Sistem Mata Dewa

Sistem Mata Dewa
BAB 29 Zhen meng dan Shu Qian


__ADS_3

Bagi Zhen meng sendiri dia tidak akan pernah membiarkan Steve kesulitan di Beijing, kebaikan Steve tidak ternilai harganya, walau dia kaya tapi tidak bisa menikmati jika berumur pendek buat apa.


Zhen meng memberikan hadiah rumah sakit yang cukup terkenal di Beijing, dia yakin di bawah kepemimpinan Steve maka rumah sakit akan menjadi berkembang, apalagi jika Steve bisa menyembuhkan semua penyakit langka, dan dia merasa hadiah yang diberikan sudah tepat dengab keahlian Steve.


Steve sama sekali tidak menduga dia akan diberikan hadiah sebesar itu, perkiraan nilai dari rumah sakit itu sendiri sekitar dua triliun remimbi, semula Steve menolak niat dari Zhen meng, tapi karena keluarga besar Zhen juga mendesak Steve menerima hadiah tersebut dan sinilah dia sekarang sedang menanda tangani pemindahan kepemilikan.


Zhen meng betul betul tidak melepaskan Steve, bahkan dia mengangap adik Steve sebagai adiknya sendiri dan menghadiahkan mereka perhiasan yang mahal, sedangkan kedua adik Steve sudah menjadi akrab dengan Zhen apalagi Hana.


Zhen meng dan Hana sering curi curi pandang dan tersenyum satu sama lain, Steve bukannya tidak tahu keduan orang ini sedang jatuh cinta, dia membiarkannya karena dia percaya Zhen meng orang yang baik dan bertanggung jawab.


" Kakak ipa...eh kakak tertua " pangil Zhen yang gugup karena keceplosan, dia mau mengajak Steve pergi ke acara perkumpulan pengusaha Beijing di kediaman keluarga Shu.


" Baiklah saudara meng saya akan ikut dengan anda, siapa tahu bisa berkenalan dengan relasi lain di sana " Steve memang sudah berencana untuk membuka perusahaan baru di Beijing sedangkan untuk rumah sakit pengelolaan dia berikan kepada Jannet sebagai komisaris.


Malamnya mereka pergi ke kediaman keluarga Shu, deretan mobil mewah menumpuk di parkiran, bisa saja di bayangkan bahwa yang datang adalah pengusaha pengusaha besar dan para pejabat yang memegang kekauasaan .


Tidak sedikitpun Steve merasa tertekan dan rendah diri, dia punya keahlian dan uang, dia tidak perlu menyembunyikan identitasnya seperti di novel novel picisan yang berpura pura menjadi orang miskin dan orang bodoh, dia punya harga diri.


Mengikuti Zhen meng masuk kedalam, dia menemukan begitu banyak pengusaha yang hadir, dan semuanya dia tidak kenal, dia merasa bosan dan tidak betah tapi demi menghargai Zhen meng dia tetap mengikuti keman Zheng meng pergi.


" Anak ini cukup terkenal juga " gumam Steve yang melihat banyak tuan muda kaya yang mendekati Zhen meng dan menjabat tangannya, tidak lupa dia mengenalkan Steve kepada mereka.

__ADS_1


" Ini kakak tertua saya, ahli dalam pengobatan, jika ada penyakit yang susah diobati datang saja menemuinya " tidak lupa Zhen meng mempromosikan keahlian Steve, tentu tuan muda yang hadir percaya buktinya Zhen meng sudah pulih dan sembuh, mereka mendengar selintingan berita bahwa Steve yang mengobati Zhen meng


" Mari kita saling menukar nomor kontak " ajak tuan muda yang hadir kepada Steve


Steve tidak menolak keingginan mereka, dia bersukur Zhen meng mempromosikan keahliannya, adik ipar ini memang anak yang baik, kekeh Steve dalam hatinya.


Acara dimulai dan mereka duduk dengan tenang dan rapi, seorang gadis cantik yang rupawan membawakan acara, gadis cantik ini Shu qian putri dari keluarga Shu.


Dia dipercaya oleh keluarga untuk membuka acara, semua tuan muda menyukai sosok Shu qian ramah dan baik hati, dia terkenal sebagai di lingkungan tuan muda Beijing.


Acara dibuka dengan sukses oleh Shu qian secara tidak sengaja dia melihar seorang pemuda tampan dan menawan di bangku barisan kedua dari depan, dia kaget dan merasa gembira, bergegas ke belakang pangung dan menghampiri keluarga serta menunjuk sosok keberadaan Steve di bangku barisan kedua.


Steve yang masih berbincang dengan Zhen meng tidak menyadari bahwa dia menjadi perhatian dan perbincangan keluarga Shu, dengan segera dia dihampiri oleh orangtua Shu qian.


Melihat Steve yang kebingungan orang tua Shu qian tertawa ramah dan mengatakan bahwa ucapan itu mereka memang mereka tujukan pada Steve.


" Anda menyelmatkan nyawa anak kami di atas pesawat apakah anda masih ingat " ujar orangtua Shu qian mencoba mengingatkan Steve.


" Astaga.....apakah nona itu putri anda tuan ? " Steve ingat dan dia tidak pernah sedikitpun menyangka bahwa Shu qian berasal dari keluarga ternama di Beijing.


" Betul dia tuan putri di keluarga Shu satu satunya, kami bersukur anda bisa menyelamatkan putri kami, bahkan penyakitnya sudah sembuh total " tatapan orangtua Shu qian penun takjub dan kagum kepada Steve

__ADS_1


Zhen meng yang mendengar percakapan tersebut cukup kaget, bagaimana kakak tertuanya bisa berkenalan dengan Shu qian bahkan mengobatinya penyakit gadis itu, sunguh luar biasa kakak tertuanya ini.


Merasa senang dengan bahwa Shu qian sudah sembuh total Steve sangat bersukur dalam hatinya, dia merasa kasihan dengan kondisi nona muda itu, masih terbayang dalam pikirannya bagaimana nona muda itu berkelenjotan kesakitan.


" Kakak tertua Shu qian ini teman aku dan dia terkenal dengan kecantikan dan kebaikan hatinya, dia menjadi incara tuan muda di Beijing " bisik Zhen meng ke telinga Steve.


Tentu saja Steve yang baru beberapa hari tinggal di Beijing tidak tahu dengan kondisinya, tapi dia bukan orang bodoh dia mengerti banyak dengan cepat.


Orang tua Shu qian membawa Steve keruangan pribadinya, diiringi tatapan cemburu para tuan muda yang ada dalam ruangan, mereka bertanya satu sama lain siapa pemuda itu.


Di dalam ruangan pribadi yang mewah dan megah sudah menungu Shu qian dan keluarga besarnya, dia tersenyum manis melihat kedatangan Steve, senyum yang indah bagai bunga bermekaran di musim semi


Steve yang melihat Shu qian juga merasa senang, tanpa sadar senyum menawan melengkung di bibirnya.


Shu qian tanpa malu malu memeluk Steve dengan erat, sudah beberapa malam ini dia gelisah tidur memimpikan pahlawan yang tampan ini yang sudah membuat hatinya berdebar debar.


Steve yang merasa cangung tidak tahu berbuat apa, dia melihat ke orang tua Shu qian dan keluarga besarnya, dia takut mereka marah, tapi dia melihat keluarga tersebut malah tenang dan gembira.


Setelah puas memeluk Steve yang cangung, Shu qian memeluk tangan Steve dan mengajak duduk, Steve tidak pernah tahu bahwa baru kali ini Shu qian membuka hatinya untuk seorang pria.


Keluarga Shu tahu betul masalah ini, selama ini sudah berapa banyak tuan muda yang ditolak oleh Shu qian, sampai keluarga Shu khawatir dirinya akan sulit mendapat jodoh dan mempunyai keturunan.

__ADS_1


Sebenarnya Shu qian bukan tak berminat untuk menjalin hugungan, tapi keadaan dirinya yang sering menderita sakit membuat dia merasa rendah diri dan menutup segala perasaanya, dia merasa sia sia menjalin hubungan disaat dia berperang melawan penyakitnya


Semua berubah dengan hadirnya Steve sebagai penyelamat dirinya, bahkan dia dan keluarga Shu sudah mengerahkan banyak orang mencari keberadaan Steve di Beijing.


__ADS_2