
Steve menerangkan di samping memebuat pil pencuci sumsum tulang dia juga membuat lulur yang tidak kalah manfaatnya. Lulur yang dioles menghilangkan luka kulit baik luka bakar maupun luka jahit setelah operasi.
Kehebatan dari lulur ini adalah meregenerasi kulit, sehingga wanita tidak perlu melakukan operasi kulit yang penuh resiko dan sangat mahal, keluarga Shu hanya bisa terkagum kagum dan antusias dengan penemuan ini.
Segera rapat digelar, semua eksekutif diseluruh perusahaan keluarga Shu dikumpulkan, mereka melakukan pembagian tugas, seperti pembelian bahan, promosi dan penjualan.
Bahkan tanpa ragu keluarga Shu mengeluarkan biaya yang besar untuk mendirikan puluhan tempat produksi supaya bisa membuat produk secara massal.
Sebagai bentuk ketulusan mereka kepada Steve, keluarga Shu memberikan tiga puluh lima persen saham dari keseluruhan perusahaan yang dimiliki oleh keluarga Shu.
Dengan melihat hubungan Steve dan Shun qian yang mungkin saja berkembang mereka berangapan saham tidak jatuh ketangan orang lain melainkan kepada calon menantu sendiri, toh pada akhirnya juga akan menjadi milik Shu qian.
Apalagi jika Steve semakin banyak membuat produk baru maka keuntungan semakin berlipat tanpa mereka membeli mahal rumus dari produk tersebut.
Hari itu suasana di aula pertemuan keluarga Shu terlihat semarak, ratusan wartawan baik cetak, online dan televisi berkumpul menjadi satu, mereka diundang untuk menyaksikan secara langsung pembuktian keajaiban khasiat obat dan kosmetik.
Hingar bingar serta celotehan menjadi tenang begitu eksekutif promosi keluarga Shu sudah mendatangi dan duduk di tempat yang sudah disiapkan oleh panitian.
Mereka menjelaskan kepada wartawan tentang produk fenomenal yang akan mereka lepaskan ke pasaran. Setelah menjelaskan manfaat serta khasiat kedua produk yang akan, sekarang giliran pembuktian.
Untuk pembuktian keluarga Shu tidak mau memakai model, mereka tidak mau dianggap melakukan pembohongan publik, bukankah semua model itu sudah mulus dan cantik.
Biar lebih nyata dan bombastis mereka malah mengajukan tantangan kepada wartawan untuk ikut serta berpatisipasi dengan menjadi bahan percobaan pil.
__ADS_1
Wartawan menjadi ribut, hampir seluruh wanita mengangkat tangannya inggin ikut serta menjadi, selintas mereka sudah mendapatkan bocoran bahwa harga pil yang sedang diuji harganya sangat mahal.
Setelah melihat sekeliling pikihan pihak panitia jatuh kepada salah satu wartawan wanita yang memiliki kulit kusam gelap dan wajah yang kasar. Sunguh wanita sangat pantas menjadi bahan percobaan.
Wartawan ini merasa senang, dan di arahkan ke tempat tidur yang telah disediakan, sebelum berbaring pihak panitia memberi satu buah pil untuk diminum.
Dengan senang hati wartawan itu meminum pil yang diberikan dan lantas berbaring, nantilah berpikir masalah efeknya yang penting harga sangat mahal, dan dia juga punya keuntungan jika pil tidak sesuai seperti yang katakan pihak panitia dia bisa membuat berita karena dia langsung yang menjadi korban percobaan.
Setengah jam telah berlalu, seluruh tamu yang ada melihat hawa hitam muncul ke permukaan kulit perempuan, menutupi seluruh kulit bahkan wajah si wartawan, bau busuk segera menyebar keseluruh ruangan dan setelah dianggap cukup maka wartawan diarahkan oleh panitia ke kamar mandi membersihkan tubuh dan wajah.
Para tamu dan wartawan dengan tegang menungu si wartawan keluar dari kamar mandi, setelah wartawan itu keluar dari kamar mandi teriakan kaget keluar dari mulut tamu dan wartawan lainnya.
Mereka terkejut melihat perubahan total tanpa olesan kosmetik, wajah yang suram kini menjadi halus dan cerah, kulit yang kering dan dekil bahkan berubah menjadi putih bening, semua ini diluar dugaan seluruh tamu dan wartawan.
Tamu yang datang sebagai pengusaha segera melakukan kontak dengan panitia dengan meminta diutamakan dalam kontrak kerjasama pembelian pil, bahkan telpon panita tidak putus putus berdering, suasana sangat sibuk dan ribut.
Panitia meminta tamu yang hadir untuk duduk kembali, panitia belum selesai memperkenalkan seluruh produk. Wartawan dan tamu segera duduk dengan antusias, mereka inggin sekali melihat keampuhan produk lainnya.
Sekali lagi panitia meminta salah satu tamu atau wartawan bergabung dalam uji coba lulur. Panitia sudah menjelaskan bahwa keampuhan lulur ini dapat menutup luka kulit serta menghilangkan bekas jahitan serta meregenerasi kulit secara cepat.
Salah satu tamu wanita segera berdiri dan bergegas ke pangung tanpa diminta, dia memiliki bekas jahitan diperut akibat operasi caesar.
Pihak panitia hanya melongo dengan kedatangan tamu itu, mereka belum memilih secara acak, teriakan dan cacian dari tamu lain tertuju kepada wanita itu tapi dia cuek dan tidak peduli.
__ADS_1
Demi menghindari keributan pihak panitia juga memilih tamu yang lain untuk uji coba, seorang wanita dengan bekas luka diwajah tampil ke depan.
Pihak panitia kemudian mengoleskan lulur kepada dua wanita itu dan memijit secara rutin selama tiga menit. Setelah tiga menit mereka diantar oleh panitia membersihkan kotoran lulur ke kamar mandi.
Terdengar jeritan senang dari kedua wanita itu yang satu melihat bahwa jahitan diperutnya sudah hilang dan satu lagi juga melihat bekas luka diwajahnya sudah hilang dan kembali mulus tanpa ada jejak sedikitpun.
Tamu dan wartawan kembali mengerumuni kedua wanita yang sudah di uji coba, kembali dunia online gempar, dunia televisi gempar, dunia kosmetik dan obat gempar bahkan model dan selebriti pun juga terkejut, mereka menyesal tidak datang diacara pertemuan.
Beberapa pengusaha kosmetik dan obat segera mendesak panitia melakukan kontrak dengan mereka, jangan sampai mereka kehabisan jatah dan tidak mendapat jatah pembelian, keuntungan besar sedang bermain dalam pikiran mereka.
Mereka yakin stok pil dan lulur pasti terbatas dengan mahalnya harga tentu juga bahan bahan didalamnya juga mahal dan untuk mendapatkan bahan yang mahal tentu terbatas maka stok produksi juga pasti terbatas.
Demi menghargai para tamu yang berasal dari pengusaha kosmetik dan obat maka pihak panitia mendahulukan mereka mendapat kontrak pembelian lulur dan pil. Sisanya akan diberikan kepada pengusaha jaringan keluarga Shu.
Makian dan cacian terdengar ditelpon begitu mengetahui bahwa stok sudah terjual semua, pengusaha besar lain, model serta selebriti sangat kesal mereka tidak mendapat kesempatan pertama, padahal itu kesalahan mereka yang sudah diundang tapi tidak datang, mereka mungkin mengangap remeh produk yang diluncurkan, mungkin saja dugaan mereka produk tersebut paling paling seperti produk kebanyakan lainnya, dan sekarang mereka betul betul menyesal.
Malam harinya seluruh keluarga Steve dan keluarga Shu merayakan keberhasilan dari promosi produk mereka. Setelah di kalkulasi mereka mendapatkan ratusan milyar remimbi dari penjualan dan keuntungan dan itu terjadi hanya dalam satu hari.
Kedua keluarga merasakan kehebatan dari makan tangan pria tampan ini, Shu qian bahkan tidak pernah beranjak dari sisi Steve, dimana ada Steve di situ dia berasa, sama saja keadaannya dengan Zhen meng, dimana Hana berada di situ juga dia berada seperti perangko yang menempel di amplop.
Steve menganjurkan untuk memperluas penjualan keseluruh negara cina dan keseluruh dunia, mereka bisa berkerjasama dengan seluruh rumah sakit, bahkan produk kecantikan seperti oriflame, dior dan lainnya.
Gagasan ini segera disambut oleh keluarga Shu, mereka akan memperluas penjualan keseluruh dunia, untuk mencapai tujuan itu maka mereka mengundang pengusaha kosmetik dan obat yang sangat berpengaruh di dunia...
__ADS_1