Sistem Mata Dewa

Sistem Mata Dewa
Bab 109 Langit Kedua Yang Mengagumkan


__ADS_3

Steve sudah bisa menebak bahwa penghuni planet di langit kedua ini tentu wujud mereka lebih besar dari penghuni langit pertama, semua hal yang terlihat semuanya luar biasa, Steve merasa sangat rendah diri.


Di langit kedua semua planet dipenuhi dengan suara pemujaan kepada sang creator, dimanapun Steve memijakan kakinya di sana pula terdengar pujian pujian kepada sang creator, pokoknya di langit kedua setiap makhluk tidak ada yang melakukan kegiatan lain selain melakukan pemujaan.


" Ini sangat mengagumkan, bagaimana dengan kebutuhan mereka yang lain " gumam Steve dalam hatinya, tapi dia merasa berpikir demikian, sang creator pasti sudah mencukupi mereka hanya dia saja yang belum sampai pemikiran ke sana, makhluk di langit kedua ada yang berbentuk cahaya dan ada berbentuk manusia dengan memiliki ribuan sayap dipungungnya, mereka tinggi besar seperti gunung.


Lagi Steve didatangi oleh sosok pria yang sangat tampan, melebihi ketampanan pria yang menemuinya di langit pertama, pria ini seukuran dengan dirinya, " selamat datang wahai anak manusia di langit kedua, ada gerangan apa sampai engkau bisa datang ke tempat ini ? " tanya manusia itu.


" Saya dibawa oleh media yang berada di dalam tubuh ini, sesunguhnya kejadian ini bukanlah menjadi kehendak saya pribadi " jawab Steve tegas, dia tidak inggin ada kesalahpahaman lagi.


Pria tampan itu tertawa kecil sambil mendekati dan meletakan tanganya di kepala Steve, lagi Steve merasa ada bentuk energi yang mengalir ke dalam tubuhnya, sesuatu yang sangat kuat dan membuatnya mengigil dan gemetaran.


" Energi yang saya berikan akan mampu membawa kamu ke tempat yang lebih tinggi dari ini, jangan sampai melakukan konfrontasi dengan makhluk yang akan kamu jumpai selanjutnya, nah sekarang pergilah dari sini " terang pria tampan itu yang seketika menghilang dan lenyap dari pandangan Steve.

__ADS_1


Belum sempat Steve menjawab tubuhnya terlempar sangat jauh melewati milyaran planet dan sampai di pintu selanjutnya, yaitu pintu langit ketiga, media di tubuhnya memancarka. Cahaya berkilau dan membentuk seberkas sinar seperti kunci yang membuka pintu tersebut.


Pintu terbuka memekakan seluruh langit kedua, bahkan makhluk makhluk yang melakukan pemujaan semuanya mendengar suara seperti pintu yang terbuka, lain lagi di langit ketiga ini, Steve melihat sosok yang sangat menyeramkan sekali, mereka berbentuk seperti setengah manusia setengah binatang, badan mereka sangat besar bahkan melebihi besarnya makhluk di planet kedua, dia ibarat sebutir debu jika berhadapan dengan salah satu dari mereka.


Dalam hati Steve merasa gentar dan ketakutan, dia tiba tiba teringat pesan pria di langit kedua yang menganjurkan jangan sampai terlibat perseteruan dengan makhluk di langit ketiga ini, sekarang baru dia mengerti.


Tiba tiba seekor makhluk yang berbentuk seekor babi bertubuh manusia mendekatinya, dia bertanya apa maksud kedatangan Steve di langit ketiga ini, walau ukuran makhluk itu sebesar dirinya tapi semua makhluk di langit ketiga takut kepadanya, Steve juga merasakan aura yang sangat kuat, rasanya mencabik cabik seluruh kulit, untung saja dia menerima energi dari langit pertama dan kedua sehinga mampu bertahan dengan kokoh walau rasa perih tidak dapat dia hindari.


" Walau yakin tak mampu mengalahkan musuh Steve tidak mau berdiam diri dan mati konyol, apa salahnya berusaha ? Soal hasil nantilah dipikirkan, mengumpulkan seluruh kekuatan Steve menjerit dengan keras, seluruh diselimuti petir yang berkilat dan tubuh itu membelah diri menjadi ribuan dan menyerang makhluk berwajah babi tersebut.


Ribuan ledakan petir menghajar makhluk berwajah babi, tapi pukulan dari semua belahan diri Steve bagaikan gigitan nyamuk tak ada yang menyakiti, makhluk berwajah babi itu tertawa terbahak bahak, yang membuat mental Steve menjadi down.


Tanpa berpikir panjang Steve menusuk tangannya ke dalam perut mengambil media yang bersembunyi, darah berceceran dengan mengeram dia menahan sakit, seketika kebencian timbul dia meremas media itu dengan seluruh kekuatannya, media itu hancur menjadi serpihan yang kemudian memutari badan Steve dan kembali masuk ke dalam tubuh, media itu menyebar ke seluruh sel tubuh dan bercampur dengan darah.

__ADS_1


" Arghhhhhhhhhhhh " Steve berteriak histeris begitu media bereaksi, rasanya seluruh tubuh ditusuk dengan pisau, matanya berubah menjadi hitam total, rambutnya yang hitam memutih, dan taring yang tajam keluar dari mulut, sangat menakutkan wajah itu, bahkan si makhluk berwajah babi juga merasa ketakutan.


Tubuh itu membesar dan semakin besar bahkan melebihi besar penghuni langit ketiga.." bunuh...bunuhhh " teriaknya dengan keras sambil memukul makhluk berwajah babi tersebut, bayangkan saja dengan seluruh kekuatan dan badan yang besarnya melebih penghuni langit pertama betapa sangat kuat sekali pukulan itu, makhluk berwajah babi menjadi pucat pasi, dia hanya membelakan mata tak sangup untuk bergerak, seakan akan kakinya terpancang di tanah, diantara kondisi hidup dan mati tiba tiba rantai yang sangat besar datang dan mengikat seluruh tubuh Steve, dia berusaha memutus rantai tapi rantai itu kokoh tak tergoyahkan.


Ya itu adalah senjata dari wakil langit ke empat, dia datang begitu tahu bahwa wakil langit ketiga akan binasa di tangan Steve, wakil langit ketiga tidak boleh binasa karena akan mengangu keseimbangan tujuh lapis langit, apapun kesalahannya yang jelas wakil langit ketiga tidak boleh dibunuh.


" Kenapa kamu menyebabkan kekacauan di tujuh lapis langit ini " tanya wakil langit ke empat dengan suara seperti guntur yang memekakan telinga, Steve melihat wakil langit keempat yang parasnya seperti manusia biasa tapi memiliki rambut yang panjang, dia merasa jijik melihat wakil langit ke empat yang ikut campur tanpa tahu permasalahan.


" Dia yang memulai dan aku hanya mempertahankan nyawaku " kata Steve dengan marah, kembali dia mengumpulkan kekuatan untuk memutus rantai yang mengikatnya, kali ini dia memaksimalkan seluruh tenaga yang sudah di susupi oleh media, mulutnya sampai mengeluarkan darah, matanya semakin hitam pekat, ototnya berbunyi dan urat syaraf menonjol diseluruh tubuhnya, bahkan matanya yang hitam pekat mengeluarkan cahaya untuk memutus rantai, tapi rantai sangat kokoh sekali.


Tidak bisa melawan secara kekuatan dia kemudian mengubah dirinya menjadi partikel sehinga bisa berhasil lepas dari jeratan rantai yang sangat besar, partikel itu menyebar mengelilingi wakil langit keempat dan kemudian mewujud dan melakukan serangan balik, tapi memang wakil langit keempat ini sosok yang luar biasa hebatnya, dia megeluarkan teriakan super keras yang membuat tubuh Steve yang mewujud kembali bercerai berai, kekuatan suara itu 100 kali kekuatan super sonik.


# segera terbit novel kedua dari sistem mata dewa, terima selalu ada bersama outhor

__ADS_1


__ADS_2