
Kazumi yang mendengar suaminya menjerit segera menghampiri dan memeluknya, dia merasakan tubuh Steve sudah basah bermandikan keringat, dengan lembut Kazumi membuka baju dan membersihkan badannya dengan handuk, Kazumi tidak mau mendesak apa yang dialami oleh Steve, dia bersifat hanya menungu saja.
" Aku bermimpi tentang ibu, rasanya sangat nyata sekali, dan pelukan hangatnya masih terasa sampai saat ini " kata Steve sambil menatap istrinya dengan penuh kasih.
" Mungkin ibu ada yang mau disampaikan " tebak Kazumi, dia yakin sesuatu tidak ada yang terjadi secara kebetulan, pasti segala sesuatu yang terjadi ada alasannya.
kring..kring..
Ponsel Steve berbunyi, melihat nomor yang ada di ponselnya, segera Steve menerima pangilan tersebut, terdengar suara seseorang di sana yang mengabarkan bahwa ada seorang pria yang sudah berumur menangis dengan sedih di maka. Ibu Steve.
Penjaga makam yang disewa oleh Steve untuk menjaga dan membersihkan kuburan, sempat melihat ada pria yang sudah berumur menangis dengan sedih, wajahnya terlihat memilukan, sampai sampai tidak menyadari kehadiran orang lain.
Mendengar penjelasan dari penjaga makam, jantung Steve berdebar debar, apakah itu ayahnya yang sudah lama pergi meningalkan mereka ? dan apakah mimpi dia barusan berhubungan dengan kondisi ayahnya ?
Steve tidak mau menebak nebak yang hanya akan menyebabkan sakit kepala, jalan yang terbaik kembali ke Indonesia dan melihat apa yang terjadi, walau hati kecilnya seratus persen yakin bahwa orang yang mengujungi kuburan ibunya adalah ayah kandung mereka.
__ADS_1
Berbicara dengan Kazumi, Steve meminta izin untuk pergi sebentar ke Indonesia, dia harus menunaikan pesan ibunya, Steve meminta Kazumi tidak memberitahu kedua adiknya, dia yakin kedua adiknya belum siap menerima ayah mereka.
Adiba yang mendengar ayahnya mau pergi, mendesak untuk ikut, " sudah terlalu sering ayah meningalkan Adiba, kali ini Adiba akan ikut bersama ayah dan tidak ada kata penolakan " katanya dengan wajah cemberut.
Steve yang melihat wajah cemberut anaknya tapi mengemaskan hanya bisa mengeleng kepala, tapi apa daya, Adiba benar dia sudah terlalu sering meningalkan mereka berdua, bukankah anak perempuan paling dekat dengan ayah mereka ? bahkan pepatah mengatakan cinta pertama anak perempuan itu adalah ayahnya bukan orang lain.
Dengan gemas menciumi pipi Adiba yang gembul dan wajah yang mirip boneka Steve menganguk dan setuju Adiba ikut bersamanya asal ibu setuju, tanpa persetujuan Kazumi maka Steve tidak berani membawa Adiba.
Kazumi tahu keras kepalanya Adiba, dia setuju anak perempuannya ikut dengan catatan tidak mengangu kerja ayahnya, dengan mengangkat kedua jarinya Adiba menganguk dan berjanji tidak akan menyusahkan ayahnya, melihat itu Steve dan Kazumi tertawa terbahak bahak.
" Anak ayah Adaba tidak mau ikut ? " tanya Steve menawarkan kepada putranya, dia tidak mau pilih kasih, Steve mengangap kedua anaknya memiliki hak dan tangung jawab yang sama.
Ya begitah sifat putranya sama dengan sifatnya, Steve dulu juga selalu menomor satukan ibunya, apalagi ibu yang sering sakit sakitan tetapi tetap mencari nafkah untuk ketiga anaknya, jika mengingat masa dulu mungkin Steve tidak akan pernah memaafkan ayahnya, tapi kebenaran harus diselidiki, tidak bisa hanya melihat bagian luar saja, kalau tidak bagaimana mungkin ibu datang dalam mimpinya dan menyuruh dia menjaga ayah dengan baik.
Setelah mendapat izin Steve terbang sambil mengendong anaknya, Adiba tertawa senang dan gembira ketika berada di angkasa, " kalau tau ayah bisa terbang dari dulu Adiba akan ikut kemanapun ayah pergi " jeritnya dengan keras agar bisa di dengar oleh Steve.
__ADS_1
Steve tersenyum geli melihat tingkah putrinya, sunguh dia sangat menyanyangi dan mencintai putrinya ini, jika saja tidak dalam keadaan terbang mungkin pipi Adiba sudah habis dicium oleh Steve, Adiba sangat kesal diperlakukan demikian termasuk dengan kakek, tetapi jika sama kakek dia tidak berani membantah, dia pasrah pipinya diciumi oleh kakek bahkan dihadapan para penguasa negara lainnya.
Dengan cepat Steve mendarat di kuburan ibunya, untung saja tidak ada pelayat lain, jika tidak pasti gempar, bagaimana mungkin ada orang bisa terbang di udara, dan jika di perhatikan lagi wajahnya mereka akan shock, bahwa yang mereka lihat adalah panglima perang dunia yang sangat terkenal, siapapun tidak akan menyangka bahwa panglima perang dan pahlawan dunia itu adalah orang Indonesia.
Steve menemukan bunga yang masih segar di kuburan itu, kuburan itu tertata dengan rapi dan bersih, " Adiba ini kuburan nenek kamu, beri salam nak " kata Steve dengan lembut kepada Adiba.
Adiba yang cerdas duduk di pingiran batu nisan dan berkata dengan pelan " nenek yang cantik ini Adiba putri bungsu ayah, Adiba dan ayah datang mengujungi nenek yang cantik, semoga nenek tenang dan berbahagia di alam sana " kata Adiba dengan mata yang memerah, dia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang nenek, kedua kakek mereka yaitu penguasa bumi dan Nibiru, sama sama tidak mempunyai istri.
Steve memandang penuh kasih kepada Adiba, sebenarnya jika dia meminta bantuan sistem maka keberadaan ayahnya bisa ditemukan, tapi Steve tidak mau, dia mau semuanya berjalan sesuai dengan takdir, sebagaimana takdir pula yang memisahkan dirinya dengan ayah.
[ Ayah penguna datang ke kuburan ini dengan hati yang hancur, jika tidak ada keinginan yang kuat mencari kalian bertiga maka sudah pasti dia akan bunuh diri, kelihatannya dia sedang dalam keadaan bermasalah ] kata sistem secara tiba tiba, tentu saja Steve terkejut mendengar perkataan sistem, bagaimana mungkin ayah mencari mereka ? Kenapa baru sekarang ? Lalu apa alasan dia bunuh diri ?
Entahlah banyak dugaan yang bermain di kepala Steve, dia hanya berjanji tidak gelap mata ketika bertemu ayah, dia akan memberikan
kesempatan bagi ayahnya untuk menjelaskan apa yang sebenarny terjadi.
__ADS_1
Seorang pria berumur yang gagah datang dengan membawa bunga di tangan, terlihat wajah yang sedih dan murung seakan dia ada dalam dunianya sendiri, dia tidak memperhatikan Steve dan Adiba yang tidak jauh dari kuburab istrinya, dia pikir mereka hanya pelayat seperti dirinya.
" Arum cintaku, mas datang lagi, berat sunguh kehilangan kamu, mas tidak tahu apa yang mesti dilakukan, anak anak juga entah dimana, mas bingung sayang...apakah lebih baik mas ikut bersamamu saja ke alam sana ? " katanya dengan menyayat dan menyedihkan, dia tidak peduli dengan angapan orang lain, orang lain tidak tahu apa masalahnya terserah mereka saja yang menilai, hatinya sudah patah...