
Menurut jurnal yang dibaca oleh Steve, para arkeolog sepakat menghentikan pengalian dan percobaan membuka pintu karena dianggap terlalu berbahaya, mereka menungu bantuan yang dikirimkan oleh pusat.
Paham dengan situasi yang terjadi, Steve segera bertindak, dia membagi pasukan menjadi dua kelompok, satu ikut dirinya mengali dan membuka pintu satu lagi mengawasi dari atas, sedangkan penduduk lokal tidak lagi di pakai.
" Siapkan semua senjata, dan lakukan pembayaran kepada pekerja lokal serta ungsikan mereka dari lokasi" perintah Steve kepada pasukannya, dia harus bertindak tegas dan cermat karena sudah dekat dengan keberadaan gerbang star gate.
Dengan sarana yang cukup Steve masuk ke dalam pengalian yang diikuti oleh tiga pasukan lainnya, sangat susah bergerak dalam tempat yang sempit jika terlalu banyak orang.
Sampai ke dalaman tiga puluh meter, mereka menemukan sebuah pintu dari besi, tapi lima meter sebelum pintu mereka menemukan mekanisme seperti tonjolan batu yang sangat rapat.
Steve menduga tonjolan batu ini adalah jebakan yang dibuat, dia menyuruh pasukan berhati hati dan jangan gegabah.
Jalan dari pintu ke mereka satu arah, jika tombak dan panah menyerang mereka tidak bisa untuk menghindar karena kanan kiri hanya ada dinding pasir.
Steve menyuruh ketiga pasukannya mengali dinding kanan dan kiri dengan lebar tiga mereka, dengan adanya ruang yang digali mereka bisa menghindar jika panah dan tombak menyerang nantinya.
Setelah beberapa lama lubang perlindungan selesai dibuat oleh pasukan, Steve melemparkan batu yang cukup besar pada tonjolan batu yang ada di depan pintu besi, benar saja begitu tertekan oleh lemparan batu besar tonjolan batu masuk ke dalam dan panah serta tombak melesat dari lubang yang terbuka menyerang pasukan.
Firasat Steve kali ini benar, mereka selamat dengan berlindung dari lubang yang digali di kanan kiri dinding reruntuhan. Beberapa kali percobaan dilakukan oleh Steve dan semua penuh dengan jebakan yang mematikan.
Setelah merasa cukup karena tidak ada lagi serangan ketika batu dilemparkan, Steve menyuruh salah satu pasukannya mendekati pintu gerbang, tak ada penolakan dan pertanyaan yang ada hanya mengikuti perintah komandan.
Segera salah satu pasukan bergerak, dan mendekati pintu besi, tidak terjadi apa apa, Steve dan dua lainnya segera menyusul, mereka melihat pintu besi yang tertutup rapat yang dihiasi oleh tulisan kuno.
__ADS_1
Tidak ada kunci untuk membuka pintu ini, jika dipaksa mengunakan bom C4 ditakutkan tanah akan runtuh dan mereka terkubur hidup hidup.
Steve dan pasukan berpikir dengan keras, tapi otak mereka buntu tidak menemukan jawaban walau sudah memeriksa pintu tersebut dengan cermat berkali kali.
Tidak mungkin membuang waktu Steve menghubungi sistem dan bertanya bagaimana cara membuka pintu ini.
Ding
" Penguna, sistem telah memindai seluruh pintu besi, memang tidak ada satupun cara membuka pintu ini karena kuncinya bukan ada dipintu tapi ditonjolan batu yang dimana terdapat jebakan yang dibuat "
Mendengar perkataan sistem Steve segera menoleh ke puluhan tonjolan batu jebakan, dia menemukan satu tonjolan batu yang masih utuh dan tidak tertekan kedalam tanah, tapi dia tidak mau gegabah dia menyuruh pasukannya mengambil batu yang dan melemparkannya ke arah tonjolan batu yang masih utuh.
Tonjolan batu masuk ke dalam tanah dan pintu besi berderit dengan keras membuka ruangan yang sudah ribuan tahun tidak terjamah manusia.
Mereka melihat besi seperti tapal kuda yang memiliki ketingian sekitar tiga meter dengan lebar dua meter, dan di sekitar besi tertulis huruf kuno serta gambar yang melukiskan planet dan galaxy.
Tanpa sengaja Steve menginjak sesuatu di bawah kakinya, dia melihat ada gelang tangan yang dipenuhi dengan batu mulia dengan cepat dia mengambil dan menyimpan disaku tanpa diketahui oleh pasukannya.
Untuk membawa gerbang besi itu ke atas tenaga mereka tidak cukup, Steve memangil pasukan yang berada di atas turun ke bawah untuk membantu mereka membawa gerbang.
Setelah gerbang besi berhasil di bawa ke atas yang menjadi pikiran Steve tentu saja bagaimana membawanya ke Beijing.
Tidak ada mobil yang cukup besar untuk membawa gerbang itu, tidak ada helikopter apalagi transportasi lain, bisa menimbulkan kecurigaan negara Mongol dan menarik perhatian pasukan asing lainnya jika mereka meminta helikopter terbang kesini.
__ADS_1
Segera Steve menghubungi jendral Xing dan menceritakan persoalan yang dia hadapi, jendral Xing tertawa dan berkata untuk jangan khawatir karena semua sudah disiapkan begitu gerbang besi ditemukan.
Benar saja, sekitar setengah jam kemudian mobil truk besar bertuliskan bantuan international segera muncul, setelah bertukar kode sandi, gerbang besi dimasukan ke dalam truk.
" Lihai " gumam Steve dalam hatinya, semua sudah terencana dengan matang dari bantuan pendanaan arkelog bahkan sampai bantuan logistik international digunakan untuk memanipulasi, jendral Xing memang ahli strategi dan jenius.
Tak ada korban dalam misi kali ini, Steve merasa senang melihat kondisi anak buahnya, mereka berada dalam truk ikut mengantarkan gerbang besi menuju markas militer Beijing.
Tidak ada kendala yang berarti selama perjalanan, dengan mengunakan nama bantuan di internasional di badan truk maka pemeriksaan pos penjagaan hanya sekadar seremonial saja, mereka dengan cepat sudah memasuki daerah administratif Beijing.
Begitu sampai di markas militer, jendral Xing sudah menyambut Steve dan pasukannya, menjabat tangan mereka dengan perasaan senang yang tidak terlukiskan, benar firasat dia bahwa Steve memang bisa diandalkan untuk tugas yang berat.
Gerbang besi diturunkan, puluhan ahli bahasa kuno serta para profesor hadir untuk mempelajari gerbang besi ini.
Kebingungan melanda mereka, para ahli bahasa kebingungan karena tulisan di dinding tidak mereka kenal sama sekali, para profesor yang terlibat hanya mampu menebak umur gerbang dari serat karbon yang diambil dan gerbang itu berumur dua puluh juta tahun yang lalu.
Angka ini tentu sangat fantastis, bagi mereka, karena menurut jurnal arkeolog bangsa Anunaki baru empat ribu tahun yang lalu menjejakan kaki di Bumi, artinya gerbang umur gerbang ini lebih tua daripada keberadaan anunaki di muka bumi, apakah gerbang ini berasal dari planet Nibiru, banyak sekali pertanyaan pertanyaan yang bersenayam dalam benak mereka tapi mereka harus fokus bagaimana bisa mengaktifkan fungsi gerbang itu kembali.
Sementara Steve sudah kembali ke kediamana keluarga Zhen, tugas dia sudah selesai dan tidak mau terlibat dalam penelitian gerbang itu.
Didalam kamar sewaktu mau mandi gelang yang dia temukan terjatuh dari saku, dia teringat menemukan gelang itu di pengalian, memperhatikan dengan teliti gelang kemudian meraba dan menekannya, dia merasakan ada sesuatu yang berdetik ketika dia menekan bagian permata gelang itu.
Bunyi berdetik seperti tombol yang ditekan dan kemudian dia memindai bagian yang berbunyi dan menekannya kembali, batu jade yang berukuran segi empat ternyata bukan hanya hiasan saja tapi juga berfungsi sebagai tombol dari gelang itu.
__ADS_1
Fungsi tombol itu dia sendiri tidak mengerti tapi yang jelas pasti berhubungan dengan gerbang star gate, karena ditemukan di lokasi yang sama.