
Dengan mengeluarkan seluruh kemampuan dua master ini menyerang dengan penuh strategi, satu menyerang Steve dan satu lagi menyerang Zhen meng, ini dilakukan untuk memecah konsentrasi Steve.
Steve meludah dengan jijik melihat perlakuan dua master ini, dia jijik mereka tidak berani menyerang sekaligus malah mengunakan perbuatan tercela menyerang orang yang tidak mempunyai kemampuan beladiri.
Dia memblokit serangan yang ditujukan kepada Zhen meng, memblokir dan melakukan serangan balik dengan cepat dan terarah ke ulu hati master itu, kecepatan seperti yang dilakukan oleh Stve bagaimana mampu diimbangi oleh master itu, dia menjerit dan roboh tidak mampu bangkit ketika ulu hatinya disodok oleh kepalan tinju Steve, sakitnya?? jangan ditanya lagi
Tersisa satu orang master dari keluarga Ye, yang mengigil ketakutakan dan tidak lagi berani meyerang Steve, dia memang pengawal keluarga Ye tapi dia bukan orang bodoh, iblis ini bukan lawannya, jarak nya terlalu jauh, jika sedikit jarak kemampuannya dia masih berani untuk menyerang.
Tidak mau memperpanjang masalah Steve menarik tangan Zhen meng dan pamit kepada keluarga Shu. Sebelum pamit dia membungkuk ke semua tamu dan meminta maaf atas kejadian dan sudah merusak suasana.
Dibalik pintu ruangan pribadi sepasanga mata indah melihat dengan berbinar ke arah Steve, mata indah ini penuh pemujaan dan kasih sayang. Dia berlari keluar pintu dan menghampiri Steve.
Steve yang sudah mau beranjak pergi langkahnya terhenti ketika satu sosok yang cantik dan menawan menghadangnya di depan pintu. Mereka saling pandang, dengan tersenyum lembut Steve mengengam tangan lembut Shu qian
" Saya pamit dulu, nanti jika ada kesempatan saya akan hubungi nona Shu "
Shu qian tidak membalas perkataan Steve, jantungnya sudah dag dig dug ketika Steve mengengam tangannya dan wajahnya sudah memerah tersipu malu.
Steve melepaskan gengamannya dan menarik Zhen meng keluar dan masuk ke dalam mobil. Di depan pintu Shu qian masih memandang pungung Steve, banyak yang dia mau katakan tapi tidak tahu harus mulai dari mana, dia seorang gadis yang pemalu.
" Kakak tertua anda sunguh luar biasa " Zhen meng memuji Steve di dalam mobil, dia merasa Steve bukan hanya jago pengobatan saja tetapi juga grand master beladiri, Zhen meng bersorak gembira di dalam hatinya, jika dia terus berada di samping kakak tertuanya dia akan menjadi ketua dari seluruh tuan muda di Beijing, membayangkannya saja sudah membuat dirinya rasa bermimpi, yang paling penting dia bisa berdekatan dengan Hana.
Steve memang menyayangi Zhen meng, bahkan di kediaman yang dimilikinya Zhen meng mempunyai kamar sendiri, dia bebas keluar masuk di rumah Steve, bahkan hampir tiap hari dia mengikuti Steve.
Tugas yang paling dia senangi yaitu mengatarkan dan menjemput Hana ke kampus, Zhen meng merengek pada Steve biar dia yang menjaga Hana, Steve sih oke oke saja dia tahu siapa Zhen meng.
Sore itu sebuah mobil mewah sudah nongkrong di parkiran kampus internasional Beijing, seorang pemuda tampan bersiul bersenandung sambil menungu seseorang.
__ADS_1
Sosok gadis cantik keluar dari kampus, dia berlarian menuju Zhen meng.
" Jangan berlarian nanti jatuh " teriak Zhen meng dengan penuh rasa khwatir.
Hana tersenyum dengan indah mendapatkan perhatian dari Zhen meng, dia memang sangat menyukai pemuda ini sejak pertama kali pemuda ini datang bersama Steve ke rumahnya.
Zhen meng tidak mampu menahan debaran jantungnya melihat betapa manisnya senyuman di bibir Hana, dengan segera dia membuka pintu mobil dan memasangkan seat belt ke tubuh Hana.
Hari ini dia bertujuan makan enak dan belanja di mall dengan Hana, dia inggin menyenangkan hati kekasih nya. Sambil bergandengan tangan keduanya berjalan dengan penuh ceria dan tawa canda.
Zhen meng betul betul memanjakan Hana, dia membeli banyak pakaian mewah serta perhiasan untuk Hana, tidak lupa dia juga membelikan untuk Lara.
Setelah puas berbelanja mereka merasa lapar dan makan direstoran yang mewah. Zhen meng yang merasa sakit perut meminta segera pergi ke toilet, Hana tertawa melihat tingkah kocak kekasihnya.
Seorang pemuda tampan masuk kedalam restoran, duduk dan memesan makanan, melihat sekitar pandangannya jatuh ke arah Hana, dia melihat kecantikan yang natural yang membuat hatinya tergelitik untuk berkenalan
Qing yan, seorang tuan muda dari empat keluarga besar di Beijing yang berasal dari keluarga Qing.
Keluarga Qing terkenal dibidang pendidikan, hampir mayoritas kampus dan sekolah berada di bawah kekuasaan keluarga Qing.
Dengan sopan Qing yan menghampiri dan menyapa Hana
" Hallo apakah nona lagi sendiri, bisakah saya bergabung dengan nona " dengan lembut Qing yan menyapa Hana.
Melihat seorang pemuda tampan dan ramah tentu saja membuat gadis merasa nyaman dan tentram, Hana tersenyum kecil
" Kebetulan saya bersama teman, dia lagi ke toilet, saya membutuhkan persetujuan dia kalau anda inggin duduk dan bergabung " Hana memamerkan senyuman dan indah dan memperlihatkan gigi putih berbaris rapi.
__ADS_1
" Tidak masalah saya tersanjung jika dapat berkenalan dan duduk bergabung dengan nona " demi menjaga kesopanan Qing yan tetap berdiri sambil mengulurkan tangannya
" Qing yan dari keluarga Qing "
" Hana...pendatang baru di Beijing "
Hana menyambut uluran tangan Qing yan sambil bercanda bahwa dia baru datang ke Beijing.
Merasa senang dan suprise Qing yan menjadi antusian inggin mengetahui identitas Hana, jika dia baru datang ke Beijing maka tentu saja kesempatan bagi Qing yan untuk menjadikan Hana kekasih minimal teman dekat terlebih dahulu.
Dia merasa Hana bukan asli dari Beijing dilihat dari kulit yang sawo matang dan mata yang lebar bukan seperti kebanyakan wanita Beijing yang bermata sipit, dia mengagumi Hana yang jelita.
Zhen meng yang keluar dari toilet dan menuju ke meja Hana kaget melihat seorang pemuda berdiri di sekitar meja dan berbicara dengan Hana, dia bisa melihat jelas wajah antusias pemuda itu.
Setelah melihat lebih dekat dia tahu itu Qing yan, tuan muda dari keluarga Qing. Hatinya kesal dan merasa cemburu ketika pemuda ini mengacuhkan dirinya dan masih berusaha berbincang dengan Hana.
Dengan cepat dia duduk disebelah Hana, seakan akan menyiratkan bahwa dia adalah kekasih gadis itu.
" Maaf yank toiletnya tadi penuh jadi kelamaan menungu " Zhen meng nekat memangil Hana dengan perkataan sayang, nantilah urusannya jika Hana marah.
Hana yang mengetahui gelagat Zhen meng yang cemburu dan kesal juga menjaga sikapnya, dia tidak inggin mengecewakan Zhen meng.
" Iya ngga apa apa kok " jawab Hana lembut sambil memegang lengan Zhen meng.
Qing yan yang melihat mereka saling mesra menatap tajam Zhen meng, bukan dia tidak tahu siapa pemuda ini, dia kenal pemuda ini dari keluarga Zhen.
Dengan sedikit kesal tanpa mau menjatuhkan harga dirinya Qing yan meningalkan mereka setelah sedikit berbasa basi.
__ADS_1
Pandangan matanya tidak lepas dari Hana dia merasakan hatinya sudah tertambat pada gadis itu, tak ada kata menyerah dia tahu gadis ini baru datang ke Beijing dan belum mengetahui begitu banyak hal. Dia yakin bisa menyaingi tuan muda dari keluarga Zhen.