Sistem Mata Dewa

Sistem Mata Dewa
Bab 108 Berada Di Langit Yang Pertama


__ADS_3

Setelah terbang sangat jauh, Steve menemukan sebuah pintu sebagai batas dari seluruh alam semesta yang ada, jadi seluruh alam semesta berakhir disebuah pintu, alangkah lebarnya pintu itu entah bagaimana cara membukanya


[ Sistem tahukah kamu apa pintu ini? ] tanya Steve dengan kebingungan.


[ Penguna pintu ini disebut dengan langit pertama, ada tujuh lapis langit hinga bisa mencapai tempat sang creator ] jawab sistem yang membuat Steve kaget setengah mati, apakah media dalam tubuhnya membawa dirinya bertemu sang creator, raja seluruh alam semesta, sang pencipta segala kehidupan.


Steve mengigil, rasa senang, banga, juga takut bercampur jadi satu, jika bertemu sang creator dia hanya mempunyai satu permintaan yaitu hidupkan kembali kedua orangtuanya, permintaan yang sangat sederhana tapi tak satu kekuatanpun yang mampu mewujudkannya.


Pintu besar itu terbuka seakan mengenali media yang ada dalam tubuh Steve, ketika dia menyentuh pintu itu bunyi berderit sangat keras seakan memenuhi ruang angkasa, di dalam Steve melihat ruang angkasa lain yang sangat luas dan tidak berujung, hatinya mengangumi kehebatan sang creator dalam penciptaan.


Perbedaan ruang angkasa di bagian dasar dengan langit pertama adalah langit pertama dipenuhi dengan planet yang bercahaya terang, tidak memerlukan matahari untuk menyinari planet yang ada, berulangkali Steve mengucapkan syukur bahwa dia bisa terpilih masuk ke pintu langit pertama, planet di langit pertama juga berbeda dengan luar angkasa dasar, di langit pertama planetnya seratus kali lipat lebih besar ketimbang planet terbesar yang ada dalam alam semesta, dan jumlahnya miliaran.


Steve terbang menuju planet yang paling terang, dia tidak tahu apa yang akan di hadapi, demi keamanan dia berubah menjadi partikel dan melebur dengan udara dalam planet tersebut, sumpah demi apa dia melihat penghuni planet itu semua bercahaya dengan sayap di pungungnya dan tingginya mencapai 50 meter, jumlah mereka sangat banyak sekali.


Tiba tiba ada suara yang menegur Steve " wahai manusia kembalilah ke duniamu, sesungguhnya satu hari di sini sama dengan lima ribu tahun di duniamu, jangan sampai menyesal di kemudian hari, walaupun kamu mempunyai media tetapi ketetapan tidak bisa diubah, kamu tidak akan menjadi tua dengan berhari hari berada di sini, tapi bagaimana dengan manusia yang kau pimpin " kata suara tanpa wujud itu menegur Steve.

__ADS_1


Antara percaya dan tidak tapi Steve menjadi takut jika memang benar ada perbedaan waktu sampai lima ribu tahun, waktu sekolah dia juga belajar soal perbedaan waktu.


Albert Einstein pada awal abad 20 berhasil menemukan teori relativitas waktu. Teori ini menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan, Waktu bisa berubah sebagai paperwriter sesuai keadaannya. Stebe menjadi yakin bahwa suara tanpa wujud itu tidak berbohong, tapi dia juga seorang pemuda yang cerdas, dia tahu lubang cacing atau worm hole bisa memperpendek jarak seperti pembengkokan ruang dan waktu, tapi apakah sama jika mencapai langit ke satu yang tidak pernah seorangpun mampu mencapai keberadaan tempat ini.


[ Sistem, bagaimana ini apakah kita terus lanjut menjelajah atau kembali dahulu ke bumi ] tanya Steve kepada sistem dalam hatinya.


[ Penguna, kita tidak bisa bertindak gegabah, sistem sarankan agar penguna menyerahkan saja pada kemauan media yang ada dalam tubuh penguna ] jelas sistem kepada Steve, ini sudah betul betul di luar jangkauan sistem, di langit pertama ini sistem hanya sekadar teman penjelajah bagi Steve bukan lagi sebagai penolong.


" Terima kasih atas nasehatnya, saya bisa berada di sini bukan keinginan dan kemauan saya, tetapi kemauan media yang ada di dalam tubuh saya " kata Steve kepada suara tanpa wujud itu, tidak ada lagi balasan seakan akan suara tanpa wujud sudah tidak peduli lagi dengan dirinya.


Setelah berjalan cukup jauh dalam planet itu Steve bertemu dengan satu makhluk yang mirip dengan manusia di bumi, wajahnya sangat tampan dan bercahaya, semua makhluk lain tunduk kepada manusia ini, " siapa orang ini ? Kenapa tampilannya berbeda dengan makhluk lainnya ? "


Manusia ini memiliki kharisma yang membuat orang merasa segan kepadanya, wajahnya teduh dan memiliki sejuta pesona, senyumnya sangat menyenangkan, terus terang Steve merasa minder jika dibandingkan dengan manusia ini.


" Mendekatlah kesini " suaranya terdengar bersahaja dan penuh keagungan, Steve segera mendekat dan pria tampan itu meletakan tangannya di atas kepala, Steve merasa kedamaian merasuki dirinya, perasaan ini sangat menentramkan hati sekaligus penuh misteri, beberapa saat pria tampan bercahaya itu melepaskan tangannya.

__ADS_1


" Pergilah kembali ke asalmu, tempatmu sesunguhnya bukan di sini, langit pertama diciptakan hanya untuk orang yang mengabdi tanpa punya keinginan, hasrat dan nafsu, kamu tidak cocok berada di sini, jika dipaksakan kamu akan kehilangan keinginan dan nafsu "nasehatnya kepada Steve.


Walau manusia ini disegani oleh makhluk di planet itu bukan berarti Steve juga ikut tunduk, dia lebih memilih mengikuti kata sistem yaitu biarkan saja sesuai keinginan media yang ada dalam tubuhnya.


" Maaf saya tidak bisa mengikuti permintaan anda, apakah jika saya menolak anda akan mengunakan kekerasan kepada saya" tanya Steve dengan tegas, cukup sudah dia di atur begini dan begitu oleh orang lain, dia merasa muak dan kesal.


" Tidak kami hanya sekadar mengingatkan anda, jika anda bersikeras melanjutkan perjalanan silahkan, tapi banyak tantangan dan rintangan yang anda akan alami " jawab pria tampan itu.


Keputusan sudah bulat Steve akan terus maju melangkah, kalau media sudah membawa dia ke sini tentu ada yang mengaturnya, tidak ada sesuatu kebetulan yang terjadi di dunia ini, semua sudah ada pengaturannya.


Tanpa menghiraukan orang itu Steve terbang ke luar angkasa meningalkan planet itu, dia melihat di kejauhan yang tidak berujung, tiba tiba media kembali bergejolak di dalan tubuhnya, dia melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi tanpa bisa dikontrol lagi, kecepannya seratus kali lipat dari kecepatan meteor, hinga badannya anehnya badannha masih utuh dan tidak hancur menjadi partikel, apakah pengaruh dari tangan pria itu yang menempel di kepalanya.


Dia melewati ribuan galaxy dan milyaran planet, sampai pada titik semua kosong dan serba gelap, Steve menemukan pintu lain yang yang lebih besar dari langit pertama, " apakah ini pintu langit kedua " gumamnya dalam hati, dia menempelkan tangannya dan pintu seketika terbuka, bunyinya sangat memekakan sekali, entah bagaimana dia mampu bertahan mendengarkan bunyi pintu.


Dia melihat ke dalam kembali Steve menemukan luar angkasa baru yang lebih besar ukurannya dari langit pertama, langit kedua ini juga terdiri dari ribuan galaxy dan planet, ukuran planet di langit kedua dua ratus kali lipat ukurannya dari langit pertama, hanya rasa takjub dan bersukur yang ada dalam pikiran Steve, sunguh dia merasa beruntung bisa menyaksikan semua ciptaan dari sang creator...

__ADS_1


__ADS_2