
Yang tidak diketahui oleh Steve, sebenarnya Santoso ini merupakan pengkhianat negara dia berkerjasama dengan negara asing membocorkan informasi tentang kelemahan ekonomi dan kekuatan militer.
Santoso mendapat keuntungan kekuatan finansial dari negara asing, dana tak terbatas dan memberi akses sebesar besarnya untuk membeli perusahaan perusahaan lokal yang menguasai kepentingan masyarakat seperti telekomunikasi dan infrakstruktur, tentu saja sifat arogan begitu besar melakat pada diri Santoso
Badan inteligen dan pertahanan nasional bukan tidak tahu Santoso ini seorang pengkhianat tapi mereka belum menemukan bukti, jikapun ada bukti sangat riskan untuk menangkap Santoso yang bisa mengakibatkan runtuhnya atau goncangnya ekonomi nasional.
Santoso bertekad untuk melawan Steve, sangat susah mendekati Tiara jika masih bersama Steve, Santoso mempunyai kepentingan mendekati Tiara supaya bisa menekan Jendral besar handoko.
" Kamu harus menghabisi Steve soal biaya tidak ada masalah " desak Santoso ke peimpinan Tiger. Sebenarnya sudah beberapa kali Santoso mengunakan kelompok Tiger dalam menekan musuh dan saingannya.
Kelompok Tiger juga dendam dengan Steve sudah beberapa orang yang menangani Steve hilang dan tidak ada khabar berita, kelompok Tiger yakin bahwa mereka sudah terbunuh, demi balas dendam dan memenuhi permintaan Santoso kelompok Tiger mengirimkan pembunuh bayaran elit tingkat SS
bahkan pembunuh elit ini akan berkoloborasi dengan tentara elit asing yang juga diminta bantuan oleh Santoso, sangat genting memang keadaan Steve.
Ditempat lain perayaan pembukaan perusahaan baru dilakukan, ratusan karangan bunga berdiri berjejer mengucapkan selamat atas pembukaan perusahaan sekuritas dan penjualan batu mulia.
Tiara terlihat angun dengan gaun berwarna hitam yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih susu, sementara di dalam ruangan Steve juga sedang berbincang dengan beberapa relasi sambil mengunakan tuxedo berwarna putih, suasana meriah dan penuh keakraban
bremm...bremmm
Diluar terdengar bunyi hiruk pikuk yang membuat orang di dalam merasa tidak nyaman, pandandan mereka serentak melihat apa yang terjadi, rombongan mobil sport berhenti di luar ruangan dan memakirkan mobil sembarangan, Santoso keluar dari salah satu mobil yang diiringi oleh pemuda lainnya, bukan kaleng kaleng pemuda yang mengiringi Santoso merupakan kelompok pengusaha muda nasional.
__ADS_1
Steve memberikan kode kepada Tiara agar diam di tempat dan biar dia yang menyambut kedatangan mereka, Steve juga tidak bisa menolak tamu walau mereka tidak diundang karena tamu yang datang ini adalah pengusaha semuanya.
" Selamat datang di perayaaan pendirian perusahaan kami, silahkan masuk dan bergabung " tutur Steve ramah dan sopan pada rombongan mobil sport
" Bagi Steve jika mereka tidak mencari masalah tak ada alasan melarang mereka, lain hal jika mereka mencari masalah maka Steve tak akan bersikap lembut bahkan akan bersikap kejam.
Santoso dan rombongan mobil sport masuk ke dalam tanpa menghiraukan Steve bahkan berjabat tangan pun tidak, sopan santun dan adat ketimuran yang seharusnya mereka perlihatkan ternyata tidak berlaku untuk Steve.
Santoso kemudian mendatangi Tiara yang dikawal teman temannya
" yo, Tiara selamat atas pendirian usaha anda, jika anda butuh bantuan teman teman saya dibelakang siap membantu anda, mereka semua adalah pengusaha nasional dari berbagai macam usaha " Santoso menjelaskan panjang lebar dan sok akrab seakan akan Tiaralah pemilik perusahaan
" Terima kasih pak Santoso atas perhatiannya, tapi jika memang mau berinvestasi pak Santoso bisa membicarakan langsung dengan pemilik perusahaan " Tiara menunjuk ke arah Steve.
Keesokan harinya Santoso menghubungi kelompoknya meminta mereka membantu penyediaan dana
Tekhniknya adalah menekan saham Steve, dengan membeli semua saham yang dijual dan menjual dengan semurahnya sehingga harga saham menjadi rendah, jika saham menjadi rendah maka pemegang saham akan menjadi panik dan pasti melepas harga saham yang tersisa, disitu dia akan membeli dengan harga murah dan kemudian menyuntikan dana besar agar harga saham kembali naik, dengan mengunakan berbagai perusahan untuk berinvestasi pada perusahaa. tersebut.
Tak ada yang istimewa dengan strategi yang dilakukan, dalam bursa saham permainan semacam ini sudah biasa dilakukan pialang anda hanya butuh dana yang besar, network yang luas serta ketelitian.
Pagi itu saham hotel Steve sudah berada di ujung tanduk, harga saham yang semula stabil berkisar dua ribu lima ratus perlembar menurun tajam hinga mencapai seribu perlembar, jika terus turun maka pemegang saham akan mengalami kerugian bahkan memiliki hutang tanpa sebab, memang dunia saham ini raja tega
__ADS_1
Jannet segera menghubungi Steve dan menceritakan persoalan yang terjadi, jannet merasakan ada jebakan yang dilakukan pialang saham, Steve yang mendengar berita tersebut segera membuka laptop dan menyuruh Tiara untuk bersiap siap melakukan transaksi pembelian saham.
Diperusahaan sekuritas mereka Steve sudah mencadangkan dana lima ratus milyar, dia kemudian memasukan investasi satu triliun lebih sebagian dari dana sekuritas dan sebagian dari kantongnya sendiri, investasi yang masuk menyebar di kalangan pengusaha secara cepat dan menyebabkan sentimen pasar pada saham hotel menjadi positif, bahkan harga saham naik tajam menjadi tiga ribu perlembar.
Disatu sisi Santoso merasa kaget bahwa Steve yang punya perusahaan padahal dia masih dendam dengan Steve soal hotel dan masalah hubungan Steve dengan Tiara
Santoso gelap mata dengan keadaan yang terjadi dan berusaha menurunkan kembali harga saham dengan menjual murah di bursa saham, tekhnik kotor ini dilakukan agar sentimen kembali negatif dan Steve harus membakar uangnya lebih banyak lagi.
Steve tahu sangat paham dengan permainan ini dia membeli semua saham yang Santoso jual dengan mengunakan salah satu nama perusahaan yang berbeda, melepaskan isu bahwa akan menyuntik permodalan hotel sekitar dua triliun.
Isu ini disambut oleh para investor dengan kembali harga saham Steve menjadi lima ribu rupiah perlembar, kemudian Steve menjual kembali dua puluh lima persen saham ke bursa efek, dari uang yang dibakar oleh Steve sekitar satu setengah triliun akhirnya rebound menjadi tiga triliun, dalam hal ini Steve untung satu setengah triliun sementara posisi saham stabil di bursa efek.
Bagi yang tidak mengerti saham tentu ribet mengikuti permainan pembelian dan penjualan saham, sama juga dengan Santoso dia tidak begitu ahli, jikapun ahli kemampuan dananya juga tidak mencukupi, dia memang memiliki banyak investasi tapi bukan uang tunai.
Santoso membanting laptopnya, dia sudah berhutang kepada kelompok mobil sport empat ratus miliar sedangkan dana pengembalian dari bursa saham hanya dua ratus milliar, dalam pertarungan tadi dia sudah rugi dua ratus milliar, mukanya gelap dan suram, sedangkan teman temannya melihat dalam keadaan panik.
Walaupun mereka pengusaha kaya uang tunai itu dari kas perusahaan. yang mereka pakai, tentu beresiko sekali jika kas perusahaan menjadi kosong.
" Tak usah khawatir uang kalian aman, berikan saya waktu dua hari membayar semua " ujar Santoso yang membuat teman temannya bernafas dengan lega
" buku kedua telah terbit yang berjudul Ketika sistem membantu anak kampung membalas dendam
__ADS_1
buku kedua ini sangat seru dan hampir banyak nilai historis bercampur dengan fiksi, mohon dukungan untuk autor