
"Astaghfirullah—"
Brak
Aziel termangu pintu kamarnya ditutup begitu saja oleh Joki dari luar.
"Gue nggak sempet dengerin ceramah lu! Capek gue! Gue cabut dulu ...." teriak Joki dari luar dan terdengar suara pintu ditutup dari luar.
"Hmmfff ...." Aziel menggelengkan kepala. Aziel memulai membaca tilawah yang pertama, dimulai dari Al-Fatihah.
....
....
Waktu sudah menunjukan pukul dua dini hari. Setengah ketiduran Aziel masih berkutat dalam setoran hafalan ayat yang menjadi tugasnya.
"Tilka ...." Suara terhenti beberapa waktu berganti suara dengkuran dari alat pernapasan Aziel. Matanya terpejam dan kepalanya meneleng menyangga dalam keadaan duduk.
[ Bangun!" ]
Aziel terbangun melirik ke kiri dan ke kanan. "Tilka ummatun qad khalat lahaa maa kasabat ..." setoran kembali terhenti dan Aziel menguap dengan sangat lebar.
"Qad khalat lahaa ma kasabat wa lakum maa kasabtum wa laa tus'aluuna 'ammaa kaano ya'maluu." Suara Aziel semakin ke ujung semakin hilang.
[ Tunggu! ]
Aziel tersentak kembali. Matanya sayu melirik ke kiri dan ke kanan. Kopiah yang masih melekat di kepala dilepas dan ia naik ke atas ranjang merebahkan diri.
__ADS_1
[ Aku belum memberikanmu izin untuk tidur! ]
"Kau mengganggu saja! Saya sudah sangat memgantuk!" desis Aziel kesal telah memejamkan mata.
[ Alangkah baiknya malam ini kau mencoba melaksanakan saat malam. Jika dilakulan pada malam Ramadhan seperti ini, siapa tau doamu akan lebih didengar oleh Allah swt. ]
Aziel membuka matanya kembali. "Kenapa semakin lama kau terasa semakin menyebalkan? Tak ada tahajud-tahajudan! Kau lihat sendiri, aku belum tidur? Sementara, tahajud itu dilakukan saat manusia bangun dari tidur."
[ Bukan kah kau sudah tertidur dalam waktu sekian detik beberapa kali? ]
"Tapi itu tidak benar-benar tidur."
[ Apa kamu tidak tertarik untuk ditinggikam derajatmu di mata Allah? Dalam firmanNya surah Al Isra ayat 79, disebut, sholat tahajud dapat mengangkat derajat orang mengamalkannya. ]
[ Artinya: "Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat tahajud (sebagai suatu ibadah tambahan bagimu) mudah mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. ]
Aziel teringat kembali akan panasnya neraka. "Apakah aku sudah boleh melaksanakan tahajud setelah tidur sekian menit itu?"
[ Tentu! Yang penting kamu sempat dalam keadaan tidak sadar karena sudah tertidur. Maka, kamu sudah sah bisa melaksanakan tahajud. ]
Aziel akhirnya mengangguk patuh, berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya itu. Usai berwudu, Aziel membaca doa usai berwudhu di luar kamar mandinya dan kembali memasang kopiah melaksanakan salat tahajud sebanyak dua rakaat.
Usai zikir dan berdoa, Aziel benar-benar tak kuasa menahan kantuk. Ia berdoa untuk tidur dengan dalam dan dibangunkan dengan mudah saat bersantap sahur di akhir waktu nanti.
Aziel yang dikuasai jiwa Arsen, menggunakan teknin deep sleep supaya tubuhnya merasa cukup meskipun hanya beristirahat dalam waktu sekejap saja.
*
__ADS_1
*
*
"Alhamdulillah ...." Aziel menutup sahurnya dengan segelas susuu murni yang memang sengaja disiapkannya sebagai penunjang puasa.
Dari arah luar terdengar suara lari menuju rumah yang ditempati oleh Aziel.
Tok
Tok
Tok
Ketukan kasar membuat Aziel melirik dan bisa menebak dengan mudah siapa pelaku yang mendobrak pintu itu.
"Bro ... Brooo ... Buruan buka! Gue belum sahuuuur!" sorak Joki terdengar panik.
Aziel yang merasa malas bangkit, hanya memainkan jemarinya membuat pintu terbuka dari jauh. Joki melongo mendapat pintu terbuka, tetapi Aziel dalam posisi yang cukup jauh.
Namun, ia menepis itu semua. Ia memilih melangkah cepat mengambil sekotak kurma yang ada di hadapan Aziel. Joki langsung masukan satu kurma ke dalam mulutnya.
"Ekhemm, ngapai makan sepagi ini. Semua hewan bisa melakukannya tanpa perlu bangun pagi."
Joki sadar Aziel tengah menyindirnya, membuat ia membatalkan memakan buah tersebut beralih menengadahkan kedua tangan. Mulutnya berkomat-kamit tak tahu berdoa apa.
"Amiiin." Joki kembali memasukan makanan manis dari Arab tersebut ke mulut.
__ADS_1
"Allahuakbar Allahuakbar ...."