Sistem Mata Dewa

Sistem Mata Dewa
Bab 40 Jangan Arogan


__ADS_3

Steve yang sadar dengan situasi segera bertindak dia menepis tangan tuan muda itu dan menarik Angel kedalam pelukannya, aroma wangi yang lembut terasa menyegarkan hidungnya.


Tidak senang dengan tindakan Steve, tuan muda menyerang dengan ganas, dengan enteng serangan tadi ditangkis oleh Steve, tangan tuan muda dicengkram dengan kuat.


Tuan muda sebenarnya tidak pandai berkelahi, hanya bisa mengandalkan bekingan yang membuat orang takut dan menjadi segan, padahal mental dan nyalinya ceper jika bertemu lawan yang kuat.


" Argggg amfun...amfun.." teriaknya dengan tidak jelas, rasa sakit melanda seluruh tubuh, wajahnya pucat pasi dan gemetaran.


Steve yang sudah muak melihat kelakuan tuan muda ini, menyuruh dia meminta maaf kepada Angel.


" Tampar dia dengan kuat seperti dia menampar kamu tadi " perintah Steve, mendengar permintaan dari pemuda tampan ini Angel dengan sekuat tenaga menampar wajah tuan muda.


Tuan muda tidak bisa menghindar karena tanganya masih dicengkram dengan kuat, jangankan menghindar dia saja masih mengeluh kesakitan dan gemetaran, bagaimana pula mau menghindar tamparan, bisa bisa tangannya patah.


" Sudah..cukup...saya tidak berani lagi " tangisnya dengan kuat, Steve akhirnya melepaskan tangan tuan muda dan pergi beranjak keluar bersama Angel.


Setelah saling berkenalan nama, Steve bermaksud mengantarkan Angel pulang, tapi gadis ini tidak menolak dan inggin ikut ke penginapan, Steve hanya bisa mengaruk kepalanya yang tidak gatal, tapi melihat Angel yang kelihatan bermasalah dia juga tidak mempermasalahkannya.


Karena Angel membawa mobil maka mereka segera meluncur ke penginapan.


Bagaimanapun Steve belum pernah membawa wanita ke dalam kamarnya, bingung setelah sampai di kamar mau berbuat apa.


Tetapi Angel merasa cuek, seakan pria tampan ini sudah lama menjalin hubungan dengan dirinya, Angel kemudia masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya.


Selintas dia kebingungan mau ketika mau menganti pakaian dia tidak punya pakaian ganti sementara pakaian lama sudah tak nyaman dipakai.

__ADS_1


Steve yang tahu gelagat segera menyodorkan kous bersih yang dia miliki untuk dipakai oleh Angel, sedangkan untuk celana Angel hanya memakai dalaman saja, baju yang diberi oleh Steve cukup dalam sampai batas paha.


Dengan rambut yang basah dan menyegarkan dia keluar dari kamar mandi, Steve tersenyum dan menyuruh Angel duduk di kasur, dia menghidupkan pengering rambut dan membantu Angel mengeringakan rambutnya.


Hati Angel merasa hangat, bebannya seakan terangkat dengan perlakuan Steve, di rumah dia bermasalah dengan orang tuanya yang ingin menikahkan dirinya dengan pemilik perusahaan tempat dia berkerja.


Di kantor pun demikian selalu pemilik perusahaan mendekati dengan berbagai macam alasan, dia menghindari karena tidak mau dicap sebagai pelakor, pemilik perusahannya ini sudah menikah bahkan sudah punya tiga orang anak, demi harta orang tua Angel malah mengangap biasa menjadi istri kedua.


Bertemu dengan Steve memberikan rasa nyaman bagi Angel, walau baru bertemu tapi hatinya mengatakan pria ini bisa dipercaya dan dijadikan tempat untuk bersandar.


Setelas merasa rambut nona ini sudah kering, Steve menyuruh Angel tidur dan beristirahat di ranjang, dia berencana untuk tidur di sofa tamu malam ini.


Angel yang merasa tidak enak malah menyuruh Steve seranjang dengan dirinya " kita pakai bantal guling sebagai pembatas ya " tuturnya dengan lembut dan mengelitik hati.


Dalam hati Steve sudah memaki maki gadis ini, apa dia tak sadar bahwa kita lawan jenis " cewek sialan nanti gw terkam benaran baru tahu rasa " kesal hatinya.


Steve menarik nafas dan membaringkan tubuhnya disebelah Angel, bukannya bisa tidur dia merasa gelisah, hasratnya pikiran kotornya berkelana dengan bebas, asik dengan lamunan dia merasa ada kaki yang lembut melingkar ke badannya.


Entah pancingan atau Angel betul betul sudah tidur dan tidak sadar dengan gerakannya, tapi sudah memantik dan membakar nafsu, Steve mengelus lembut kaki Angel dan menurunkan dengan pelan.


Dia kemudian mendekat dan memeluk Angel, aroma tubuh gadis ini membunuh rasionalitasnya, dia kemudian mendekatkan wajah dan mengusap bibir Angel yang kemerawahan dengan jarinya.


Masih tidak ada respon, dengan menguatkan hati Steve menempelkan bibirnya ke bibir Angel yang seksi, ******* dengan lembut, dan mengingit kecil bibir bawah agar lidahnya bisa berkelana kedalam mulut Angel.


" Engggh... " terdengar bunyi erangan yang sama dari Angel yang juga merespon ******* bibir Steve, dia hanya pura pura tidur, hatinya dari tadi tak tenang melihat Steve masih tidak menyentuh dirinya.

__ADS_1


Biarlah dia memberikan keperawanannya kepada Steve ketimbang pada bos pemilik perusahaan.


Malam menjadi panjang, suasana kamar sudah berantakan, baju bertebaran kemana mana dan dua anak manusia sedang berpacu mencapai kenikmatan dunia.


Bagi Steve dan Angel ini merupakan yang pertama bagi mereka, Steve kaget ketika melihat sprai kasur ternoda darah, tapi Angel tidak peduli dia meminta Steve memacu dirinya lebih keras dan semakin keras.


Keesokan harinya mereka bangun dengan terlambat waktu sudah menunjukan pukul sepuluh pagi, Angel bergegas berdiri dan menuju kamar mandi, dia sudah telat berangkat ke kantor, tapi kemudian dia jatuh karena rasa sakit dan perih diselangkangannya.


Melihat kondisi Angel dengan cepat Steve membopong badan tubuhnya dan membantu memandikan Angel, mereka saling bercanda di kamar mandi, dan akhirnya megulang kembali kejadian yang semalam.


Selama satu jam, mereka bercinta di kamar mandi, Angel berencana untuk tidak masuk kantor hari ini, dia tidak peduli, dia betul betul takluk di bawah badan Steve.


Bercinta memang mengasikan dan tidak kenal waktu tapi perut mesti diisi biar tenaga bisa pulih, Steve mengajak Angel ke luar dan makan di restoran.


" Pakai aja baju semalam sementara, setelah kita makan nanti kita belanja ke mall beli pakaian "


Steve mengambil alih kemudi mobil Angel dia ingin membawa gadis cantik ini makan di restoran favoritnya.


mereka sampai dan kemudian mengambil ruangan pribadi, Steve berencana mau mengajak Angel tingal di Beijing, dia tentu saja akan bertangung jawab dengan yang sudah dilakukan, ibunya tidak pernah mengajarkan menyakiti hari perempuan, apalagi juga memiliki dua adik perempuan, dia takut karma berlaku.


Tapi Angel menolak, dia tidak mungkin meningalkan orangtuanya, karena dia juga sebagai tongak utama pencari nafkah di keluarga sejak ayahnya sudah pensiun dari kerjaan.


" Kakak jangan terlalu banyak berpikir, Angel rela kok dan tidak menuntut kakak bertangung jawab " punkasnya, dengan hati hati supaya Steve tidak tersingung dia menceritakan semua masalah yang dia hadapi.


Dia berencana menerima lamaran dari bos pemilik perusahaan, dia tidak mampu membayar hutang budi yang begitu besar diberikan oleh bos itu terhadap keluarganya.

__ADS_1


Steve masih menawarkan jalan keluar, dia akan menangung semua kebutuhan keluarga Angel bahkan jika perlu dia akan menganti biaya kerugian pada bos pemilik perusahaan atas budinya ke keluarga Angel, hanya perlu menyebutkan angka angka saja.


__ADS_2