
Ameli tahu bahwa Le ceng membawa Lara ke villa yang dimilikinya dan sekarang mereka sudah berada di villa tersebut, Ameli memangil Le ceng dan villa pintu segera terbuka, Le ceng terlihat dalam keadaan pura pura baru bangun dari tidur.
" Dimana adik saya " katanya sambil mendorong Len ceng ke dalam villa, dia masuk dan memeriksa ruangan itu sambil memangil mangil nama adiknya. Le ceng yang arogan merasa marah dengan tindakan Stve yang di angap terlalu sombong dan berani.
" Adik anda tadi ada yang menjemput dan saya tidak tahu dia pergi kemana " bentak Le ceng dengan marah, Steve tahu anak muda ini mulai bertele tele.
[ Sistem, lacak dan retas tempat ini ] pangilnya dengan panik di dalam hati, dia merasa ada sesuatu yang salah karena kedua kenalan Lara ini saling lempar tangan.
[ Penguna keberadaan Lara pernah ada dalam ruangan ini dan di dalam kamar bagian atas ada kamera yang berisikan video verkaitan dengan Lara ] kata sistem tidak mau menjelaskan lebih lanjut.
Steve mencengkram leher Le ceng dan menariknya menuju kamar yang diberitahu oleh sistem, Le ceng merasa ketakutan dia ingin melepaskan diri dari cengkraman tangan Steve tapi cengkraman itu terlalu kuat.
Brakk
Pintu kamar di dobrak oleh Steve, dia melihat kamera dan segera menghidupkannya, demi Tuhan setelah menyaksikan video di kamera itu tubuh Steve mendadak lemas dia terduduk di lantai.
Hana dan Ameli yang heran melihat keadaan Steve segera melihat video di kamera, tiba tiba Hana menjerit dengan histeris kemudian tak sadarkan diri, sedangkan Ameli berdiri dengan kaki gemetaran dia tidak menyangka Le chen bakal sekeji ini.
Wajah Steve terlihat menyeramkan, dia melihat ke arah Le chen dengan wajah sadis dan kejam, Le chen yang masih mengangap semua mudah di atur kemudian berkata " saya bisa memberi anda banyak uang, sebutkan saja nominalnya" ujarnya dengan penuh kesombongan.
Plak ..plak
__ADS_1
Bunyi tamparan terdengar dengan keras, ya Steve menampar wajah Le cheng dengan sekuat tenaga, wajah itu langsung bengkak dan gigi berhamburan bercampur darah, ada senyum melengkung di wajah Steve, senyum penuh dengan niat penyiksaan.
Dia mendekati Le cheng yang menyandar di dinding, mengambil tangan pria itu dan mematahkannya, Le chen menjerit sekuat tenaga merasakan sakit yang luar biasa, sedangkan Ameli sudah mengompol ketakutan melihat penyiksaan yang dilakukan oleh Steve.
Tangan yang kedua juga dipatahkan oleh Steve, kemudian kedua kaki juga dipatahkan, dia menotok titok sadar di tubun Le ceng tidak mengizinkan pria ini pingsan karena sakit, sementara Ameli pingsan ditempat, belum pernah dia melihat penyiksaan seperti itu.
" Tolonggggg ammpunnn ampumnnn tolong ayaaaaahh " teriak Le ceng histeris, orang ini adalag iblis, dia sangat takut, kemudian Steve mengobati kembali tulang tulang yang patah ke posisi semula, terus mematahkannya kembali, alangkah luar biasa sakit yang dirasakan oleh Le cen, untuk tidak sadarkan diri pun dia tidak diperbolehkan.
Steve mengambil cambuk yang berada di laci lemari, kemudian mencambuk semua tubuh Le ceng, tapi dengan kekuatan yang sedang, dia tidak mau pemuda ini mati begitu cepat, dia mencambuk pungung, badan dan tangan Le ceng.
Belum puas sampai di situ Steve mengambil pisau di laci lemari, kemudian dia menotok titik diselangkangan pria itu dan kemudian tangannya begerak dengan cepat.
crassh
" Iblis...iblissss ampunnnn " jeritnya dengan histeris, Steve tertawa menyeramkan, dia menyerahkan telpon kepada Le ceng " pangil semua temanmu yang ikut serta menista adikku " perintahnya.
Dengan segera Le ceng menghubungi ketiga temannya dan berkata bahwa ada barang baru yang bisa mereka mainkan, ketiganya setuju untuk datang ke villa Le ceng, sahabat karib selalu berbagi mereka bersukur berteman dengan Le ceng.
Penyiksaan tetap dilakukan oleh Steve sembari menungu kedatangan teman Le ceng, dia mencengkram tulang pungung nya, kemudian mematahkan tulang pungung itu memperbaikinya dan mematahkan kembali, rasa ini lebih sakit daripada kematian.
" Bunuhhh saja saya, atau biarkan saya pingsan, saya tidak kuat menangung sakitnya " jerit Le ceng, tapi Steve diam tak bergeming, tangannya lebih banyak berkerja ketimbang suaranya.
__ADS_1
Hana terbangun dari pingsannya juga Ameli tersadar kembali, mereka menyaksikan pemandangan yang sangat menakutkan dan di luar nalar mereka. Hana tidak pernah menyangka akan melihat sisi iblis dari kakaknya tercinta, sedang Ameli segera berlari keluar dari pintu kamar, tapi dia dicambuk oleh Steve agar diam di tempat.
Teman teman Le ceng akhirnya datang, mereka segera menuju kamar, mereka tak tahan lagi ingin mencicipi gadis cantik, begitu mereka membuka pintu kamar, sekelebat bayangan memukul ketiganya hinga roboh di depan pintu, Steve menarik ketiganya masuk ke dalam kamar dan mengunci kembali pintu kamar itu.
Ketiganya terkejut melihat keadaan Le ceng yang sangat mengenaskan, mereka baru sadar bahwa mereka dijebak oleh Le ceng, Steve memandang ketiganya, cambuk di tangannya segera berkerja mencambuki mereka dengan keras dan sekuat tenaga.
Saking kuatnya mencambuk tangan yang terkena cambukan hancur menjadi serpihan daging, rasanya tentu sakit yang berada di luar akal sehat, Hana dan Ameli hanya diam meringkuk di atas kasus mengigil gemetaran melihat semuanya.
" Apa salah adikku,, kenapa kalian melakukan perbuatan bejad, apa kalian tidak punya seorang ibu " teriak Steve dengan ganas sambil mencambuk kaki mereka
" Ampun..ampumm...hiks hiks sakit " teriak mereka tapi Steve tetap tidak peduli, dia melakukan hal yang sama, menotok titik ************ ketiga pria itu dan kemudian menebasnya dengan pisau, tiga daging berserakan di lantai kamar, Ameli dan Hana menjerit histeris tapi Steve malah tertawa senang.
Dia berubah menjadi iblis, bahkan mungkin lebih kejam, derita batin melihat video adiknya yang diperlakukan demikian menghilangkan sisi kemanusiannya, dia tersenyum menyeringai melihat mereka seperti psikopat.
" Hana ambil disk dalam kamera itu dan bakar " perintahnya yang segera di lakukan oleh Hana dengan tubuh gemetaran.
" Ameli kenapa kamu tega melakukan hal ini kepada Lara, bukankah dia sahabat karibmu " tanya Steve dengan dingin, Ameli hanya menangis dengan sesengukan, tiba tiba cambuk datang memukul tubuhnya, Steve tidak peduli dia seorang perempuan, siapa yang terlibat harus membayar perbuatannya.
Cletak ...cletakk
Dia mencambuk badan Ameli terus menerus tanpa jeda, Ameli menjerit dengan pilu tapi dia bersalah jika bukan karena dia Lara tidak akan mengalami perundungan.
__ADS_1
" Ampun..maafkan saya, Le ceng mengancam saya dengan menyebarkan video porno saya dengan dirinya " Ameli mencoba memberi alasan agar Steve mau berhenti mencambuk dirinya, tapi sayang cambuk terus menerus mendera tubuhnya.
Bagi Steve itu kesalahan Ameli kenapa mau tidur dengan Le ceng, harusnya berani berbuat berani malu kenapa harus melibatkan orang lain adiknya yang masih polos dan ltadi