
Walaupun dalam posisi menyedihkan seperti ini, pasukan tidak sedikitpun takut dan mempunyai rasa penyesalan, mereka menaruh kepercayaan yang mutlak kepada panglima mereka, yakin bahwa panglima mampu mengatasi semua persoalan.
Keyakinan mutlak seperti inilah yang membuat Steve kagum kepada mereka sehinga menjadikan pasukannya ini menjadi bahagian keluarga, kemana dia pergi pasti akan membawa mereka.
Dia berpikir dengan keras bagaimana mensiasati permasalahan ini, jika mengajak tahanan lain untuk bergabung membunuh pasukan berbadan mesin ini takutnya mereka akan ada yang menjadi berkhianat.
" Lindungi keberadaan saya jangan sampai terlihat oleh mereka " bisiknya kepada pasukan, waktu hanya tingal sesaat lagi untuk kembali berkerja, tidak mungkin mensia siakan waktu yang ada.
Pasukan segera membentuk lingkaran kecil mengelilingi panglima mereka, Steve kemudian bergerak secepat kilat melewati pasukan berbadan mesin dan memasuki ruangan tempat senjata mereka disembuyikan.
Pasukan berbadan mesin hanya merasakan angin yang berhembus ketika Steve bergerak dengan kecepatan kilat.
Steve mengetahui ruangan persembunyian senjata mereka dari ketajaman penglihatannya, dia merasa bersukur sistem sempat menahan dirinya untuk pergi ke Morpheus dan meng upgrade kekuatannya, ternyata kekuatan itu sangat berguna untuk dia sekarang ini.
Steve melihat senjata pasukannya yang menumpuk di lantai ruangan, dia segera mengambil dan menyimpannya, untung saja senjata itu sangat kecil sehinga mudah untuk membawa semuanya, kemudia dia bergerak lagi secepat kilat dan sudah berada dalam lingkaran pasukannya, dia membagi senjata kepada mereka secara diam diam " segera pasang di pergelangan tangan kalian " bisiknya dengan pelan.
Melihat pasukannya sudah memasang persenjataan, Steve memberikan isyarat agar menungu tanda darinya, dia sendiri sudah mengengam sejumlah jarum perak.
__ADS_1
Mereka kembali di suruh bekerja mendaur ulang mesin yang lama, di mesin yang lama banyak terlihat berbagai goresan, mesin ini akan dilebur dalam api yang sangat panas dan setelah melebur maka di cetak ulang kembali dalam bentuk yang baru sesuai dengan keinginan pengendali ruangan.
Sebenarnya Steve berminat mencopy paste sistem pembuatan badan mekanik ini, tapi setelah dia pikir tidak manusiawi jika menyatukan mesin dengan manusia maka dia menghilangkan keinginan itu, dia menyaksikan para pengawas sedang asik berbincang dan saatnya sekarang sudah tepat.
Steve memberi kode kepada pasukan, agar senjata di tangan mereka mengarah kepada kristal yang terdapat pada tubuh mekanik itu " tembak sekarang jugaa " teriaknya dengan keras yang membuat seluruh makhluk dalam ruangan itu kaget dan terkejut.
Pasukan segera membidik sasaran, tidak boleh ada kesalahan jika tidak mereka akan mati, Steve juga melemparkan jarum perak ke arah kristal yang melekat di dada pasukan mekanik. Dalam sekejab kristal kristal itu hancur dan pasukan mekanik menjadi lumpuh.
Kegiatan membuat mesin segera terhenti, makhluk lain merasa senang mereka bisa terbebas dari perbudakan, tapi saat ini Steve dan pasukannya yang menjadi penguasa ruangan, dia meminta makhluk lain tetap berkerja seperti biasa untuk menghindari kecurigaan, jika mereka menolak maka pasukan Steve tidak segan segan menembak mereka.
Steve dan pasukannya segera berlari meningalkan ruangan, di luar mereka terkejut menemukan bangunan bangunan yang sangat luar biasa besarnya. mereka menyelinap dari satu bangunan ke bagunan yang lain, Steve dengan penglihatannya bisa menemukan keberadaan pesawat mereka.
Dia memberi aba aba kepada pasukannya untuk masuk secara diam diam dan langsung membidik mereka, seketika pasukan merengsek masuk dan langsung menembaki pasukan mekanik yang tidak menyadari kedatangan mereka.
Pasukan mekanik bertumbangan terkena peluru laser di dada mereka, hanya tersisa dua orang yang kelihatanya tidak terpengaruh dengan tembakan laser tersebut, melihat itu Steve segera menyuruh pasukan masuk ke dalam pesawat dan menerbangkannya keluar dari planet Morpheus, dia akan tingal menghadapi kedua makhluk ini.
Pasukan tidak berani menolak perintah Steve walau dalam hati kecil mereka tidak tega meningalkan panglima, tapi didikan militer sudah tertanam dalam hati yaitu taat pada perintah komando.
__ADS_1
Steve menghalangi kedua pasukan mekanik yang mencoba menyerang pasukannya, dia memukul kedua pasukan itu dengan sekuat tenaga yang membuat mereka terlempar beberapa meter, sementara pesawat sudah terbang dan segera mengaktifkan pembengkokan ruang dan waktu, dalam sekejap pesawat sudah berada diluar koordinat planet Morpheus.
Wakil komandan memutuskan mereka akan menungu sinyal dari Steve, pesawat akan bertahan dititik koordinat ini sampai mendapatkan sinyal dari panglima mereka.
Di dalam ruangan penyimpanan pesawat, kedua pasukan mekanik yang terlempar bangkit kembali, mereka terlempar karena lengah, dan sekarang saatnya menunjukan kekuatan kepada musuh.
Mereka bergerak dengan cepat bahkan hampir menyamai kecepatan yang dilakukan oleh Steve, jual beli pukulan terjadi, Steve terluka parah, kedua pasukan ini sangat kuat sekali, bagaimana tidak kuat mereka adalah perwira tentara Morpheus yang sudah berada pada kekuatan tingkat empat.
Mereka juga terkejut dengan kekuatan manusia ini, bagaimana dia bisa mendapatkan kekuatan dan kecepatan seperti itu ? dari mana manusia ini berasal ? pikir mereka.
Darah sudah keluar dari sudut bibir Steve, dia merasa kekuatan mereka seimbang tapi dia kalah dari jumlah dua lawan satu, lagi kedua perwira mekanik kembali menyerang Steve secara serempak dengan kecepatan kilat, tak ada waktu untuk berpikir, apalagi mengelak, yang bisa Steve lakukan hanyalah adu pukulan, dia mengunakan kedua tanganya menghadang pukulan dari kanan dan kiri, sekarang giliran Steve yang terlempar dengan jauh sementara kedua perwira hanya mundur beberapa meter saja.
disaat badan dia terlempar sangat jauh Steve mengunakan kesempatan itu untuk melarikan diri, dia segera terbang ke angkasa dengan menahan sakit di seluruh tubuhnya, kedua perwira mekanik terkejut melihat manusia itu bisa terbang, mereka berusaha menembak jatuh musuh tapi karena jarak yang terlalu jauh Steve lolos dari maut, dia terbang tinggi ke luar angkasa.
Steve mengirim sinyal keberadaanya kepada wakil kapten pesawat, melihat ada sinyal yang datang dari Steve segera pesawat mengarah ke titik sinyal tersebut, mereka menemukan Steve mengapung di luar angkasa dan tidak bergerak.
Pasukan membawa masuk Steve ke dalam pesawat dan segera keluar dari orbit planet Morpheus. Steve segera dimasukan ke dalam tabung penyembuhan, tidak berapa lama di dalam tabung Steve sadar dan meminta untuk di keluarkan dari dalam tabung.
__ADS_1
Dia menceritakan kejadian yang di alami, sekarang semua mengerti mengapa pasukan mekanik Morpheus sangat ditakuti, Steve merasa dia belum bertemu dengan panglima mereka, tidak bisa dia bayangkan perwiranya saja sudah begitu hebat apalagi panglima mereka, terus bagaimana pula dengan kekuatan penguasa mereka, kepala Steve mendadak menjadi sakit dan pusing memikirkannya.
Mereka sudah berada setengah jalan tidak mungkin pulang kembali tanpa hasil, Steve berencana pergi kembali ke planet Morpheus tanpa pasukan mereka, dia akan lebih leluasa bergerak jika pergi seorang diri sementara pasukan tetap menungu di sini, dia akan mencari tahu rahasia kekuatan mereka dan mencari roh kristal kehidupan untuk Lara, Steve hanya membutuhkan sedikit waktu untuk pulih sebelum berangkat ke sana.