
Sesampai dijalan raya Steve sudah tidak kuat lagi, dia menghubungi jannet dan memberikan lokasinya, dia roboh dan tergeletak jalan raya
Untung saja jalan raya menuju lokasi ini sangat sepi, dengan kecepatan maksimal jannet akhirnya sampai di lokasi, dia memapah Steve ke mobil dan menuju rumah sakit.
Stevd harus melakukan operasi pengambilan peluru di tangannya, juga memerlukan transfusi darah akibat kehilangan cukup banyak darah.
Hana dan lara saling berpelukan dan menangis melihat ruang operasi. Tiba tiba rombongan militer datang, mereka berbaris berdiri menjaga pintu operasi. Hana, lara dan jannet memandang dengan heran dan bingung.
Lampu hijau ruangan operasi berkedip pertanda operasi sudah sukses dilakukan, dengan segera didampingi pasukan militer Steve dipindahkan keruangan khusus, sementara Hana, lara dan jannet dilarang masuk ruangan itu.
Mereka tidak terima dan protes kepada tentara militer kenapa tidak boleh masuk ruangan dan melihat kakak mereka. Tentara militer menjelaskan dengan baik bahwa itu perintah dari atas dan Steve dituding melakukan tindakan yang dianggap membahayakan militer nasional.
Hana, lara dan jannet bersikukuh menungu Steve sadar, walau tidak dibolehkan masuk mereka tetap menungu, sampai langit runtuhpun mereka akan menungu Steve, dia kakak mereka satu satunya dan penganti orang tua mereka, tempat berbagi suka dan duka, bagaimana mungkin mereka meningalkan Steve ketika mengalami masalah.
Jannet pulang mengambil pakaian dan membeli makanan untuk mereka, berencana menginap di rumah sakit.
Selang beberapa waktu Steve sadar, dan melihat sekeliling dia tahu bahwa dirawat di rumah sakit, badannya terasa sangat lelah, dia bingung kenapa tidak ada kedua adiknya, dia menekan tombol meminta bantuan perawat
Perawat datang dan menjelaskan semua kepada Steve bahwa adik mereka tidak diperbolehkan masuk oleh tentara dan tentara menjaga pintu kamar diluar. Steve merasa geram adiknya diperlakukan demikian, apakah kesalahannya begitu besar sampai keluarganya diperlakukan demikian
__ADS_1
Jika dipikir pikir dia sudah banyak berbuat untuk militer sedangkan militer belum berbuat apa apa untuk dirinya bahkan ketika dia terkena masalah malah keluarganya diperlakukan dengan tidak hormat, Steve menyesal membantu Handoko bagi dirinya harus ada take and give jangan hanya meminta saja
Steve berbisik kepada perawat, meminta bantuan agar tas yang dia bawa diberikan kepadanya tanpa sepengetahuan pasukan militer, perawat merasa kasihan dan keluar serta meminta tas kepada adik Steve
Steve yang sudah menerima tasnya mengeluarkan jarum perak dan menusuk beberapa titik pada bagian tubuhnya, reaksi datang dengan cepat, luka ditubuhnya pulih dengan segera dan bekas operasi merekat seakan akan tidak pernah dijahit.
Bangkit dari kamar dan melihat keadaan, dengan cepat Steve melumpuhkan kedua pasukan militer yang sedang menjaganya, dia melihat kedua adiknya dan jannet, memeluk mereka dan mengajak kabur dari rumah sakit.
Adiknya dan jannet kaget ketika Steve keluar dan memukul penjaga, tapi mereka senang Steve dalam keadaan baik baik saja
Mereka pulang dan sampai di rumah, Steve menyuruh kedua adiknya tidur dan istirahat sambil memeluk dan mencium mereka terutama lara, dia takut lara mengalami depresi dan tekanan psikologis akibat penculikan, setelah melihat lara kuat dan tegar Steve merasa lega.
Sekarang dia mau mengurusi masalah ini dengan tuntas, dia menghubungi jendral handoko dan menanyakan kenapa diperlakukan demikian, bukankah dania kembali dengan keadaan selamat ke laboratorium.
Steve tertawa dengan sinis, ketika dia menyelamatkan dania dan pasukan khusus tidak sedikitpun mereka mengungkit jasa Steve dan ketika Steve dalam masalah dan mengunakan salah satu aset militer mereka dengan kompak menyalahkan dan menuding Steve
" Ingat jendral saya pernah menyelamatkan nyawa anda tanpa pamrih " Steve sengaja mengungkit jasanya, dia perlu melakukan hal demikian terhadap orang yang suka mengambil manfaat pada dirinya
Sejenak handoko terdiam, dia tahu berhutang nyawa pada Steve dan dia juga tau Steve sudah banyak berbuat untuk militer khusus tetapi dia sendiri ditekan dari atas agar menghukum Steve akibat tindakannya yang dianggap berbahaya, dia bingung apa yang mesti dia lakukan.
__ADS_1
Steve yang mendengar handoko terdiam di telpon kemudian memberikan solusi, dia keluar dari pasukan khusus bahkan dia bersedia tidak lagi mengungkit jasanya serta tidak berhubungan dengan handoko termasuk dengan Tiara.
Handoko menarik nafas dengan berat dia tahu Steve kesal dan marah serta tidak pernah main main dengan ucapannya, kerugian yang besar bagi mereka kehilangan Steve tapi jika itu solusi yang terbaik apa boleb buat, handoko setuju dengan permintaan Steve
Steve sendiri merasa baik baik saja dengan apa yang dia lakukan, waniat bisa di cari tapi kalau adik yang mati bagaimana mencari gantinya, dia muak dengan orang yang tau azas manfaat tapi tidak mau berkorban
Dia menghubungi Tiara dan menjelaskan bahwa perusahaan sekuritas menjadi milik Tiara pribadi dan dia juga menjelaskan akan menjual seluruh perusahaan kecuali perusahaan sekuritas
Tiara yang mendengar ini terkejut dan terpukul, bagaimana bisa seperti ini, apa yang sudah dilakukan oleh ayahnya, dia mencintai Steve sepenuh hati.
Keesokan harinya masalah Steve sudah diangap selesai berkat campur tangan handoko, militer menarik semua tanda pengenal serta senjatanya, bahkan identitas Steve yang semula dirahasikan dibuka oleh militer.
Setelah mendengar dan menerima semua perlakuan seperti itu Steve tidak peduli, dia berjanji tidak mau lagi membantu militer yang bagi dirinya sangat egois, dia bertemu dengan Tiara dan melimpahkan di depan notaris hak kepemilikan untuk perusahaan sekuritas, setelah selesai dia langsung keluar dan pergi tanpa sedikitpun bicara dengan Tiara, hatinya sudah terluka cukup dalam
Steve segera menghubungi Rinaldi, dia menceritakan semua permasalah dan minta tolong agar Rinaldi bisa mengelola atau menjual perusahaan yang ada, Rinaldi berjanji akan membantu Steve mengelola perusahaan yang dia miliki, dia melarang Steve menjual perusahaan, sangat tidak baik menjual perusahaan yang lagi berkembang
Setelah mengurusi perusahaan Steve meminta jannet pergi ke Beijing dan mencari sekolah serta kampus yang terbaik, dia inggin memindahkan semua keluarganya dan pindah ke Beijing, dia inggin melupakan semua masa lalunya, adik adiknya juga setuju mereka khawatir jika Steve berada di Jakarta akan mendapat masalah
Bagi mereka kemanapun pindah tidak masalah selagi ada Steve yang menemani mereka, itulah kekompakan kakak beradik tersebut.
__ADS_1
Semua urusan ***** bengek segera selesai Steve menjual semua aset rumah dan mobil dengan murah, dia tidak peduli uang yang dia miliki masih banyak untuk bertahan hidup di Beijing
Dia juga meminta jannet membeli rumah di Beijing serta membeli kendaraan pribadi, saat ini dia sudah berada di bandara dan siap siap pergi ke Beijing memulai hidup baru dengan semua petualangan barunya