
Pembunuh berlian menjerit terkena jarum perak yang dilemparkan Steve, dia sudah pengalaman dalam berkelahi dan mempunyai reiki yang kuat, beberapa jarum perak berhasil dia lepaskan.
Sambil menyalurkan reiki kebagian yang terluka karena jarum perak, dia memusatkan kekuatannya kepada kedua telapak tangan dia inggin bertaruh yang terakhir dengan serangan ini.
Steve tidak mau bermain main, memusatkan seluruh kekuatan pada tinjunya dia melompat dan memukul keras ke arah pembunuh berlian yang disambut dengan telapak tangan.
" Arggghhhh " jerit kesakitan melengking yang diiringi dengan hancurnya leburnya kedua tangan pembunuh berlian, kekuatan pukulan yang dilontarkan oleh Steve betul betul di luar imajinasinya.
Sekarang pembunuh berlian sudah cacat, kedua tagannya tidak lagi utuh, Steve kembali bergerak menusuk beberapa titik tubuh dengan jarum perak ke badan pembunuh berlian.
" Saya akan mengampuni kamu dari rasa siksa yang sangat menyakitkan jika kamu mau mengikuti perintah saya" Steve memberikan tawaran kepada pembunuh berlian.
Pembunuh berlian mengangap remeh perkataan Steve dia sudah lama berkecimpung dalam dunia pembunuhan sudah ratusan kali dia merasakan rasa sakit akibat latihan dan siksaan lawan, lebih bunuh diri daripada mengikuti perintah lawan, dia punya prinsip yang tidak mau dia langar.
Melihat pembunuh bayaran keras kepala, Steve mendekati pembunuh berlian, mematahkan otot kakinya dan memeperbaiki kembali begitu seterusnya, jeritan sakit ngga tidak terkira keluar dari mulut pembunuh berlian.
Orang ini lebih kejam dari iblis sangat menakutkan, Steve tidak memberikan jeda waktu untuk pembunuh berlian, puas mematahkan kaki dan memperbaikinya kembali, dia beralih ke kaki lainnya
kretakk...kretakk
Bunyi patahan tulang kembali terdengar, sunguh pembunuh berlian sudah tidak sangup dengan penyiksaan yang Steve lakukan, Tuhan tahu ini sangat menyakitkan dan membuat mental jatuh sedalam dalamnya.
Keringat membanjiri tubuhnya, urat disemua badannya menonjol keluar bahkan celananya sudah basah dari tadi yang mengeluarkan bau pesing yang menjijikan, mungkin efek banyak makan jengkol ya hehheh
__ADS_1
Sambil menutup hidungnya Steve kembali mendekat
" Ampun tuan jangan lagi..jangan lagi " penuh permohonan pembunuj bayaran berlian kepada Steve dia setuju berkerjasama.
Steve meminta pembunuh berlian menghubungi kelompok Tiger dan memberikan informasi kepada kelompok Tiger misi sudah tuntas, Steve sudah berhasil dia bunuh dan sekarang pembunuh bayaran berlian inggin menyepi dan berkultivasi.
Dengan trik melakukan close up pada dirinya yang penuh luka serta darah Steve menyuruh pembunuh berlian memberikan foto kepada kelompok Tiger dan meminta sisa pembayaran agar dikirimkan ke rekening pembunuh berlian.
Kelompok Tiger setelah melihat bukti setuju dengan permintaan pembunuh berlian, mereka segera membayar uang yang tersisa dan tidak lupa memuji pembunuh bayaran setingi langit.
Dalam hati Steve terbahak bahak mendengar kelompok Tiger memuji pembunuh berlian, dia segera meminta atm dan no pin pembunuh berlian.
Setelah menerima semua Steve menjentikan jarinya, jarum perak melesat menembus dahi pembunuh berlian dan dia mati tanpa lagi merasakan sakit, hanya rasa penasaran dan rasa takut terpancar dari matanya... mungkin ini yang banyak disebut orang dengan mati penasaran ya.
Keesokan harinya Steve menghubungi Rinaldi dan menceritakan semua bahwa urusan Santoso dan lainnya sudah beres, Rinaldi bisa dengan lega mengurus semua bisnis yang dimiliki oleh Steve.
Setelah urusan selesai Steve inggin sekali bersantai, beberapa hari ini urat syarafnya begitu tegang dia butuh rileks. Malamnya Steve meluncur ke Jakarta selatan.
Jakarta selatan selain dikenal dengan kota fashion juga terkenal dengan tempat hiburan, klub di Jakarta selatan banyak dikunjungi oleh tuan muda yang kaya raya.
Musik berdentam dengan kuat, Steve mencari tempat duduk yang sepi dari pengunjung, dia hanya ingin minum dengan tenang tanpa ada ganguan.
Tapi yang namanya pria tampan dan rupawan dia menjadi pusat perhatian baik bagi tamu wanita yang berkunjung ke klub maupun para escor, mereka bolak balik berjalan ke arah meja Steve dan sedikit mengoda, berharap untuk diundang duduk di meja.
__ADS_1
Semakin malam semakin rame dan semakin kencang, disebelah table Steve terjadi sedikit keributan, seorang gadis yang sangat cantik terlibat pertengkaran dengan seorang tuan muda, gadis itu memaki dan menunjuk tuan muda dengan kasar.
Angel berencana datang ke klub hanya untuk menenangkan diri, dia mempunyai segudang persoalan baik di kantor maupun dengan orang tuanya, makanya dia datang ke klun hanya untuk minum melepaskan semua kekesalan hati.
Tapi dia tidak meyangka kecantikannya menjadi malapetaka, beberapa pria yang datang menyapa berhasil dia tolak dengan halus, tapi seorang tua muda yang kaya dan sombong ini kekeh mengangu dirinya, padahal dia sudah mengatakan lagi menungu kekasihnya.
Saking kesal karena tuan muda ini sangat bebal dan menyengkelkan hatinya yang tadi sudah sedikit plong karena minuman kembali suram yang mengakibatkan emosinya meledak. Dengan suara keras dia membentak dan menunjuk tuan muda itu.
Tapi walaupun keributan terjadi pihak klub hanya diam saja, siapa yang tidak kenal dengan tuan muda ini, dia berasal dari keluarga yang sangat kaya dan berkuasa, ayahnya pengusaha sukses di Jakarta pamannya seorang jendral kepolisian di Mabes, apalagi kakak nya bergabung di pasukan khusus, sayangnya tuan muda ini arogan dan terkenal sombong.
Walaupun dibetak dan dimaki dia hanya tertawa saja dan masih mengangu gadis cantik itu, dia berkeinginan menyeret gadis cantik ini di atas kasur dan menghajarnya sampai puas.
Saking merasa kesal Angel menyiramkan minuman kerasnya ke wajah tuan muda, emosi tuan muda itu mulai terpancing dia menampar wajah Angel dengan kuat yang membuat Angel jatuh dan menabrak meja Steve.
Dengan cepat Steve menahan tubuh Angel agar tidak menimpa siku meja, dia takut Angel terluka.
Ada pelukan hangat yang membuat hati tentram dirasakan oleh Angel, sekilas masih dalam pelukan Steve dia menoleh melihat siapa yang memeluk dirinya, seraut wajah tampan nan menawan dengan bibir merah segar serta alis seperti sabit terpampang dekat dengan wajahnya.
Steve yang tidak inggin Angel salah paham segera mengatakan " Maaf jika saya menahan dan memeluk tubuh nona, saya takut jika tubuh nona terbentur dengan siku meja yang cukup tajam "
Angel yang tahu situasinya hanya tersenyum sambil mengigit bibir bawahnya " Terima kasih saya mengerti kondisinya, saya tidak menyalahkan tuan "
Dengan segera Steve melepaskan pelukannya, dan mendirikan tubuh Angel dengan sempurna, sekilas dia melihat lima sidik jari membekas di wajah putih Angel yang cantik, dia merasa kasihan melihat kondisi gadis ini tapi tidak inggin terlibat, siapa tahu mereka saling kenal dan punya hubungan pikir Steve.
__ADS_1
Melihat kejadian mesra tadi tuan muda mendekat, dia tidak senang dan segera menarik tangan Angel.
Angel berteriak minta tolong, dia tidak kenal dengan tuan muda ini, matanya melihat Steve dengan penuh permohonan