Sistem Mata Dewa

Sistem Mata Dewa
BAB 37 Santoso Terbunuh


__ADS_3

Setelah mengurus semuanya di Beijing, Steve terbang ke Jakarta, karena tidak mau merepotkan meropatkan Rinaldi dia tidak memberitahu jadwal keberangkatan ke Jakarta.


Bandara Soekarno hatta hari ini terlihat ramai, dengan perasaan senang dan penuh kerinduan, Steve menghirup udara dengan dalam, sudah hampir satu tahun dia meningalkan Jakarta.


" Rich charlton pak " ujar Steve kepada sopir taksi bandara.


Selama perjalanan menuju hotel dia melihat kanan kiri, tidak banyak perubahan yang berarti selama setahun ini masih macet dan sumpeq pikirnya dalam hati.


Di hotel dia memesan presiden suite untuk beberapa malam, dari kamar presiden suite ini bisa dengan jelas melakukan pengamatan dan memperhatikan keadaan sekitar.


Sengaja dia memilih hotel ini karena berdekatan dengan perusahaan Santoso, dia punyan rencana dan kejutan untuk Santoso.


Sebelum bertemu Rinaldi Steve pergi melihat kuburan ibunya, firasatnya mengatakan kuburan ibu pasti tidak terawat dengan baik, tentu saja karena sudah satu tahun tidak ada yang merawat dan membersihkan, sebelum pergu menyempatkan dulu membeli bunga.


Memang betul apa yang dia rasakan, kuburan ibunya dipenuhi dengan tumbuhan liar bahkan papan nisan sudah hampir roboh, segera Steve membersihkan dengan penuh rasa penyesalan.


Setelah semuanya beres dia berdoa dan menabur bunga, kemudian mendatangi penjaga kuburan dan meminta supaya bisa membersihkan dan menjaga makam tersebut dari kotoran dan kerusakan, dan kemudian uang meningalkan uang yang cukup serta meningalkan nomor kontaknya.


Hatinya lega dan puas, Stevepun segera menuju dan melihat kondisi perusahaan.


Mobil berhenti di sebuah hotel bintang lima, dengan sopan Steve bertanya pada resepsionis yang tidak mengetahui bahwa dia adalah bos sebenarnya dari hotel itu.


" Bisa bertemu dengan pak Rinaldi mbak " tanya Steve sambil menatap resepsionis


" Dengan bapak siapa dan apakah sudah ada opoinment sebelumnya pak " balas resepsionis, dia kagum dengan paras pemuda tampan ini tapi tugas adalah tugas tak mungkin dia sembarangan mempertemukan bos hotel dengan orang lain kecuali sudah membiat janji


" Bilang saja dari Steve, saya sudah ada janji bertemu dengan dia " tegas Steve, sebenarnya gampang saja bagi Steve buat bertemu dengan Rinaldi tapi dia lebih suka secara prosedur saja.


Dengan segera resepsionis menghubungi Rinaldi dan memberitahu bahwa ada seorang relasi yang bernama Steve ingin ketemu dan katanya sudah punya janji.

__ADS_1


Rinaldi yang sedang memeriksa pembukuan setelah menerima khabar dari resepsionis segera bergegas turun ke loby.


Dua sahabat bertemu dan saling beperlukan, Rinaldi segera mengajak Steve ke ruangannya, mereka mau bicara secara privasi.


Rinaldi menjelaskan bagaimana Santoso mulai mengusik perusahaan yang Steve miliki, bukannya Rinaldi tidak berusaha buat menghalangi, tapi kekuatan Santoso yang besar tidak mungkin membuat dia mengambil resiko, dia punya keluarga yang mesti dia nafkahi.


Steve yang mendengar penjelasan Rinaldi hanya menganguk dan mengatakan akan mencarikan solusinya dengan cepat, sebenarnya solusi yang dia temukan tentu saja dengan menghabisi Santoso.


Setelah puas berbincang, Rinaldi membawa Steve makan siang di restoran. Steve menjelaskan banyak hal bahkan dia menekankan pada Rinaldi jangan sampai orang lain tahu dia pindah ke Beijing.


" Lebih baik semua kolega tahu bahwa perusahaan itu sudah menjadi milik anda, hal ini bertujuan untuk mengamankan perusahaan dari Santoso " ujar Steve memberikan solusi bagi Rinaldi.


Setelah makan siang mereka berpisah di restoran, Steve menolak keingginan Rinaldi untuk mengantarkannya kembali ke hotel, dia hanya ingin berkeliling dan mau melihat rumah lama keluarganya.


Taksi berhenti, dan sebelum membuka pintu mobil Steve melihat Santoso yang mengendarai mobil ke arah Pancoran, dengan segera Steve meminta sopir taksi mengikuti mobil tersebut.


Santoso sambi berdendang kecil mengemudikan mobil menuju perusahaan sekuritas milik Tiara, ya hubungan antara dia dengan Tiara sudah membaik dan menjadi dekat sejak Steve pindah dari Jakarta dan tentu saja niat dia sebentar lagi akan tercapai.


Untuk melancarkan usahanya, dia akan membuat strategi membawa Tiara keluar pergi ke bar, di dalam bar dia sudah membuat semua rancangan.


Sesampainya di kantor Tiara dan memarkirkan mobilnya dan masuk kedalam, dia tidak perlu bertanya pada resepsionis, sejak mereka dekat satu sama lain Santoso bebas masuk keluar kantor dan mendatangi ruangan Tiara.


Steve meminta sopir taksi mau menungu dan mengikuti arahanya, dia memberikan segepok uang lembaran biru kepada sopir taksi, tentu saja sopir taksi tidak keberatan, mau keberatan apa mencari penumpang di Jakarta sudah sangat susah apalagi sejak adanya sopir online.


Dengan sabar Steve menungu, sengaja dia memesan taksi agar tidak menimbulkan kecurigaan, lain hal jika mobil dari aplikasi berbayar tentu akan menimbulkan kecurigaan bagi Santoso.


Selang beberapa waktu Santoso keluar dari perusahaan dengan mengandeng Tiara, dia membuka pintu mobil untuk Tiara dan bergegas kembali ke bangku sopir.


Tak ada rasa kecewa apalagi sedih di hati Steve semua terlihat normal dan standar, dia punya Shu qian yang kecantikannya berlipat lipat dibanding Tiara, hanya orang bodoh yang menangisi kecantikan standar daripada kecantikan maksimal .

__ADS_1


" Jaga jarak dan jangan terlalu dekat pak " perintah Steve, sopir taksi yang sudah pengalaman tentu paham instruksi ini, dia berpikir mungkin saja Steve mengikuti selingkuhan istrinya begitulah pemikiran sederhana dari seorang sopir.


Mobil Santoso berhenti di bar yang cukup terkenal di Jakarta, walaupun bar nya belum dibuka tapi masih ada tempat karoeke yang biasanya digunakan oleh pengusaha muda disiang hari untuk curi ayam ( istilahnya curi waktu untuk selingkuh ), hal ini memang biasa dilakukan pengusaha muda.


Mereka menyewa room eksekutif dan segera masuk ke dalam, Santoso merasa gembira dia sudah bersusah payah membujuk Tiara date siang hari bersamanya dan hari ini Tiara mengabulkan permintaannya.


Pelayan kemudian menghidangkan dan menyajikan semua pesanan, Tiara terlihat sibuk melihat dan memiih beberapa lagu, dia tidak melihat pelayan dan Sontoso menyuntik minuman kemasan mineral dengan obat perangsang.


Begitu nanti Tiara sudah terangsang dia akan membawa ke hotel dan di kamar hotel yang sudah dia sewa tersedia berbagai alat rekaman yang akan dia jadikan sebagai senjata untuk menekan jendral handoko.


Setelah menungu cukup lama Steve turun dari taksi dan meminta sopir untuk tetap berada di bar, dia memasuki bar dan kemudian bertanya kepada resepsionis ruangan Santoso.


" Maaf mbak tamu barusan dengan nama pak Santoso diruangan mana, saya diundang beliau untuk hal bisnis " kata Steve meyakinkan resepsionis.


Resepsionis melongo melihat pemuda tampan berdiri di dekat mejanya, dengan wajah memerah dia mengatakan Santoso berada di ruangan VIP room.


Dia yakin pemuda yang bertanya itu bukan orang jahat buktinya dia tampan dan menawan, resepsionis ini mungkin lupa dengan pepatah bahwa apa yang terlihat belum tentu mencerminkan yang sebenarnya.


Segera Steve menuju ruangan yang ditunjukan oleh resepsionis, dia berjalan dengan tidak tergesa gesa, dia tahu banyak CCTV yang berada disekitar itu.


Santoso segera mengajak Tiara untuk makan terlebih dahulu sebelum bernyanyi, dengan alasan nanti sudah dingin dan tak enak.


Tiara menyantap makanan yang dihidangkan, kebetulan pagi tadi dia hanya makan sepotong roti dan susu, dia cukup lapar apalagi sudah masuk jam makan siang.


Melihat Tiara sudah masuk ke dalam jebakannya Santoso seringai iblisnya pura pura penuh perhatian kepada Tiara dengan membuka air mineral dan menuangkannya ke gelas Tiara.


" Terima kasih..baik banget sih " puji Tiara, dia merasa senang dan bahagia dengan perhatian Santos padahal dulu dia membencinya.


" Perhatian kepada orang yang kita cintai tentu saja hal yang wajib dilakukan " Santoso semakin melancarkan rayuannya.

__ADS_1


Dengan perasaan tersipu Tiara menelan ait minum sambil menundukan wajahnya, dia tidak sadar sudah masuk dalam perangkap Santoso


__ADS_2