
Selagi keluarga Zhen sedang sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk berkunjung ke Nibiru, di belahan Samudera sana sedang terjadi pertemuan penguasa dunia besar seperti Amerika, Inggris, Rusia dan lainnya diman pemimpin negara itu sudah disusupi oleh bangsa Reptilian
Dari pertemuan mereka dihasilkan kesepakatan untuk memusnahkan sebagian penduduk di bumi dengan cara perang, penyebaran virus serta demontrasi yang akan membawa dampak perang dalam negeri.
Hal ini dilakukan setelah para ilmuwan mereka mengetahui bahwa sumber daya alam di bumi tidak akan mencukupi kebutuhan umat manusia dalam lima puluh tahun yang akan datang, untuk itu perlu di adakanya pemusnahan massal.
Mereka hanya akan mempertahankan penduduk mereka, sedangkan yang lain dan bukan berhubungan dengan mereka dibuat binasa.
Cara pertama yang akan mereka gunakan adalah menghantam melaui pertukaran mata uang, cara yang kedua meminta utang sebelum jatuh tempo, cara yang ketiga menghembuskan isu adanya ******* serta senjata pemusnah massal.
Negara pertama kali yang akan mereka kacaukan adalah Asia, karena negara Asia kaya dengan sumber daya alam serta kaya dengan mineral tambang, seketika negara di Asia mengalami krisis moneter, hutang luar negeri menjadi membengkak yang akhirnya ditukar dengan sumber sumber tambang yang dimiliki oleh negara itu.
Demontrasi dan kekacauan terjadi di negara Asia, jumlah korban yang tewas tidak terhitung jumlahnya, tapi para penguasa Reptilian tidak merasa puas karena yang terbunuh jauj dari target mereka.
Timur tengah lebih kacau lagi, sesama negara timur tengah mereka adu, dengan dalih senjata pemusnah massal mereka meluluh lantakan negara negara di timur tengah.
Cara ini kemudian di anggap tidak efektif, walaupun banyak yang terbunuh tapi sumber daya alam juga mengalami kehancuran, sedangkan tujuan awal mereka adalah menghemat sumber daya alam bukan untuk menghancurkan.
Maka segera di pakai cara yang paling efektif yaitu penyebaran virus, penyebaran virus mengakibatkan kematian massal hampir diseluruh dunia, tanpa merusak merusak sumber daya alam, perekonomian luluh lantak karena mereka takut keluar untuk berkerja, cadangan devisa keuangan negara semua terpakai demi mengobati penduduknya.
__ADS_1
Sementara Beijing yang belum merasakan dampak apapun, perekonomian mereka kuat, farmasi mereka kuat dan persenjataan mereka juga luar biasa. Hal ini menyebabkan kecurigaan bagi penguasa dunia besar dan sekarang tujuan utama mereka di alihkan ke Beijing.
Cara pertama yang di pakai juga penyebaran virus, tapi dengan mudah diatasi, keluarga Zhen yang menguasai bidang farmasi dan kesehatan segera meluncurkan obat untuk mengantisipasi virus yang menyebar, walaupun sempat terjadi kekacauan dan panik tapi hanya sebentar saja, pemerintah bergerak cepat dengan mengintruksikan agar keluarga Zhen segera mencari solusinya.
Gagal dengan cara penyebaran virus maka langkah kedua dilakukan, mereka mulai mengadu domba antara Beijing dan negara Tewainte. Dalam sejarah sebenarnya negara Tewante satu wilayah administrasi dengan Beijing bahkan penduduknya berasal dari rumpun yang sama, tetapi karena perbedaan ideologi akhirnya pecah jadi dua.
Walaupun pecah jadi dua, Beijing dan Tewante dalam keadaan harmonis tanpa saling mengangu satu sama lainnya, sampai saat penguasa besar menciptakan kondisi dimana seakan akan Beijing inggin mencaplok negraa Tewante.
Skenario ini menyebabkan ketegangan antara kedua belah pihak, bahkan saling mengusir duta besar masing masing. Penguasa besar masuk ke negara Tewante dengan mensuport merek persenjataan yang cangih seperti pesawat siluman, tank amphibi, kapal induk dan roket penjelajah.
Melihat keadaan yang semakin menegangkan serta masuk sertanya pihak asing, penguasa Beijing segera melakukan rapat darurat militer, dimana semua petinggi militer di hadirkan termasuk jendral besar Xing.
Steve sedikit merasa pusing karena masalah yang datang juga berdekatan dengan pesta yang akan mereka hadiri di Nibiru. Tapi dia juga tidak bisa tingal diam ketika Tewante akan menyerang Beijing, semua aset mereka akan hancur jika terjadi perang.
Ketika tiba gilirannya untuk dimintai pendapat, Steve mengatakan semuanya perlu bertindak tenang dan jangan gegabah, dia merasa curiga ada konspirasi untuk menghancurkan Beijing karena dari informasi yang dia dengar tidak ada keingginan dari penguasa Beijing mencaplok negara Tewante lantas bagaimana tuduhan itu bisa muncul.
" Begini saja jika pemimpin mau beri kirim saya dan team yang saya miliki masuk ke negar Tewante dan bertemu dengan presiden secara diam diam, saya akan menjelaskan semuanya kepada presiden dan jika mereka terus menolak maka jalan kedua perang akan kita ambil " jelas Steve secara rinci.
Pemimpin Beijing serta perwira militer segera setujun dengan usulan Steve, mereka berpikir tidak ada gunanya perang jika mereka sendiri tidak tahu kekuatan di belakang negara Tewante, akan sangat beresiko jika menempuh jalur perang.
__ADS_1
Segera semua persiapan dilakukan, Steve dan pasukannya dikirim ke perbatasan, dan dari perbatasan mereka akan menyusup masuk ke negara Tewante.
Begitu mereka sudah masuk ke Tewante, mereka terkejut melihat banyaknya tentara asing yang berada di sana, bahkan persenjataan berat terlihat di jalan jalan umum, kelihatannya mereka siap untuk berperang.
Steve berpikir dengan cepat bagaiman cara dia masuk ke dalam kantor kepresidanan dan menemui pemimpin Tewante. Dia memerintahkan kepada pasukan untuk menghabisi tentara asing tanpa menimbulkan keributan, setelah menghabisi rebut pakaian dan identitas mereka.
Merayap seperti ular dan tidak menimbulkan suara, pasukan bergerak menghindari CCTV dan memancing sejumlah pasukan asing yang menjaga kantor kepresidenan, mereka melemparkan batu menjahili prajurit asing itu.
Merasa kesal di lempar dengan batu beberapa prajurit meningalkan tempat dan mencari sumber yang melakukan pelemparan, tiba tiba mereka disergap dan dengan cepat pasukan Steve membunuh dengan mendekap mulut mereka, menyeret mayat mereka dan membuka pakaian mereka.
Steve dan pasukannya segera menganti pakaian mereka dan mengambil identitas musuh serta kembali ke pos penjagaan, semua dilakukan dengan normal.
Steve masuk ke dalam istana kepresidenan, dia melihat pemimpim Tewante sedang duduk dengan diapit oleh pasuka kepresidenan. Steve melemparkan jarum perak dengan ke arah pemimpin Tewante yang dengan segera menusuk bagian sensitif dari tubuh presiden itu.
Pemimpin Tewante berdiri, dan lari ke kamar kecil, dia merasa perutnya sangat mulas, karena tujuan ke kamar kecil tentu tidak butuh pengawalan, sementara Steve sudah berada dalam ruangan dan bersembunyi.
Setelah masuk dan melepaskan hajatnya pemimpin Tewante segera keluar dari kamar kecil, tapi sosok tangan yang kuat membekap mulutnya dan menyeret dia masuk ke dalam ruangan, dia tidak tahu siapa orang ini tapi dia merasakan dalam keadaan yang berbahaya.
" Jangan bergerak jangan berteriak saya Steve utusan dari Beijing " bisik Steve ke telinga presiden Tewante dengan pelan
__ADS_1