Sistem Mata Dewa

Sistem Mata Dewa
Bab 86 Kekuatan Sejati Raja Morpheus


__ADS_3

Steve segera terbang menuju istana Morpheus, dia masuk melalui pintu gerbang istana dan menaklukan siapapun pasukan mekanik yang menghadang jalannya.


Prajurit kerajaan yang melihat kedatangan makhluk asing segera mengepung, tubuh Steve bergoyang dan kemudian bergerak secepat kilat menghantam kristal yang terdapat di bagian tubuh prajurit, kecepatan itu sampai membuat para komandan dan jendral mekanik merasa ketakutan.


" Terlalu cepat, prajurit semua sudah roboh, semua komandan segera segera kepung dan tambak musuh itu " perintah jendral mekanik.


Peluru laser meluncur dari berbagai arah, badan Steve terurai menghilang dari kepungan dan menyerang balik para komandan, tujuh orang komandan menemui nasib tragis dengan hancurnya kristal mereka.


" Musuh terlalu hebat kita tidak akan bisa menang, pangil panglima sekarang " jendral mekanik kembali memberikan perintah.


Merasa tidak mungkin menang satu lawan satu, semua jendral bergabung dan menyerang Steve dengan serempak, pukulan demi pukulan dengan kekuatan maksimal datang dengan cepat, tidak mungkin menekan tombol untuk mengurai tubuh, Steve menahan serangan itu dengan tinjunya.


Bayangan tubuhnya bergerak cepat mengadu kekuatan satu sama lain, para jendral terlempar jauh ketika pukulan mereka beradu saling beradu, tiba tiba sebuah pukulan yang keras dan cepat datang menghantam dada Steve.


Dia tidak sempat mengelak, terlalu cepat dan tidak diduga, Steve mundur beberapa meter, dia memegang dada yang terkena pukulan, sangat sakit sekali dan darah sudah mengalir di sudut bibirnya.


" Brengsek siapa yang memukul, cepat sekali " maki Steve dalam hati, dia melihat sosok makhluk mekanik yang sangat sangar, makhluk itu mengunakan jubah hitam , tangan mesinnya sangat besar dan kristal di dadanya terlindungi dengan logam.


Beberapa jendral yang tadi sudah roboh, bangkit kembali dan memberi penghormatan kepada makhluk itu


" jaya selalu panglima " teriak mereka serempak, Steve baru sadar bahwa makhluk yang memukulnya adalah panglima pasukan Morpheus.

__ADS_1


Dia meludah ke tanah yang bercampur dengan darah, hatinya megelegak menahan amarah, tapi belum semapat dia mengambil nafas panglima itu kembali menyerangnya, pedang yang berbentuk laser di tangan panglima ditebas ke dada Steve, walau dia sempat menghindar tapi dadanya terkena sambaran pedang.


Bajunya sudah robek dan daging di dadanya juga terluka karena sayatan pedang. Pedang itu sangat aneh sekali, selain berbentuk laser pedang itu sangat lentur seperti cambuk, sangat sulit sekali menghindari senjata seperti itu.


Walau kekuatan dia berada di atas kekuatan panglima tapi tidak bisa mendekati panglima, senjata di tangan panglima bagai naga yang selalu mengejar mangsanya.


Jendral mekanik yang tidak ikut bertarung berdiri di belakang, berjaga supaya musuh tidak bisa kabur dan melarikan diri.


Melihat tidak ada kesempatan untuk kabur dan tidak punya peluang menekan tombol di tanganya, Steve terbang ke udara, matanya memancarkan cahaya yang menyilaukan menyerang panglima, sadar bahwa cahaya itu bisa melukai dirinya panglima menahan dengan pedangnya, tak mau mengambil resiko Steve menambah kekuatan cahaya di matanya dan


brakk..


Panglima merasa syarafnya lumpuh, dia tidak bisa bergerak semua kekuatan ototnya tidak berfungsi. Tak mau membuang peluang Steve mengumpulkan kekuatan di tinjunya untuk menghancurkan kristal yang dilindungi oleh logam di dada panglima.


" Hentikan !!!! " Satu bentakan dan serangang yang dahsyat datang ke arah Steve, dia terlempar menabrak dinding istana, seluruh tulangnya terasa remuk redam.


" Brengsek siapalagi ? " teriaknya dengan keras dan marah, pukulan itu sangat menyakitkan dia berusaha untuk bangkit tapi tidak bisa tegak dengan sempurna, badannya terhuyung tidak stabil, kakinya gemetaran, dan darah berserakan di mulutnya.


Steve mulai kalap dan emosi, dia mengumpulkan seluruh tenaganya hinga ke puncat kekuatan, petir berwarna biru menyambar nyambar di udara seiring kekuatan puncak itu sudah mencapai kekuatan maksimal, badan Steve yang terhuyung kembali berdiri dengan tegap, seluruh badannya memancar cahaya petir berwarna biru dan kemudian dia bergerak dengan kecepatan cahaya menyerang makhluk mekanik yang memukulnya tadi.


Makhluk mekanik merasakan kekuatan puncak itu, dia terkejut, selama berkuasa di planet Morpheus dia belum pernah melihat kekuatan seperti ini, pantas saja panglima nya dengan mudah bisa dikalahkan.

__ADS_1


Dia segera mengumpulkan kekuatan, petir kembali menyambar dan berkumpul di tubuhnya, petir yang berwarna hitam pekat sudah mengelilingi seluruh tubuh makhluk mekanik ini, saat serangan Steve datang dengan kekuatan maksimal dia membalas pula dengan kekuatan puncak.


bruarrrr


Benturan itu sangat keras, dan efek benturan itu membuat semua benda yang ada menjadi hancur, bahkan jendral yang berada di belakang Steve menjadi abu terkena percikan petir biru dan hitam yang berasal dari kedua puncak kekuatan.


Badan Steve terlempar sangat jauh, sedangkan penguasa Morpheus mundur puluhan meter tapi bisa masih bisa berdiri dengan kokoh, terlihat bahwa kekuatan penguasa Mopheus beberapa tingkat lebih tinggi dari kekuatan Steve, dia kembali menyerang Steve dengan kekuatan puncak kedua petir hitam di tangannya terlihat sangat menyeramkan, Steve yang masih dalam keadaan terlempar menekan tombol di pergelangan tangannya dan tubuhnya mengurai jadi partikel dan menghilang.


Penguasa Morpheus menembak partikel itu dengan petir hitamnya tapi partikel itu sudah menghilang menyatu dengan udara, setelah merasa tak mungkin bisa mengejar penguasa Morpheus mendekati panglima dan menyuruh tabib istana istana merawat mereka yang terluka.


" Bawa ke ruang pembuatan mesin obati mereka dengan menganti selurun mekanik dan ganti kristal mereka dengan yang baru untuk panglima beri dia kristal berwarna jinga " perintah penguasa Morpheus kepada tabin istana.


Bukan apa apa, setelah melihat kekuatan makhluk asing itu, penguasa Morpheus menjadi khawatir, bagaimana mungkin dengan kekuatan kristal hitam bisa membunuh makhluk itu, yang ada malah panglimanya yang binasa sementara panglima ujung tombak militer kerajaan Moroheus, sangat adil jika akhirnya penguasa menganti kristalnya dengan warna jinga sama dengan putra mahkota.


Partikel itu memasuki kedalaman hutan dan berubah menjadi manusia, Steve tergeletak di tanah tak berdaya, adu pukulan menguras tenaga dan dia kalah telak dengan penguasa Morpheus di tambah lagi dia kena serangan terakhir dari petir hitam yang di tembakan oleh penguasa itu, walau dia sudah berubah menjadi partikel tetapi pengaruh kekuatan petir sangat kuat.


Semua urat syarafnya menonjol keluar, badannya dipenuhi oleh petir yang berwarna biru dan hitam, Steve meraung keras merasakan sakit yang tidak tertahankan [ sistem tolong bantu aku...tolonggg ] jeritnya tidak terkendali.


[ Penguna, harap bertahan, sistem sudah mempelajari kekuatan petir berwarna hitam ini, ambil pil berwarna biru di dalam saku penguna, minum pil dengan segera ]


Bersusah payah Steve merogoh sakunya, dia menemukan pil dan segera meminumnya, gerakan merogoh dan memasukan pil ke mulut itu memutuskan beberapa urat syaraf di tangan dan kakinya, tapi dengan mengigit bibir bawah menahan rasa sakit dia berhasil meminum pil tersebut dan tidak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2