Sistem Mata Dewa

Sistem Mata Dewa
Bab 95 The Best Of The Best


__ADS_3

Lalu bagaimana dengan kekuatan sistem yang lain apakah mereka memiliki kekuatan yang sama atau berbeda beda ?


Pertanyaan ini sebenarnya ingin sekali Steve lontarkan kepada sistem, tapi dia tahu pertanyaan ini bisa membuat sistem menjadi marah, sistem bukanlah robot tanpa memiliki perasaan, dia berasal bahagian dari kehendak pencipta yang memiliki perasaan.


[ penguna, sistem sudah mengangap anda menjadi bahagian yang terikat satu sama lain, jadi sistem tahu apa yang anda pikirkan, kekuatan sistem itu berbeda, perbedaannya sejauh mana makhluk yang dipilih oleh sistem mendapatkan tekhnologi dan pengetahuan baru, sehingga bisa di ambil oleh sistem dan diupgrade menjadi lebih tinggi ] jelas sistem yang membuat Steve menjadi sedikit malu.


Jadi kekuatan sistem tergantung dari sipenguna, semakin banyak dia mendapatkan tekhnologi baru dan pengetahuan baru semakin kuat sistem yang ada dalam tubuhnya, Steve merasa malu, dia baru mengeplorasi sebagian kecil alam semesta sehingga kekuatan sistem juga menjadi terbatas, tidak ada sesuatu yang instan meskipun itu bahagian kecil dari kehendak pencipta.


Pikirannya untuk segera pergi ke planet Morpheus semakin kuat, jika ingin berkembang tentu harus menghadapi kekuatan yang jauh berada di atasnya, jika beruntung dia bisa mengalahkan musuh dan sistem juga dengan mudah mempelajari mereka.


Tetapi Steve juga harus memikirkan bagimana jika dia kalah, masalahnya dia memiliki tanggung jawab sebagai seorang suami, kakak, ayah dan panglima dari jutaan pasukan, perlu perhitungan yang matang ketika menghadapi sesuatu yang berada di luar jangkauan.


Atau dia langsung pergi ke planet Pandora dan berbaur dengan masyarakat di sana, karena menurut putra mahkota makhluk yang menyerang mereka sama persis seperti manusia di bumi tidak ada perbedaan sama sekali dari segi fisik.


Perbedaan yang paling mencolok adalah kekuatan manusia Pandora bisa terbang, mereka tidak memerlukan pesawat untuk menjelajahi semua alam semesta.


Strategi berbaur dengan mereka mungkin pilihan yang tepat sampai sistem bisa mempelajari tentang planet Pandora, Steve berencana berangkat sendiri tanpa membawa pasukan, terlalu riskan bagi mereka untuk ikut.


Setelah merasa matang dengan pikirannya, Steve segera berdiskusi dengan ayahnya, dia menjelaskan tujuannya pergi sendiri kepada kepala keluarga Zhen, hal ini sangat penting untuk menghindari korban yang tidak perlu serta memudahkannya untuk berinteraksi tanpa beban pikiran.

__ADS_1


Kepala keluarga Zhen setuju dengan usulan Steve, dia juga berpikir suatu saat bumi juga akan bernasib sama dengan planet Morpheus, mereka butuh kekuatan, dan kekuatan yang besar tidak akan datang dengan duduk berdiam diri, kekuatan bisa diperoleh dengan kerja keras, berani menghadapi tantangan, dan berani meraihnya dari tangan musuh, jika tidak maka tungulah kehancuran.


Dia memandang Steve dengan perasaan iba, selalu anak angkatnya ini yang berkorban untuk kepentingan mereka, tak terhitung bahaya yang sudah dia hadapi, juga luka akibat pertarungan, dalam hatinya sebagai seorang ayah dia merasa sangat beruntung Steve bisa menjadi bagian keluarganya, hanya dengan melindungi serta menjaga keluarga Steve dengan baik hal yang bisa dilakukan oleh kepala keluarga Zhen, setidaknya bisa meringankan beban pikiran anak angkatnya.


Keputusan sudah dibuat, sebelum pergi Steve memangil kedua anaknya, dia berencana memberikan cairan kristal pelangi untuk Adaba dan Adiba, semua harus dilakukan dalam mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan ketika dia pergi ke planet Pandora.


" Setelah minum cairan ini anak ayah akan merasakan sedikit sakit, apakah masih mau melanjutkan? " tanya Steve memastikan kesiapan keduanya.


" Jangan khawatir ayah, kami sangup untuk bertahan kok " jawab Adaba menenangkan ayahnya, dia melihat kegelisahan di mata ayahnya.


Sebelum meminum cairan kristal pelangi Steve memeluk kedua anaknya, menciumi pipi mereka yang gembul, dan memberikan cairan kepada mereka, setelah meminum cairan, Steve juga tidak punya daya menolong kedua anaknya, semua tergantung pada daya tahan Adaba dan Adiba.


Apapun kondisinya proses yang terjadi tidak bisa dihentikan, Steve hanya bisa berharap semoga keduanya bisa menjalani proses yang terjadi, kedua tubuh anak itu terlihat mengambang di udara, petir berwarna pelangi menyambar nyambar mengelilingi tubuh mereka, setelah beberapa jama, keadaan kembali normal.


Adaba dan Adiba mulai merasakan rileks di tubuh mereka, tidak ada jeritan sakit yang keluar dari mulut, mereka malu kepada sang ayah jika hal sekecil ini sudah mengeluh dan menjerit kesakitan, Steve merasa banga melihat kedua anaknya.


Memasuki kondisi normal, keduanya sudah bisa beradaptasi dengan kekuatan yang baru saja mereka terima, untuk menguji coba kekuatan tersebut, Steve membawa kedua anaknya keluar rumah.


" Coba kalian pusatkan seluruh kekuatan di tangan, dan kemudian lepaskan, arahkan ke area yang kosong " ujar Steve memberikan arahan.

__ADS_1


Segera Adaba dan Adiba mengikuti arahan ayahnya, mereka mengumpulkan seluruh kekuatan dan dikumpulkan di kedua telapak tangan, petir berwarna pelangin kembali muncul dari angkasa mengitari tubuh mereka.


" Sekarang !!!!" teriak Steve yang segera menjauh, dia tahu kekuatan ini sangat luar biasa


Adaba dan Adiba segera melepaskan semua kekuatan yang sudah mereka kumpulkan di telapak tangan, cahaya berbentuk pelangi keluar dari telapak tangan mereka, menghancurkan seluruh benda yang di lewatinya, daya hancur itu sejauh tiga kilometer, beberapa bangunan terlihat rubuh jadi abu meski jaraknya cukup jauh.


Ledakan tersebut membuat seluruh penghuni kediaman keluarga Zhen keluar melihat apa yang sedang terjadi, mereka mengira ada musuh yang menyerang, begitu keluar semua terkejut melihat kekuatan ledakan itu berasal dari kedua permata keluarga Zhen.


Segera mereka mendekati serta memeluk Adaba dan Adiba, mereka banga melihat kedua permata keluarga Zhen ini, bahkan kepala keluarga Zhen terlihat sangat senang menyaksikan kedua cucunya menjadi orang terkuat di muka bumi.


Meski beberapa bangunan hancur menjadi abu, tidak masalah bagi kepala keluarga Zhen, bangunan bisa dibikin baru, yang penting kedua cucunya sudah memiliki kekuatan yang berada di luar imajinasi manusia lain, tingal dia mengajarkan mereka nantinya ilmu politik, ekonomi dan tekhnologi, tidak terasa tugasnya sebagai seorang kakek menjadi ringan.


" Selamat untuk kedua cucu kakek ya, tetap rendah hati dan jangan mengunakan kekuatan itu untuk menindas yang lemah " kata kepala keluarga Zhen memberi nasehat sambil mengendong kedua cucunya.


Dia membawa kedua cucunya ke kamar mandi dan memandikan keduanya, wajar saja karena keduanya sudah banjir dengan keringat, Steve yang melihat ulah ayahnya hanya bisa mengaruk garuk kepala yang tidak gatal.


Untuk kedua cucunya kepala keluarga Zhen tidak pernah lalai, makanya Adaba dan Adiba selalu bersih, wangi, dan berprilaku sebagaimana seorang yang terdidik, mereka diajari cara dan etika sebagai anak bangsawan yang baik dan peduli kepada masyarakat.


Semua sudah dilakukan, malam ini Steve bermesaraan dengan Kazumi sebelum dia berangkat ke planet Pandora, dia berharap Kazumi bisa mengandung kembali.

__ADS_1


Karena Adaba dan Adiba sudah mulai besar, Steve sangat menginginkan menambah anak lagi, syukur syukur bisa kembar, yang penting bisa memiliki momongan lagi supaya bisa dicium cium, sedangkan Adiba sudah menolak dicium oleh ayahnya seperti bayi karena malu dengan alasan sudah besar, kadang Steve terkikik melihat wajah Adiba yang cemberut karena dia cium seperti anak kecil.


__ADS_2