Sistem Mata Dewa

Sistem Mata Dewa
Bab 91 Jiwa Kepemimpinan


__ADS_3

Mendengar bantahan dari Adiba, Adaba tidak lagi bersuara, bagaimanapun dia takut adiknya ini menjadi marah, walaupun mereka terlahir kembar tapi Adaba lahir duluan, sedangkan Adiba satu jam setelah kelahiran Adaba.


Ibunya selalu mengajarkan untuk melindungi dan menjaga adiknya, sebagaimana ayah menjaga keluarga mereka, tentu saja Adaba sangat menyayangi Adiba, bahkan dia rela mainan dan makanannya di rebut oleh adiknya, bagi Adaba selain ayah dan ibu, Adiba adalah segalanya, sifat Steve menurun kepada anaknya ini.


Keduanya terkenal dan menjadi idola di sekolah, bukan karena orangtuanya tapi karena kepintaran, sikap sopan dan suka berbuat kebaikan, mereka tidak pernah mencontoh anak anak pejabat yang sering bergaya bak selebritas tapi mengandalkan uang orangtua.


Sebenarnya keduanya sudah mendapat prioritas dari sekolah untuk pertukaran pelajar antar planet, tapi kakek mereka kepala keluarga Zhen tidak memberi izin.


Sejak kematian istrinya, kepala keluarga Zhen mencurahkan kasih sayang kepada Zhen meng, ada niatan untuk menikah tapi begitu Steve sudah masuk dalam kehidupannya dan mempunyai anak, dia tidak mau menikah lagi, seluruh kasih sayangnya tercurah kepada Adaba dan Adiba.


Dia turun langsung mengajar Adaba dan Adiba, jangankan dikirim ke planet Nibiru atau Centuri, hilang sebentar saja kakek sudah ribut besar, dan sasaran kakek pastinya paman mereka Zhen meng, karena pamannya ini yang selalu usil, bagi kakek mereka adalah permata keluarga Zhen.


Para guru juga sangat menyayangi mereka terutama Adiba, gadis kecil ini betul betul seperti boneka dan sangat mengemaskan, jika pergi ke kantin maka dia di kawal oleh teman pria di kelas mereka, tidak ada yang berani dan mendekati Adiba, jika ada yang mendekat teman cowok yang menjadi pengawal membelalakan mata mereka.


Adaba menjadi idola para cewek di sekolah, walau masih kecil dari tema kelasnya, tapi wajahnya begitu tampan, orangnya baik dan selalu ramah kepada teman yang lain.


Pulang dari sekolah pengawal selalu mengantarkan ke istana kepresidenan tempat kakek mereka berkerja, kakek sudah memperkenalkan kepada Adaba tanggung jawab sebagai pemimpin sejak dini, apalagi sebagai pewaris kerjaan di tiga planet yang berbeda.

__ADS_1


Mereka akan pulang ke rumah begitu kepala keluarga Zhen sudah selesai berkerja, karena begitu sering bersama kakek, kedua bocah ini dikenal oleh seluruh pemimpin negara di dunia.


Sebenarnya Steve sudah berencana meminumkan cairan kristal berwarna jinga untuk Adaba dan Adiba, tapi dia merasa kasihan, tak sangup melihat keduanya merasa kesakitan menangung kekuatan yang begitu besar, Steve mencoba cara lain dengan memberikan kekuatan ke dalam tubuh mereka secara perlahan lahan, ketika tubuh mereka sudah siap baru dia akan menyuruh minum cairan kristal itu.


Walaupin sering kesal dijahilin pamannya Adiba sangat menyayangi Zhen meng, jika mereka pergi bersama kakek ke mall Adiba selalu membelikan hadiah buat pamannya itu tentu saja yang utama untuk ayah dan ibu, dia sangat mengidolakan dan menjadi fans berat ayahnya Steve.


Sebenarnya Zhen meng sudah ingin menikah dengan Hana, tapi kepala keluarga Zhen meng menolak, dia berangapan Zhen meng belum mampu, sifatnya masih kekanak kanakan, dan yang kedua dia diwajibkan menjaga Lara sampai betul betul pulih, umurnya sangat panjang sampai puluhan ribu tahun, menungu sebentar tak ada salahnya, lebih baik dia belajar dulu dengan kakak tertuanya Steve.


" Jika kamu bisa menjadikan perusahaan jasa keamanan menjadi yang terbaik tanpa mengunakan embel embel ayah dan kakakmu, maka mungkin bisa di pertimbangkan " kata kepala keluarga Zhen ketika Zhen meng mendesak dan mengulangi permintaanya.


Steve tertawa terbahak bahak melihat muka Zhen meng yang menjadi suram dan cemberut,


Tapi sebuah asbak yang terbuat dari besi melayang ke kepalanya, dia terkejut dan melihat tatapam ganas dari kepala keluarga Zhen, bagi kepala keluarga Zhen lebib baik memukuli Zhen meng ketimbang Adiba menangis, jika sudah menangis gadis kecil itu susah untuk didiamkan.


Zhen meng segera mengembalikan boneka berbie sambil mengusap kepalanya, untung saja Adiba tidak melihat yang terjadi, Steve dan Kazumi ngakak bareng melihat keusilan dari Zhen meng.


Hari ini libur sekolah, Zhen meng berniat mengajak ponakannya jalan jalan, sebelum pergi kepala keluarga Zhen memberikan ceramah yang sangat panjang, intinya jangan sampai membuat Adiba menangis, jangan tergores, jangan jatuh bla bla bla, sunguh pusing Zhen meng mendengar ceramah ayahnya.

__ADS_1


Zhen meng sebenarnya memang suka hang out sama Adiba, walau sering mengusili ponakannya tapi jangan pernah tanyakan rasa sayang dia kepada Adiba. Apapun permintaan Adiba tidak pernah Zhen meng mengeleng kecuali hal yang dapat membahayakannya.


Mereka hang out di Wuyutai tea, tempat ice cream terbaik di Beijing, Zhen meng tertawa kecil melihat mulut Adiba berlepotan dengan ice cream, wajahnya sunguh lucu dan mengemaskan, keuntungan membawa Adiba adalah Zhen meng sering di datangi cewek cantik yang penasaran dengan Adiba.


" Paman tambah ice creamnya dong" pinta Adiba dengan sorot mata penuh permohonan.


" Ya udah ambil aja, tapi cuma satu aja ya, kalau banyak ntar sakit bisa berabe " balas Zhen meng sambil asik berbincang dengan gadis cantik.


Adiba segera lari ke kasir, membayar dan mengambil ice cream kesukaannya, tapi tiba tiba rambutnya ditarik oleh anak laki laki yang kelihatan sombong dan angkuh


" Mingir sana menghalangi saja " bentak anak laki laki itu sambil menjambak rambut Adiba dari belakang, wajar saja dia merasa sombong disebelah kanan kirinya ada pengawal kelihatan bukan anak lelaki sembarangan.


Merasa kesakitan Adiba menangis, Zhen meng yang lagi asik bicara sama cewek cantik terkejut mendengar ponakannya menangis, dia melompat dari kursi dan berlari ke kasir, Zhen meng melihat ponakannya terbaring di lantai, segera dia mengambil dan megendong Adiba, mata Zhen meng memerah karena marah, siapa yang berani menyakiti keponakannya tersayang, tidak ada satupun yang berani menyakiti Adiba.


" Adiba kenapa menangis ? siapa yang jahatin Adiba sampai terjatuh di lantai " tanya Zhen meng sambil mengusap airmata keponakannya, hatinya merasa sakit dan menyesal, kenapa bukan dia sendiri yang ke kasir dan mengambil ice cream.


" Anak itu paman, dia menjambak dan menarik rambut Adiba dari belakang " tunjuk Adiba ke arah anak laki laki yang berdiri dengan angkuh didampingi pengawalnya.

__ADS_1


Zhen meng marah besar mendengar rambut ponakannya ditarik dan dijambak hinga jatuh ke belakang, dia membentak anak laki laki itu dan berniat mencubit telinganya, tapi dua pengawal segera menghadang langkah Zhen meng.


" Jangan coba coba menyentuh tuan muda kami jika tidak ingin mampus " gertak pengawal itu yang makin membuat Zhen meng marah, di Beijing ini ada yang berani mengertaknya?


__ADS_2