
Segera Zhen men memukul kedua pengawal arogan itu, kecepatan dan kekuatan pukulan Zhen meng sangat mengerikan, kedua pengawal yang berbadan kekar itu seketika terlempar dan menghantam kaca caffe dan tidak mampu bangkit kembali, Zhen meng mendekati anak kecil yang sombong itu dan menamparnya beberapa kali, anak kecil itu ketakutan dan menangis dengan keras
" Awas kamu saya laporin ke ayah saya " teriak anak itu, mengambil ponsel dan menghubungi ayahnya, Zhen meng berdiri dengan tenang sambil mengendong Adiba, dia menungu ayah anak ini, sunguh dia penasaran siapa ayah anak ini dan bagaimana bisa berlaku semena mena di Beijing ?
Dengan cepat ayah anak itu datang bersama anak buahnya, tapi Zhen meng tidak mengenali orang itu, Marko seorang pejabat di Tewante, dia sangat berpengaruh karena berasal dari keluarga kaya dan berkuasa, kedatangannyan kali ini ke Beijing ingin bertemu dengan penguasa dunia kepala keluarga Zhen, melaporkan keadaan di Tewante, karena pemimpin tewante sakit dan tidak bisa datang maka dia mengutus Marko mewakili dirinya.
Melihat wajah anaknya merah bekas tamparan dia marah besar, siapa yang berani memukul anaknya sampai berbekas seperti itu di wajahnya.
" Itu orangnya ayah, pukuli dan hajar dia sampai mampus " teriak Hari kepada ayahnya. Marko melihat seorang pria yang cukup tampan sambil mengendong gadis kecil yang masih menangis terisak.
" Beraninya kamu memukul anak saya, pengawal hajar orang ini !!" perintah Marco kepada pegawalnya, kelihatannya dia tidak menginginkan penjelasan dari Zhen meng, baginya walaupun Hari bersalah tetap benar, bukankah begitu gaya orang berkuasa.
Zhen meng naik pintam sambil mengendong Adiba tubuhnya bergerak dengan gesit menghindari serangan dan pukulan lawan, merasa tak ada gunanya berlama lama dia balas memukul semua musuh, caffe sudah berantakan semua dan pengawal bergelimpangan dimana mana, Marco gemetaran ketakutan melihat kehebatan dan keganasan Zhen meng.
Tidak mau memperpanjang masalah Zhen meng membayar semua kerusakan di caffe tersebut dan seger kabur bersama Adiba, dia bukan takut tapi khawatir ada yang melapor ke ayahnya Adiba di pukulin orang, kalau ayahnya tau bakalan celaka tujuh belas.
" Adiba, nanti kalau kita pulang jangan beritahu kakek ya, please " pinta Zhen meng sambil mengangkat kedua jarinya tangannya.
__ADS_1
Adiba yang melihat peluang segera memanfaatkannya " oke tapi paman janji belikan aku ice cream tiap hari ya " balas Adiba dengan seringai yang membuat Zhen meng ketakutan, tapi demi gadis kecil ini tidak membuka rahasia dia mengabulkannya walau kakek sering melarang Adiba makan ice cream dengan alasan bisa bikin gigi rusak dan amandel.
Marco yang tidak terima kekalahan serta sudah dihasut oleh anaknya, segera menghubungi kepala keluarga Zhen dan menceritakan kejadian yang menimpa dirinya, tentu saja dengan sedikit kebohongan bahwa anaknya tidak bersalah.
Kepala keluarga Zhen segera menyuruh pihak keamanan untuk mencari pelaku dan menangkapnya, ini sangat memalukan bagaimana tamu dari negara lain bisa di perlakukan dengan tidak baik di wilayah kekuasaanya, segera pihak keamana menyelidiki dengan memangil semua saksi dan melihat cctv yang ada di caffe tersebut, dan hasilnya sunguh mengejutkan mereka.
Sementara Zhen meng dan Adiba sudah pulang ke rumah, kepala keluarga Zhen langsung mengambil Adiba dari gendongan Zhen meng dan memeriksa semua, memutar tubuh cucunya depan belakang, setelah merasa aman, dia mengendong Adiba dan menciuminya, dan mengajak Adiba bercerita.
Ponselnya berdering, kepala keluarga Zhen melihat pangilan dari kepala kepolisian yang dia perintahkan menyelidiki kasus yang menimpa Marco, dengan segera dia menerima pangilan.
" Bagaimana apa pelaku sudah ditemukan " kataya kepada kepala kepolisian, dia memberi deadline waktu satu kali dua puluh empat jam menuntaskan kasus tersebut, kalau tidak maka ada sangsi buat kepala kepolisian.
Kepala keluarga Zhen merasa heran kenapa hal gampang membutuhkan campur tangannya, apakah yang melakukan salah satu dari pejabatnya, daripada menduga duga dia segera membuka rekaman cctv yang dikirimkan oleh kepala kepolisian.
Melihat rekaman cctv, wajahnya berubah menjadi merah padam, melihat cucu kesayangannya dijambak dan ditarik rambutnya dari belakang hinga terjatuh ke lantai, dia meremas ponsel itu tanpa sadar sehinga hancur berantakan.
Melihat dengan seksama wajah Adiba yang masih dalam gendongannya, memang kelihatan seperti habis menangis, segera dia memangil Zhen meng.
__ADS_1
" Anak bangs""t menjaga keponakan sendiri saja tidak becus, menyesala aku memberi izin kamu membawa Adiba " geramnya sambil memukul dan menendang putranya, Zheng meng yang sudah ketakutan meminta ampun kepada ayahnya, siapa ya yang memberitahu ayah pikirnya.
Setelah membuat Zhen meng babak belur, kepala keluarga Zhen membawa Adiba ke istana kepresidenan, dia mau menghajar si Marco yang sudah berbohong, bagaimana mungkin permata keluarga Zhen yang mengemaskan berlaku kasar pada orang lain, dan bagaimana pula di dunia ini orang lain mampu mengangu cucunya.
" Pangil Marco dan suruh datang ke istana " perintahnya kepada sekretariat kepresidenan begitu dia dan cucucnya sudah sampai di istana kepresidenan, giginya gemeretak menahan amarah, dia mengusap usap pipi cucunya, beraninya orang itu, jangankan memukul Adiba bahkan nyamukpun tidak boleh menggigit cucunya yang sangat mengemaskan.
Marco yang merasa senang di pangil oleh pemimpin dunia segera beerangkat ke istana, dia merasa sangat dihargai dan menjadi besar kepala, dia berjalan dengan banga.
Sesampainya di istana Marco dibawa masuk oleh sekretaris menuju ruang presiden, begitu masuk dia terkejut melihat gadis kecil yang bertikai dengan anaknya berada dalam gendongan pemimpin dunia, dalam sekejap perasaan banga tadi berubah menjadi rasa takut.
" Selamat datang tuan Marco, apakah anak gadis ini yang bertikai dengan anak anda " tanya kepala keluarga Zhen menatap geram ke arah Marco.
" Yang mulia siapa gerangan gadis kecil ini " tanya Marco terbata bata, dia sangat tahu kafakter pemimpin dunia yang terkenal baik tetapi ganas jika berhadapan dengan musuh.
" Gadis kecil ini adalah cucu yang paling kusayangi, permata keluarga Zhen dan tidak seorangpun yang berani menyakitinya, anakmj menjambak dan menarik rambut cucuku hinga jatuh ke lantai, kau pikir siapa dirimu ? " kata kepala keluarga Zhen dengan santai.
Walau perkataan itu diucapkan dengan santai tetapi seperti petir yang memekakan di telinga Marco, dia tahu bahwa dia dalam bahaya besar sekarang, dengan segera dia berlutut memohon ampun kepada pemimpin dunia.
__ADS_1
" Maafkan saya dan anak saya yang mulia, kami tidak tahu bahwa gadis kecil ini cucu yang mulia, saya akan memberikan hukuman yang berat kepada anak saya " ujarnya sambil membenturkan kepalanya ke tanah beberapa kali.