajarkan kepada saya? Apa yang harus saya baca?" pinta Aziel.


Pria berjenggot itu menggelengkan kepalanya lagi. "Saya pikir kamu sudah bisa." Ia terkekeh mengusap jenggot bewarna putih di dagunya.


"Nanti kamu bisa mengulanginya, tetapi sebelumnya kamu awali dengan basmalah!" Sang Imam mesjid menunggu reaksi pemuda tampan bermata coklat ini. Setelah ia terlihat mengangguk, sang imam mesjid membacakan doa sebelum berwudhu. Ia ingin memastikan apa yang ia yakini tadi.


"Nah, kamu sudah dengar kan? Sekarang, silakan kamu coba bagaimana bacaat doa sebelum berwudhu!"


"Bismillahirrahmanirrahim ... Nawaitul wudhuua liraf’ll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta’aalaa."


Sang Imam tertegun, lalu ia menganggukan kepala lagi. "Masya Allah ... apa kamu yakin benar-benar belum mengetahui bacaan ini sebelumnya?"


"Benar sekali, Pak Ustadz. Ini pertama kali saya melakukan setelah sekian lama saya hidup."


Imam mesjid menganggukan kepala dan mempersilakan Aziel untuk berwudhu. Ia memperhatikan setiap tahap yang dilakukab oleh remaja ini. Semuanya sudah benar dan mereka segera masuk ke dalam mesjid.


[ ding ding ]


[ Reward kamu bertambah dua kali lipat dari yang sebelumnya. Hal ini berlaku setiap kamu melakukan kebajikan tanpa menunggu perintah dari Sistem! ]


[ Saldomu saat ini sebesar Rp2.300.000,- ]


Aziel tanpa sadar tersenyum saat mendengar notifikasi yang baru saja masuk ini. Saat ini ia telah memiliki modal untuk hidup yang lumayan bisa dimanfaatkan, tanpa merasakan khawatir sedikitpun lagi.


"Nah, apakah kamu tahu bacaan salat?" tanya Imam Mesjid.


Aziel menggeleng mantap. Sang Imam Mesjid menghela napas panjang. "Apa kamu tahu bacaan surat Al-Fatihah?"


Aziel kembali menggelengkan kepala. Imam Mesjid mulai frustrasi.


"Apa kamu tahu, berapa kali kita melaksanakan salat dalam sehari semalam?"


"Kalau itu saya tahu Pak Ustadz. Umat muslim melaksanakan salat lima waktu dalam sehari semalam, yakni Subuh, Zuhur, Ashar, Magrib, dan Isya," ucap Aziel dengan lancar.


"Ooh, syukur lah jika kamu tahu dengan hal itu. Nah, setelah ini saya akan menjelaskan sedikit tentang waktu salat yang diwajibkan sebagai umat muslim!"

__ADS_1


Aziel menyimak penjelasan yang diberikan sang Imam Mesjid. Di sana lah ia mengetahui bahwa Sang Imam mesjid ini memiliki nama Syahrul. Ia mengelola mesjid ini setelah pulang bekerja sebagai pengajar pada sebuah sekolah dasar.


Ustadz Syahrul, menjelaskan mengenai jumlah rakaat masing-masing waktu yang berbeda. Menjelaskan kapan suara bacaan dinyaringkan saat salat berjamaah, dan kapan tidak perlu dibunyikan sama sekali.


Aziel mengangguk paham. Pertanyaannya pun telah terjawab akan penasaran pada apa yang menjadi tanda tanya besar dalam kepalanya tadi. Ustads Syahrul juga menyerahkan sebuah buku panduan bacaan salat kepada Aziel.


Aziel membuka buku tersebut dan sekali lewat seakan semua yang ada di dalam buku itu telah berpindah ke dalam otaknya.


"Saya akan melaksanakan salat Ashar dulu, Pak Ustadz. Karena waktu yang saya lalaikan sudah cukup banyak."


Ustadz Syahrul kembali menganggukan kepala, memperhatikan gerakan salat Aziel. Wajahnya seakan bersinar semakin cerah saat melaksanakan salat itu, membuat pancaran ketampanannya semakin bertambah.


Setelah Aziel mengucapkan salam menyelesailan ibadahnya, ia kembali menangis sesegukan. Ia teringat akan segala kejahatan dan dosa yang selama ini telah diperbuatnya. Hal ini tentu saja menjadi tontonan menarik bagi Ustadz Syahrul.


"Saya perhatikan semenjak tadi kau banyak menangis. Apa yang engkau pikirkan hai anak muda?"


Aziel mengusap air matanya. Ia tidak bisa mengatakan semua yang ia lakukan selama di dunia sebagai seorang Arsen yang telah m4ti, dan telah ditetapkan sebagai calon penghuni neraka.


"Saya merindukan ayah saya yang telah meninggal dalam keadaan berlumur dosa Pak Ustadz," gumamnya.


Mendengar hal itu, membuat Ustadz Syahrul menghela napas panjang. Ia seakan mengerti kenapa Aziel tidak mengetahui apa pun tentang ibadah sebagai umat muslim sedari lahir. Ustadz Syahrul menepuk pundak Aziel perlahan.


"Nah, jika kamu tahu bahwa orang tuamu meninggal dalam lumuran dosa, sekarang menjadi kewajibanmu untuk menyelamatkannya dari siksa neraka!"


Wajah Aziel yang tadi tertunduk lesu, kini tegak memasang wajah penasaran. "Bagaimana caranya Pak Ustadz?"


[ Selamat! Reward wudhu dan salatmu telah masuk ke dalam akun bank gaibmu! ]


[ Saat ini saldomu telah berjumlah sebesar Rp3.300.000,- ]


[ Amalan pahalamu sudah bertambah dua sekaligus! Jika kamu melaksanakan salat berjamaah, maka pahalanya bertambah sebanyak 27 kali. Bukan kah kamu membutuhkan amalan berlipat ganda agar cepat menambah semuanya, mempermudahmu untuk masuk surga? ]


[ Performamu mulai meningkat menjadi lima belas persen! ]


[ Kecerdasanmu meningkat pesat hingga lima puluh persen. ]


[ Kecerahan dan ketampananmu naik hingga empat puluh persen! ]


...'Kau mengganggu saja, Sist! Saya sedang serius nih!'...

__ADS_1


__ADS_2