
Joki tampak sangat terkejut mengerjapkan matanya beberapa kali. Apa benar benda yang ia belai beberapa saat yang lalu berubah menjadi sepeda butut yang penuh dengan karat? Joki menggelengkan kepala masuk ke dalam rumah, dan ternyata rumah itu kembali indah.
Joki mengacak rambut dengan kedua tangannya. "Sepertinya memang ada yang aneh dengan anak itu. Tiba-tiba, dia memiliki banyak uang. Semua luka yang ada di tubuhnya hilang begitu saja tak berbekas dalam waktu singkat. Rumah ini, ketika ada dia menjadi bagus bagaikan istana, ketika dia tidak ada bentuknya akan kembali seperti semula. Jangan-jangan, motor itu juga kayak gitu, nanti dia mau naik malah jadi motor keren lagi."
Pintu kamar Aziel terbuka, dan remaja itu mengenakan pakaian yang cukup bagus membuat Joki terbelalak.
"Sejak kapan lu memiliki baju branded kayak gini?" Joki langsung menyekapnya dengan banyak pertanyaan.
"Entah, udah ada di dalam lemari," jawab Aziel cuek.
"Belikan gue baju juga dong?" pinta Joki.
"Bukan kah duit yang kemarin ada? Kurang?" tanya Aziel.
"Duit lu itu ajaib! Kalau nggak ada elu, malah jadi daun. Sama kayak rumah ini kalau lu nggak ada malah jadi reot lagi. Motor lu saat ini malah jadi sepeda karatan. Jadi gue ragu kalau belanjakan duit lu itu. Bisa malu gue!" sungut Joki.
__ADS_1
Aziel menelengkan kepalanya turut merasa heran. "Ternyata bisa kayak gitu?" tanyanya tak percaya.
"Entah lah, gue juga nggak tau."
Lalu Aziel membuka pintu rumah itu. Ia berkomunikasi lewat pikiran dengan Sistem. 'Apa benar yang dikatakan anak itu, Sist?'
[ Ya, begitu lah. Ini dilakukan demi keamanan privasi dan keamanan rahasia keberadaan Sistem. Tidak hanya itu, khusus untuk dia ini sebagai sebuah hukuman. Karena dia menunjukan tanda-tanda tidak setia kawan. ]
'Ternyata kau pendendam juga, Sist. Katanya mau jadi Soleh? Kenapa malah pendendam?'
[ Karena kita harus menjauhi orang-orang yang memiliki sifat kh1anat ]
"Baik lah! Tapi kau harus membantu saya untuk pengabdian masyarakat. Kenapa saat saya ditangkap jemaah, kau lari begitu saja? Mungkin Allah sedang menghukummu karena tidak setia kawan."
Joki menggaruk pelipisnya tersenyum kikuk. "I-iya sih. Gue hanya sedikit takut aja. Bukan karena gue bukan orang yang setia kawan!"
__ADS_1
"Kalau begitu, temani saya dalam menjalani hukuman pengabdian masyarakat!" ucap Aziel kembali.
"Oke!"
Kedua remaja itu keluar dari rumah ini. Dan benar adanya, motor yang tadinya berubah bentuk jadi sepeda karatan, kini kembali ke bentuk motor sport keren. "Nah, nah? Bagus lagi kan bentuknya?" sungut Joki.
Aziel mencari alat-alat yang harus digunakan untuk pengabdiayan kali ini. Aziel berencana akan membersihkan sarana umum seperti mesjid dan jalanan sekitarnya. Kali ini dia memerlukan alat berupa sapu, pengki, dan lainnya.
Tiba-tiba, benda-benda itu muncul dengan sangat ajaib sebanyak dua pasang. Satu pasang diserahkan kepada Joki yang melongo melihat benda-benda itu.
"Dari mana datangnya ini semua?"
"Nggak usah banyak tanya! Mau baju baru nggak? Kalau kamu membantu saya, saya akan penuhi permintaanmu."
Wajah Joki seketika sumringah dan mereka mulai menyapu jalanan dinsekitar rumah mereka menuju mesjid.
__ADS_1
[ Kau sangat pintar dalam meraup keuntungan dariku rupanya. ]
[ Oh ya, tadi kau telah berbuat kebaikan kepada orang-orang kelaparan dan memberikan mereka sejumlah uang, bukan? Karena sudah melakukannya tanpa perintah Sistem, maka dana yang kau miliki saat ini akan kuberi dikali dua! ]