Sistem Kekayaan Pria Soleh

Sistem Kekayaan Pria Soleh
42. Rencana Bisnis


__ADS_3

'Jangan sekarang! Jangan membuat kericuhan!' batin Aziel.


Aziel mengintari suasana mesjid yang sangat ramai ini. Tidak mungkin jika tiba-tib secara ajaib ia memegang emas yang sangat banyak saat ini. Jika itu semua terjadi, sudah dipastikan akan menimbulkan kericuhan.


[ Ya, bukan di sini. Tapi di rumahmu nanti. Apa kau sudah memiliki wadah penyimpanan yang aman? ]


Aziel menundukan kepala memejamkan mata. Ia mencoba berkonsentrasi berbicara dengan Sistem lewat pikiran. 'Apakah tidak bisa dikondisikan seperti bank gaib tempat uangku disimpan? Jadi, jika aku butuh, tinggal ambil sesuai permintaan?'


[ .... ]


"Wooi! Bisa-bisany elu molor kayak gini?" tanya Joki menepuk paha Aziel, membuat temannya itu tersentak kaget dan tangannya melayang begitu saja menempeleng muka Joki.


Joki terdorong kuat dan ambruk. "Aaaggh! Lagi-lagi lu kayak begini?" rutuk rekan sepermalingannya itu.


"Kau salah sendiri sudah membuatku terkejut seperti itu!" Aziel menarik tangan Joki kembali.


Tanpa ia sadari semua orang berwajah preman itu memperhatikannya. Wajah mereka mengernyit, ketika melihat Joki terkena pukulan seorang Aziel dan temannya langsung oleng. Orang-orang itu teringat saat Aziel seorang diri menghajarnya tanpa mereka bisa melihat gerakannya.

__ADS_1


Tak sedikit yang menengadahkan kedua tangan memanjatkan doa.


"Ya Allah, kami berjanji akan bertaubat." Salah satu dari mereka mulai berdoa.


"Ya Allah, hamba masih ingin hidup. Kenapa Engkau mengirimkan malaikat maut berbentuk manusia? Rasanya itu lebih menakutkan dari pada malaikat Izrail." Doa pria yang lain.


"Ya Allah, jika ini adalah jalanmu untuk aku bertaubat, semoga hidayah-Mu lewat anak itu memang benar adanya. Aku akan menjadi lebih baik. Tapi aku mohon, panjangkan umurku," gumam Baron dalam doanya tak putus menatap Aziel.


Semua anak buah Baron benar-benar ketakutan melihat Aziel. Berbeda dengan anak buah Arsen. Kano dan yang lainnya tersenyum bangga melihat pemuda itu.


"Tuan Muda, benar-benar titisan dari Boss Arsen. Semoga kita semua diampuni oleh Allah swt, atas segala masa lalu yang telah kita lalui bersama," doa Kano menengadahkan tangan mendoakan Arsen.


Kano mendengar salah satu anggota yang ada di dekatnya menangis tersedu. "Gue bersyukur sekali masih diberi kesempatan untuk bertaubat. Namun, kasihan sekali Almarhum Boss Arsen. Walau pun dia memang sangat kej4m, tetapi semua itu memiliki alasan. Apalagi semenjak Tuan Muda menghilang, dia semakin gila kerja," tangisnya tersedu-sedu mengusap air mata dan air hidup dengan pakaian yang melekat dalam tubuhnya.


"Mari kita semua berikan doa yang tulus kepadanya. Karena kita tahu, seperti apa usaha kerasnya untuk memberikan kita semua uang!" ucap yang lain.


"Tapi, karena semua uang itu tidak berkah. Oleh sebab itu tak ada yang berhasil kita bawa setelah semua yang kita lakukan. Kareba buru-buru kabur dari pengejaran interpol. Gue mau taubat, gue nggak mau keluarga gue merasakan nasib seperti Tuan Muda Aziel. Apakah dia mengetahui bahwa ayahnya telah meninggal?" ucap yang lain lagi.

__ADS_1


Semua merenung mencoba mengingat pertemuan kembali. Namun, memang tak ada sama sekali pembahasan bahwa ayahnya telah meninggal, tetapi ia seolah tahu bahwa mereka semua selamat dan tersisa.


"Jadi, siapa yang memberitahukan Tuan Muda semua informasi ini?" tanya Kano.


Yang lain mengedikan bahu dan menggelengkan kepala.


*


*


*


Kali ini, semua orang yang tadinya menyatakan diri untuk bertaubat, telah berada di warung ayam yang akan mereka renovasi.


"Baik lah, saya mohon bantuan semuanya untuk membersihkan bagian-bagian yang perlu dirombak. Kalian jangan memusingkan masalah biaya! Semua peralatan yang diperlukan akan saya siapkan!" ucap Aziel memimpin para wajah sangar yang menawarkan diri mereka untuk merenovasi Warung Ayam Berkah.


"Sebentar lagi bulan suci Ramdhan akan datang. Di mana, pahala kita akan dilipatgandakan oleh Allah dalam segala amalan yang kita perbuat. Oleh sebab itu, nanti kita akan menyiapkan semua ayam goreng diberikan secara gratis, bagi siapa pun." tambah Aziel.

__ADS_1


Kawanan Baron mengerutkan keningnya. "Jika diberikan gratis, nanti modal untuk hari-hari berikutnya bagaimana? Jangan sok baik deh! Lebih baik jual, dengan harga murah, tetapi kualitasnya dikurangkan. Biar kita bisa dapat untung, karena semua pelanggan akan berbondong datang ke sini untuk beli ayam goreng ini!"


__ADS_2