
Perusahaan tidak mungkin hanya bermain dengan market lokal, dia perlu melebarkan sayapnya sampai ke luar negri, untuk itu dia ingat dengan nama sahabatnya yaitu jhonson, pengusaha batu mulia di Malaysa.
" Hallo bro apa khabar lama kita tak jumpa " sapa Steve di telpon
" Hai bro, tumben kamu telpon saya, sudah lama tak ada khabar dari kamu sejak kita bertaruh judi batu di Beijing " dari seberang terdengar teriakan jhonson yang merasa senang sudah di hubungi Steve.
" Biasalah bro, saya lagi bangun bisnis di Indonesia, karena bro sudah berpengalaman dengan bisnis saya minta petunjuk nih apa yang akan di buat " Steve menceritakan keadaan dia kepada jhonson dia berharap jhonson bisa memberikan masukan dan ide
" Bagini saja Steve, saya lagi ada di mancuria sedang mencari batu batu mulia, kalau bisa anda terbang kesini dan mari kita bicara masalah bisnis sambil mecari batu, saya lagi butuh keahlian anda memilih batu mulia di sini " Steve setuju dengan usulan dari jhonson.
Setelah berbincang sebentar dengan Tiara dan mengkondisikan segalanya, dia meminta jannet untuk memboking tiket ke mancuria, dia menitipkan adik adiknya ke Tiara dan jannet.
Steve sadar sistem tidak pernah memberikan kekayaan berupa uang dan saham sistem menyuruh dia mencari uang dengan berkerja, tidak seperti novel yang dia baca dimana sistem memberikan uang dan saham tanpa berusaha.
Setelah mempersiapkan segala sesuatu dan berpamitan dengan adiknya, Tiara mengantarkan Steve ke bandara
" jangan nakal diluar dan ingat ada yang menungu di sini, jangan lama lama berada di mancuria " tumben tumbennya Tiara yang dikenal dengan ratus es ini sekarang menjadi cerewet dan penuh perhatian
Sambil memeluk Tiara Steve menjawab
" Jangan khawatir ini perjalanan bisnis, untuk masalah hati sudah ada dan tidak perlu lagi di car, jika sudah ada yang cantik dan sempurna di sisi buat apa mencari bunga yang lain " canda Steve yang membuat hati Tiara berdebar dengan indah
Sebelum menuju ruang tungu Tiara dengan cepat mencium pipi Steve dan berlari dengan wajah memerah, Steve tersenyum kecil dan merasa bahagia
Bandara mancuria hari ini sangat panas, sebenarnya jika bukan bertemu dengan jhonson, Steve tidak mau datang kesini, dia sudah memperkirakan mancuria negara yang dipenuhi dengan padang pasir jikapun ada perbukitan itupun dijadikan tambang oleh pengusaha lokal
__ADS_1
Batu mulia dari mancuria terkenal sebagai batu mulia yang paling bagus di dunia, untuk kelas giok, jade, safir, dan diamond batu dari mancuria menjadi rebutan dari kalangan pengusaha dunia
Tak heran harga batu mentah sangat mahal di mancuria, apalagi jika batu mentah yang akan lelang, jika dilelang harganya bisa mencapai puluhan kali lipat dari harga normal, padahal belum tentu batu itu mengandung bahan mulia di dalamnya.
" Steve.. steve disini .."
Pangilan yang kuat terdengar oleh Steve dia mencari cari arah pangilan itu, dia melihat jhonson sudah menungu di luar dengan gayanya yang khas kacamata hitam dan sebatang rokok di bibirnya.
Mereka saling berpelukan, sudah hampir lima bukan mereka tidak bertemu, sebenarnya jhonson inggin menghubungi Steve tapi dia yakin orang seperti Steve ini sangat susah dihubungi, mungkin sibuk berjudi, penjudikan sangat susah dihubungi apalagi jika kalah
Jika Steve mengetahui pikiran jhonson pasti dia akan marah, mereka pergi ke hotel yang sudah di pesan oleh jhonson. Dari ceritanya jhonson sudah dua hari di mancuria, karena Steve datang dia tidak memakai ahli lokal untuk memilih batu.
" Besok kita pergi menemui teman saya, dia memiliki tambang batu di salah satu bukit mancuria, nanti kamu bisa memilih batu dengan bebas " jhonson berharap pada keberuntungan yang dimiliki oleh Steve
" Boleh mumpung kita lagi santai, saya ingin membicarakan masalah bisnis dengan anda, bagaimana jika anda membuka perusahaan batu mulia di Jakarta, saya hanya butuh barang yang sudah jadi seperti kalung, gelang dan cincin, untuk bahan baku saya akan menolong anda " mana mau Steve sekadar membantu jhonson saja sementara dia tidak mendapat keuntungan sedikitpun
Walau sedikit alot dan tarik menarik tapi terjadi kesepahaman yang sama yaitu menungu besok hasil dari pemilihan batu yang Steve lakukan.
Di dalam kamar Steve kembali melakukan kultivas, meningkatkan ketajaman pikiran dan tenaganya, dia tidak pernah bisa menerka apa yang akan terjadi yang bisa dia lakukan berusaha dengan semaksimal mungkin.
Keesokan harinya Steve dan jhonson sudah di jemput oleh pasukan militer mancuria yang merupakan partner jhonson di sana
Sebenarnya tidak bisa disebut dengan pasukan militer, karena di mancuria sendiri terdiri dari berbagai kelompok suku yang masing masing saling bersenjata, dan kelompok suku yang paling besar dan kuat persenjataannya disebung dengan suku angkling
Suku Angkling ini di pimpin oleh anak kepala suku yang mahir berkelahi dan mengunakan senjata dia dikenal dengan nama Kubulai, Kubulai dan jhonson ini merupakan sahabat bisnis di batu mulia
__ADS_1
Rombongan menuju tambang di bukit, Steve dan jhonson disambut kubulai di kemahnya, Kubulai menginginkan jhonson untuk membeli batu mentah dengan skala besar, dia menolak jika dilakukan dengan cara memilih.
Tentu ini merupakan strategi penjualan yang dilakukan oleh kubilai, jika jhonson membeli dengan cara memilih tentu saja batu mentah yang tertingal menjadi sampah
Tawar menawar terjadi cukup alot dan kesepakatan tercapai dengan cara mengambil segengam dari tiap tempat gundukan batu dan harga segengam disepakati sepuluh dollar amerika bukan remimbi.
Setelah bersepakat mereka pergi menuju gundukan batu yang menumpuk, Steve berjalan mengelilingi batu batu yang menumpuk, setelah beberapa saat Steve menunjuk untuk membeli sepuluh gengam batu dari tiga puluh tumpukan batu yang terlihat.
Jhonson meminta Kubulai melakukan pengawalan ketempat dia biasa membelah batu, dia tidak inggin dicegat suku lain, sangat beresiko tanpa dikawal, ini mancuria bung!!
Tentu Kubulai setuju dan mengawal Steve serta jhonson ketujuan, setelah sampai dengan aman batu diturunkan dan siap untuk dipotong
Steve memilih beberapa batu dan menyuruh jhonson membuang sisanya, batu yang dipilih oleh Steve berjumlah dua puluh batu dengan ukuran sebesar bola basket
Total uang yang dihabiskan oleh jhonson kurang lebih dua milyar rupiah dan untuk pengawalan dia mengeluarkan uang sejumlah lima puluh juta, dia berharap pilihan yang dibuat Steve memberikan keuntungan besar bagi dirinya.
Steve menandai dan melingkari batu yang hendak di potong, dia meminta pemotong untuk memotong bagian luar jangan sampai terkena bagian dalam
Batu segera dipotong sesuai permintaan Steve, keluar semburat warna hijau di batu pertama, warna merah darah di batu kedua dan juga begitu juga dengan batu lainnya.
Terdapat jamrud, giok, safir, blue safir dan jade, utuh semua hampir sebesar bola basket, bukan hanya jhonson yang hampir pingsan tukang potong batu juga hampir pingsan melihat keberuntungan yang luar biasa ini
Jika ditotal maka harga batu sesuai pasaran jual mencapai satu milyar dollar setara dengan empat belas triliun rupiah. Jhonson sampai melompat kegirangan memeluk Steve
" Steve anda luar biasa!!! Steve melihat jhonson dengan tatapan jijik, peluk peluk emang gw hemong gumamnya cemberut
__ADS_1
# buku kedua telah terbit yang berjudul Ketika sistem membantu anak kampung membalas dendam
buku kedua ini sangat seru dan hampir banyak nilai historis bercampur dengan fiksi, mohon dukungan untuk autor