
Tentu situasi seperti ini belum pernah dihadapi oleh Kepala keluarga Zhen, perintah komando segera keluar untuk mengarahkan satelite ke wilayah selatan, satelite yang diarahkan ke titik koordinat lubang pengalian tidak mampu menembus tabir dunia bawah, mereka hanya melihat lubang galian yang dalam.
Belum selesai ketegangan yang dialami pusat Beijing laporan masuk dari Jendral Megan yang menceritakan hal yang sama di wilayah utara, terlihat Kepala keluarga Zhen memijit mijit keningnya pusing dengan masalah yang dihadapi, dia tidak takut sekuat apapun musuh jika saling berhadapan, yang dia takutkan adalah musuh yang tidak terlihat.
Adaba yang berada di samping memegang tangan kakeknya dan berkata " jangan khawatir kakek, semua akan baik baik saja, Adaba tahu apa yang ada di dalam lubang galian itu " katanya yang membuat Kepala keluarga Zhen menjadi terperanjat.
" Apa yang Adaba lihat dalam lubang galian itu " tanya Kepala keluarga Zhen dengan penasaran, bagimana mungkin cucunya bisa melihat apa yang ada di sana sedangkan satelite saja tak mampu memvisualkan.
" Pasukan aneh dan berbadan besar sedang keluar menuju permukaan, jumlah mereka sangat banyak sekali dengan kekuatan yang tidak pernah kita lihat sebelumnya " kata Adaba dengan mimik sedikit ketakutan.
__ADS_1
Kepala keluarga Zhen sangat terkejut dengan penghilatan dari Adaba, badanya mendadak merasa dingin dan bulu tubuhnya meremang, bagaimana bisa makhluk sebuas dan sebanyak itu tidak bisa dipantau oleh satelite, tabir apa yang melindungi mereka?
" Apa yang mesti kita lakukan ? " keluh Kepala keluarga Zhen tanpa sadar
Adaba yang melihat kesusahan kakeknya merasa tidak tega, " kakek bangunkan saja ayah, hanya ayah yang mampu melawan mereka " kata Adaba dengan mimik yang serius, dia yakin jika ayahnya turun tangan maka semua persoalan mampu diatasi.
" Enghhh ada apa.." terdengar suara lemah dari dalam kamar, Steve membuka pintu kamar, wajahnya terlihat kuyu, mata memerah, kumis dan jengot turut hadir menghiasi wajah yang suram, Kepala keluarga Zhen sejenak terpaku melihat keadaan Steve, merasa menyesal sudah mengangu anak angkatnya ini, sebagai orangtua dia merasa sedih dan prihatin dengan keadaan Steve.
" Maaf jika ayah mengangu kamu Steve, tapi kita dalam keadaan darurat, beberapa wilayah utara dan selatan putus kontak dan dikuasi oleh kekuatan asing yang tidak pernah kita jumpai sama sekali, mereka juga mengali bumi untuk mengeluarkan pasukan yang terkuat " keluh Kepala keluarga Zhen dengan tatapan cemas dan gundah.
__ADS_1
Steve yang mendengar keluahan ayahnya terkejut dan merubah sikap menjadi serius, keadaan apa sampai ayahnya berkata tidak pernah menemui kekuatan seperti itu? bukankah seluruh alam semesta mereka pernah merasakan kekuatan militernya? daripada berandai andai Steve segera bergegas keluar dari kamar dan pergi menemui Adaba bersama Kepala keluarga Zhen.
" Nak apa yang kamu lihat sesunguhnya ? " tanya Steve dengan hati hati, bisa saja bahwa Adaba mendapat penglihatan yang keliru, karena Steve sendiri tidak pernah menyangka bahwa anaknya memiliki penglihatan yang luar biasa.
" Ayah, jutaaan pasukan yang sangat kuat dan mengerikan naik ke permukaan tanah, mereka berasal dari kedalaman bumi, beberapa kekuatan asing yang tidak pernah kita lihat sebelumnya membantu mereka naik ke permukaan " jawab Adaba dengan mimik ketakutan.
Steve yang mendengar penjelasan anaknya terkejut dan firasatnya mulai tidak enak, bagaimana mungkin satelite tidak mampu mendeteksi pergerakan pasukan asing ini, apakah mereka memakai tabir ilusi sehingga mampu mengecoh penglihatan satelite?
" Ayah, aku akan pergi kesana dan tolong kumpulin seluruh petinggi dinasty serta memberitahu seluruh masyarakat dalam keadaan siaga satu, kita harus waspada sebelum terlambat " pinta Steve yang segera menghilang sebelum mendengar jawaban dari Kepala keluarga Zhen.
__ADS_1