Sistem Mata Dewa

Sistem Mata Dewa
Bab 46 Seperti Gerbang Neraka


__ADS_3

Steve berkumpul dengan pasukanya di markas militer Beijing, kedelapan orang itu kemudian berkamuflase menjadi pedagang tradisional.


Mereka akan berjalan di darat melalui jalur sutra, dengan membawa onta dan kuda sebagai sarana perjalanan, tentu tidak lupa dengan produk yang akan mereka jual ke penduduk setempat.


Pihak militer dengan pesawat transportasi yang besar mengirim mereka ke perbatasan dan menurunkan di sana, selepas dari perbatasan maka sudah menjadi tanggung jawab komando pasukan.


Untuk melengkapi fasilitas mereka militer Beijing melengkapi dengan ponsel satelite yang bisa diwilayah manapun.


Mereka sekarang berada di padang sabana yang luas, Steve segera memimpin menyuruh pasukannya bersiap dan memimpin perjalanan.


Padang sabana ini adalah padang rumput yang luas sebagai jalur sutra perdagangan melalui jalan darat yang menghubungkan beberapa negara, tapi jangan salah medan ini terlalu berat untuk dijalani, hanya pedagang yang tanguh mampu melewatinya.


Semakin lama jalan semakin mengecil, mulai memasuki jalan memutar yang penuh dengan cadas dan bebatuan, sementara matahari sangat terik dan menyengat.


Kemampuan stamina pasukan Steve betul betuk diuji, ini masih jauh untuk masuk ke wilayah padang pasir untuk bertemu dengan penghubung mereka.


Matahari yang menyengat membuat kepala pasukan menjadi sakit, dengan segera Steve menyuruh mereka turun dari kuda dan melakukan akupuntur, kondisi pasukan kembali stabil dengan pandangan takjub dan kagum mereka menatap sang komdan yang kembali memimpin perjalanan.


Setelah seharian melakukan perjalanan mereka sampai ke perbatasan dan pemukiman penduduk, dengan segera mereka berbaur dengan pedagang yang lain dan dan menjual baranga yang mereka bawa.


Militer Mongolia yang mengawasi pasar tidak melihat hal yang mencurigakan, mereka hanya melakukan hal pemeriksaan rutin, dan tentu saja dengan sedikit sogokan mereka akan diam dan tidak memeriksa barang yang dibawa oleh pedagang, bisa dikatakan bahwa daerah ini sebagai setengah pasar gelap di Mongolia.


Bukan hanya kebutuhan sandang dan pangan tetapi juga senjata dijual di daerah ini tentu saja dengan sepengetahuan tentara patroli, suap menyuap sudah hal biasa terjadi, kami untung anda senang sudah jadi semboyan bagi mereka disana.


Pasukan Steve juga dengan cepat beradaptasi, setelah barang mereka habis terjual salah satu pasukan memasuki kemah komandan patroli dengan membawa uang dan beberapa botol wine sebagai hadiah untuk komandan patroli.

__ADS_1


Beres dengan semua urusan, mereka langsung berbenah dan kembali melanjutkan perjalanan setelah terlebih dahulu menyiapkan air dan makanan yang dibeli dari penduduk setempat.


Gurun itu terbentang dengan luas, yang mereka temui hanya pasir dan gelap malam, tidak mungkin melakukan perjalanan di malam hari, bisa bisa mereka akan tersesat dan malah ketemu rombongan serigala.


Steve memutuskan untuk beristirahat dan mendirikan kemah, dengan sigap pasukan segera menyiapkan semuanya.


Pengaturan dibikin oleh Steve dengan berjaga dan tidur begiliran, mereka tidak mau kecolongan oleh hal yang mereka angap remeh.


Keesokan harinya mereka kembali melakukan perjalanan di bawah panas matahari yang terasa membakar tubuh, kuda mereka bahkan tidak sangup lagi mengangkat tubuh pasukan, akhirnya mereka turun dari kuda dan kemudian melanjutkan kembali perjalanan.


Beberapa kali mereka berhenti untuk istirahat dan minum, bukan hanya mereka saja yang butuh minum kuda mereka juga butuh minum, sedangkan onta yang mereka bawa tentu saja mempunyai stamina yang kuat di padang pasir.


Melihat peta ternyata tujuan masih jauh, Steve tidak yakin apakah mereka mempunyai cadangan air yang cukup, mereka harus segera mencari lokasi oase.


Beberapa pasukan diutus mencari oase, sementara yang lain mendirikan kemah dan menungu


Wajar saja selama ini pasukan mengunakan tekhnologi modren sebagai fasilitas dan sekarang harus kembali pada pola zaman lampau tentu walaupun mereka kuat tidak cukup waktu beradaptasi.


Selang beberapa jam, pasukan yang diutus mencari oase kembali, mereka melapor tidak menemukannya, kondisi mereka telihat letih bahkan bibir mereka sudah kering dan pecah akibat dehidrasi.


Steve kembali ke dalam kemah menghubungi sistem dan meminta bantuan.


Ding


" Setelah melakukan pemindaian, lokasi berada bujur timur sejauh 180° dari lokasi kemah, penguna bisa melakukan mencapai lokasi dengan estimasi empat jam perjalanan " terang sistem kepada Steve.

__ADS_1


Steve segera memerintahkan anak buahnya berbenah dan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh sistem dengan memakai kompas penunjuk arah.


Emapat jam perjalanan yang menyiksa fisik mereka bebuah manis, mereka melihat oase yang indah dan penuh dengan genangan air.


Steve memerintahkan agar mereka tidak gegabah menyiram tubuh mereka dengan air, jika itu dilakukan maka mereka bisa pingsan karena terjadi perubahan suhu tubuh secara ekstrim, dia meminta pasukannya minum dan kemudian memercikan air ke tubuh secara bergantian.


Jika kondisi tubuh sudah mulai stabil maka mereka bisa segera mandi, sebelum mandi Steve memerintahkan mengisi pundi pindi air dan menyuruh kuda serta onta mereka minum terlebih dahulu.


Akhirnya mereka mandi bergantian, dan setelah puas dan kondisi merasa prima mereka kembali melakukan perjalanan.


Setelah melihat bahwa tujuan sudah hampir dekat Steve segera menyalakan ponsel satelitnya dan mencoba menghubungi agen mereka.


Dengan segera pangilan tersambung, agen memberitahu kebaradaan dan situasi, dari penuturan agen mereka akan menjemput Steve dengan mobil untuk bertemu dengan sekolompok arkelogi yang sudah berada di lokasi pengalian, mereka akan sampai satu jam lagi.


Steve dan pasukan diminta menganti pakaian mereka, hal ini bertujuan untuk merubah identitas mereka, dan sekarang mereka menyamar mejadi ahli arkeolog yang di utus oleh pendana untuk mengantikan arkelog yang ada dilokasi.


Tidak boleh ada kesalahan sedikitpun, mereka sudah di briefing mempelajari tentang sejarah dan arkelogi sehingga tidak menimbulkan kecurigaan dari arkeolog yang berada di lokasi.


Sekita satu jam beberapa mobil jeep menyemput mereka, setelah saling bertukar kode sandi dan memferifikasi satu sama lain mereka segera berangkat ke lokasi.


Lokasi itu seperti reruntuhan besar yang sedang digali oleh penduduk lokal, tenda tenda berdiri disekitar pengalian.


Steve masuk kedalam salah satu tenda yang cukup besar, dimana kepala arkelog sudah menungu untuk menserah terimakan semuanya kepada rombongan Steve.


Semua berlangsung dengan lancar sekarang Steve yang memimpin pengalian. Dari data yang ditingalkan oleh kepala arkeolog di sebutkan bahwa keberadaan batu star gate itu berada di kedalaman tiga puluh meter di bawah tanah.

__ADS_1


mereka sudah menemukan pintu masuk, tapi beberapa hal aneh terjadi sebelum mereka bisa membuka, hal aneh yang mereka maksud yaitu adanya jebakan yang dibuat ketika pintu berusaha di buka, sudah tiga orang penduduk lokal yang menjadi korban, ada yang tewas karena tombak dan ada juga yang tewas karena panah begitu menginjak jebakan tersebut.


__ADS_2