Sistem Kekayaan Pria Soleh

Sistem Kekayaan Pria Soleh
14. Kun Faya Kun


__ADS_3

"Jangan sampai ketemu dengannya?" ucap Aziel kembali.


"Tidak semudah membalikan telapan tangan, Bro. Kaki tangannya ada di mana-mana! Apa lu lupa kalau dari dulu kita udah berusaha untuk kabur dari dia? Tapi selalu tertangkap dan tertangkap lagi."


Krucuuuuk


Joki memegang perutnya dengan wajah meringis. "Ah, seharian ini gue belum makan. Mana badan gue pegel banget kena banting sama elu mulu."


"Kenapa nggak makan?" tanya Aziel dengan suara datarnya.


"Kan duitnya habis. Kemarin kita nggak kerja, tapi setoran harus tetap dibayar. Ah, elu ... Kenapa macam orang lupa aja? Kita kan emang sering kayak gini?" Joki menarik Aziel, tetapi masih tak sanggup membuat rekannya ini bergerak.


"Apa elu-nya yang berat, atau gue yang lagi lemah gara-gara nggak ada tenaga?" Wajah Joki masih tak hentinya meringis.


Aziel merogoh kantongnya, mengeluarkan segenggam uang bewarna merah. Aziel menarik tangan Joki dan menaruh segenggam uang yang ia tarik dari dalam akun bank gaib.


"Segini cukup?"


Mulut Joki membulat dan matanya melongo melihat apa yang baru saja ia dapatkan. "Kenapa lu punya uang banyak dengan tiba-tiba begini? Apa sebelumnya ada uang yang ketinggalan di sana?" Joki menunjuk kantong celana di mana Aziel mengeluarkan uang dari sana.


[ Kamu baru saja menarik dana sebesar dua juta rupiah. Maka, kamu akan mendapar reward tak terduga sebesar Rp8.000.000,- ]

__ADS_1


[ Saldomu saat ini sebesar Rp.21.000.000,- ]


Aziel tertawa sendiri tak percaya. 'Bukan kah seharusnya dana yang ada jadi berkurang? Kenapa malah makin bertambah?'


[ Karena kamu tidak ragu dalam memberikan uang yang kamu miliki untuk diberikan kepada fakir yang kelaparan. ]


[ Pahala yang kamu dapatkan berlipat ganda dari jumlah yang telah kamu dapatkan hari ini. ]


Aziel memandangi Joki yang sibuk menghitung uang yang ia baru saja diberikannya. Wajah Joki jelas terlihat sumringah dan menyisihkan beberapa lembar uang.


"Ini buat Bang Baron." Ia segera memisah uang tersebut.


Joki kembali menarik selembar uang. "Ini buat kita makan!"


Aziel mengedipkan matanya tak percaya atas apa yang dilakukan oleh Joki barusan. "Kenapa beberapa bagian harus dipisah?" Aziel menyerahkannya kembali kepada Joki.


"Ini buat biaya kebutuhan kita ke depannya! Lu aja yang simpan! Siapa tau, nanti kita lagi sial dan tidak mendapatkan apa-apa. Ini bisa buat nombok setoran beberapa kali." Joki kembali menyerahkan kepada Aziel.


Aziel menarik uang yang tadi sempat dipisah Joki, lalu menyatukannya semua. Ia melipat semua uang itu lalu menyerahkannya ke telapak tangan Joki.


"Ini semua buat kamu! Mulai hari ini, kita tidak perlu menyetor uang pada siapa pun, kecuali uang kita gunakan untuk infak, sedekah, dan zakat."

__ADS_1


Joki memandangi jumlah uang tersebut dengan tatapan tak percaya. "Ini buat kita semua? Lalu Bang Baron bagaimana?


Aziel hanya memberi kode dengan telunjuk di bibirnya. Setelah itu, Aziel berjalan menuju benda yang ada di rumah ini. Ia membongkar lemari reot yang ada di sini. Di dalamnya, ada banyak sekali pakaian yang berantakan. Aziel mengeluarkan semuanya.


"Lu mau apa dengan baju kita itu?" Joki masih memandang uang yang ada di tangannya dengan rasa tidak percaya.


"Akan saya rapikan. Kalau rapi, jadi lebih enak mengambil dan memilihnya."


"Oh, ya udah. Tumben-tumbenan juga elu rajin kayak gini? Tapi, gue mau keluar dulu buat membeli makanan. Lu baik-baik ye di rumah?"


Aziel hanya mengedipkan mata pelan. Kali ini, ia melihat Joki tampak jauh lebih tenang dibanding tadi. Joki segera berlari kecil keluar untuk mencari makanan.


Sementara Aziel, sembari menunggu waktu Isya, ia merapikan lemari pakaian yang sangat berantakan. Hal ini dilakukannya dengan sangat kilat. Sekian detik semua pakaian telah rapi terlipat dan tersusun di dalam lemari. Aziel tersenyum tipis merasa puas dengan usahanya itu.


Tak lama kemudian, ia membereskan semua bagian rumah yang rusak dengan alat-alat yang ada di dalam tas tadi. Tubuhnya terasa ringan berpindah dari satu sisi ke sisi lain memperbaiki bagian-bagian yang berlubang.


[ Apa kamu mau mengerjakan sebuah misi yang cukup besar? Jika kamu berhasil, maka kamu akan mendapat reward sebuah rumah sederhana dengan peralatan lengkap dalam sekejap mata. ]


"Apa bisa begitu juga?"


[ Tentu saja. Kun faya Kun! Tak ada yang mustahil bagi-Nya! Sementara Sistem yang akan menyalurkannya kepadamu. Asal ... Kamu berhasil melaksanakan misi yang cukup besar dalam satu malam ini. ]

__ADS_1


"Jika misinya besar, kenapa tidak sekalian diberi mansion mewah?" gumam Aziel dengan wajah datarnya.


__ADS_2