Sistem Mata Dewa

Sistem Mata Dewa
BAB 25 Pertarungan Berdarah


__ADS_3

" Dania jangan takut saya akan melindungi anda " Steve sambil mengendarai mobil menceritakan semua kejadian kepada dania, dia tidak mau dania salah paham


" Jangan khwatir Steve saya mengerti dengan situasi yang terjadi, dan saya yakin anda mampu mengatasi semua dan melindungi saya " Dania tidak sedikitpun merasa khwatir, toh jikapun tertangkap mereka tidak mungkin membunuh dirinya, mereka butuh rumus dan keahlian dania, sekarang yang mereka pikirkan keadaan adik Steve yang tidak bersalah


Steve tidak peduli handoko marah, bukan dia yang terkena masalah tapi keluarga ku, bahkan jika handoko kemudian memutuskan hubungan dengan dirinya dia juga siap termasuk melepaskan Tiara


Bukan apa apa kepentingan adiknya bagian utama sedangkan kepentingan dirinya bisa kapan kapan saja, jika terlalu ribet dia bisa pindah keluarga negeri bersama adik adiknya dan menjual semua perusahaan yang dia miliki, sudah banyak yang dia pikirkan sambil menyetir mobil menuju tempat pertemuan


Sesampai ditempat pertemuan bulu kuduknya merinding, dia batinnya gelisah dan firasatnya tidak enak. Tempat yang dia datangi adalah perbukitan, sangat susah memindai jika ada penjahat yang bersembunyi.


Satu pria bertopeng keluar dari pondok, Steve juga keluar dari mobil dan menyuruh dania menungu di mobil dan jangan keluar kecuali ada instruksi darinya.


"Serahkan ilmuwan itu dan anda bisa menjemput adik anda di dalam pondok " pembunuh SS melihat bahwa Steve memang tidak membawa polisi dia sudah memasang kamera di jalan sejauh satu kilometer sebelum masuk ke daerah perbukitan.


" Saya akan menyerahkan ilmuwan jjka saya melihat adik saya terlebih dahulu " Steve mana mau dibodohi oleh pembunuh SS, dia perlu mendapat jaminan bahwa adiknya dalam keadaan baik baik saja, jika adiknya terluka akan dia buat pembunuh SS ini hidup segan matipun tak mau.


Setelah menatap mata Steve, dia kembali kepondok dan membawa adik Steve, dia mengalah bukan karena takut, buat apa dia takut, sejumlah sniper dari militer asing sudah bersembunyi dibalik bukit, apalagi dia seorang pembunuh yang memiliki ilmu dan kekuatan, dia membawa adik Steve agar tidak mengulur waktu, dia masih punya pekerjaan untuk membunuh yang lain.


Steve memberi isyarat agar dania turun dari mobil, setelah melihat keadaan adiknya baik baik saja.


Dania berjalan menghampiri Steve, kedua belah pihak datang mendekat dengan membawa masing masing pertukaran, secepat kilat Steve meloncat dan menendang pembunuh SS dengan sekuat tenaga


Pembunuh SS bukan tidak tahu adanya serangan itu dia sudah bersiap tapi gerakan Steve terlalu cepat membuat dia terlempar beberapa meter


Steve segera meraih adiknya dan memeluk dania, dia menyuruh mereka masuk ke mobil dan pergi darisana secempat mungkin


Lara tidak mau pergi, mana mungkin dia meningalkan kakaknya seorang diri, lebih baik baginya mati berdua bersama Steve

__ADS_1


" Cepat lara, jangan khwatir kakak akan baik baik saja, " Steve mendesak dan menyeret adiknya ke mobil dan memberikan kunci mobil kepada dania, sebelum pembunuh SS pulih.


Dengan mata berlinang kedua gadis itu masuk ke mobil dan mengemudikan mobil dengan cepat, pembunuh bayaran SS pulih dia segera menyerang Steve dengan kekuatan penuh


Swit...swit


Bunyi pisau melesat ke arah Steve, dengan salto beberapa kali Steve menghindar tapi tidak disangka begitu dia berdiri dengan normal satu tendangan kuat mengenai kepalanya


Bruk..


Steve jatuh dan sempoyongan dan satu sinar kilat serta bunyi letusan menghantam dirinya, dia menahan peluru dengan kedua tanganya, tanganya terluka dan darah bercucuran


" Sialan ada sniper..."


Belum sempat dia pulih dan sadar satu pukulan lagi menghantam dadanya, untung saja reflek Steve sangat bagus, dia menahan pukulan tersebut dan mendorong dirinya ke belakang agar terhindar dari bidikan sniper


Sniper bergelatakan mati, dan Steve kembali berhadapan dengan pembunuh SS


Pembunuh SS terkejut dengan situasi yang dia hadapi, pantas saja kelompok Tiger mengutus dirinya dalam misi ternyata lawan sangat tanguh. Tapi dia tidak takut dia memiliki banyak pengalaman dan sudah menghadapi berbagai jenis tipe lawan.


Kali ini dia waspada dengan gerakan Steve, sedangkan Steve sendiri mulai merasa sedikit pusing akibat banyaknya darah yang keluar matanya mulai berkunang kunang


" Gw harus menghabisi pembunuh ini dengan cepat jika tidak bisa membuat pembunuh ini menyerah," Steve berencana melumpuhkan pembunuh ini dan mengorek informasi tetapi tenaganya mulai terkuras


Dua tendangan kuat ke dada dan kepala mengarah ke badan Steve, gerakan sangat kuat akurat dan tajam tapi masih bisa di atasi oleh Steve, yang dia tidak sadari tangan pembunuh SS mengeluarkan pisau dan menyayat badan Steve


Darah mengucur deras di tubuh Steve belum lagi luka dikedua tangannya yang mana peluru masih ada di dalam

__ADS_1


hiaatttttttt...!!!


Dengan pekikan kuat Steve menghilang dan hanya kelihatan kelebatan bayangannya saja, tiba tiba pembunuh SS merasakan kedua tangannya di blokir dan


kretak ..kretak


bunyi patahan tulang terdengar, sebuah teriakan menyayat hati terdengar dari mulut pembunuh SS


belum cukup sampai disitu, Steve juga mematahkan kedua kakinya


kretak ..kretak


kembali jeritan yang kuat terdengar di malam yang sunyi, mungkin saja bagi yang melintas di sana dan mendengar jeritan ini akan ketakutan, karena begitu sedih dan menyayat


Terduduk, pembunuh SS tidak mampu bergerak lagi dia lumpuh total


" Siapa yang menyuruhmu dan siapa para sniper dibalik bukit " Steve melihat dengan tajam ke pembunuh SS


Perkataannya tenang tak ada bentakan tapi pembunuh SS yakin Steve adalah iblis, buktinya dia tidak ragu mematahkan semua tulang tangan dan kaki pembunuh SS


" Santoso, dan sniper dibalik bukit adalah militer asing yang kerjasama dengan santoso, militer dari negara singa yang menginginkan ilmuwan" terang pembunuh SS tanpa daya, dia bukan orang bodoh yang mau menutup mulut tapi harus disiksa, dia tidak punya kemungkinan untuk bunuh diri.


Setelah mendapatkan keterangan Steve menusuk beberapa titik di tubuh pembunuh SS dengan jarum perak dan segera pergi meningalkan lokasi


" Apa yang kamu lakukan, jangan tingalkan saya " jerit pembunuh SS tapi Steve tidak peduli dia terus berjalan selagi daya tubuhnya masih kuat.


Terdengar jeritan menyayat dari pembunuh SS, jarum perak yang berada di titik tubuhnya mulai berkerja, rasa sakit tak tertahankan mulai mengerogoti bagian tubuhnya, rasa sakit ini seperti tulang yang di cabut paksa, dan dia tidak bisa pingsan karena Steve sudah menotok titik sadarnya, dia bahkan sampai buang air kecil di celana

__ADS_1


" iblis...iblis..." teriak pembunuh SS, dia tidak pernah menyangka pemuda itu lebih kejam daripada iblis


__ADS_2