
Tidak mau memperpanjang masalah, kepala keluarga Zhen menyuruh Marco menampar dirinya sendiri di luar istana dan disaksikan oleh pegawai istana, ini sangat memalukan dan menjatuhkan harga diri, tapi siapa yang berani membantah perintah dari pemimpin dunia.
Kepala keluarga Zhen bukan tanpa alasan memberikan hukuman itu, selintas dia bisa menilai Marco seorang pejabat yang sombong dan mendidik anaknya dengan sembrono, hukuman menjadi cambuk baginya untuk intropeksi diri belajar menghargai orang lain.
Dengan rasa malu yang teramat besar serta air mata yang membasahi pipi, dia berlutut dan menampar pipinya dengan keras sampai pemimpin dunia menyuruh berhenti, dia tobat dari sifat angkuh, sombong, dan merendahkan orang lain, berjanji dalam hati akan mendidik anaknya dengan lebih baik.
Setelah menghukum Marco, kepala keluarga Zhen pulang ke rumah, suasana terlihat sangat sepi, semua mempunyai kesibukan masing masing, Steve sibuk dengan militernya, Kazumi dan Adaba lagi berkunjung ke planet Nibiru, sedangkan Hana dan Lara sibuk di perusahaan yang dimiliki oleh keluarga Zhen.
Sedang asik menemani Adiba nonton film, tiba tiba siaran televisi berubah menjadi siaran langsung yang menyiarkan sebuah pesawat kapsul jatuh di daerah barat daya Beijing, petugas kepolisian dan wartawan sibuk menyelidiki, kepala keluarga Zhen yang sedang menonton siaran langsung mendapatkan khabar dari kepala kepolisian yang mengabarkan bahwa pesawat luar angkasa yang tidak diketahui identitasnya jatuh di barat daya dan pilot di dalamnya tidak sadarkan diri, mereka meminta arahan apa yang mesti dilakukan.
Mendengar berita ini kepala keluarga Zhen menghubungi Steve, meminta agar militer yang mengambil alih kejadian serta mengevakuasi pesawat dan pilot ke markas militer.
Steve segera memerintahkan pasukan khusus, mereka dengan cepat melakukan evakuasi dan membawa ke markas militer, pesawat itu berbentuk kapsul yang hanya diisi oleh satu orang sebagai pilot, ada dugaan bahwa pesawat itu merupakan pesawat pelancong dari makhluk luar angkasa, ada juga dugaan pesawat itu mata2 dari pihak alien
Jatuhnya pesawat kapsul sebenarnya sudah diketahui oleh pasukan penjaga luar angkasa bumi, tapi mereka tidak mau menembak jatuh musuh karena melihat pesawat gerakannya tidak beraturan, pasukan penjaga luar angkasa menilai bahwa pesawat itu mengalami kecelakaan, dilihat dari tidak adanya respon pilot terhadap peringatan yang diberikan.
Mereka sudah menghubungi kepala kepolisian Beijing yang segera mendatangi lokasi kecelakaan. Sesampainya di marka besar militer pasukan segera membawa pilot yang tidak sadarkan diri ke tempat medis, Steve yang melihat pilot itu terkejut karena dia mengenalinya, ya itu adalah putra mahkota kerjaan Morpheus, bagaimana dia bisa ke bumi dengan keadaan terluka seperti itu ?
__ADS_1
Setelah mendapatkan perawatan yang intens, putra mahkota sadar, dia merasa asing dengan suasana dan tempat ini, dia melihat sekelompok manusia berpakaian jas putih dan militer, tidak satupun yang dia kenal, hingga dia melihat satu sosok yang muncul dari balik pintu, sosok yang tampan itu adalah Steve.
" Steve .." pangilnya dengan perlahan
harapan dan semangat seketika bangkit kembali.
" Kenapa anda bisa ke bumi dan mengalami kecelakaan " tanya Steve yang langsung mendekat dan memegang tangan putra mahkota.
Putra mahkota seketika menangis terisak, wajahnya kelihatan sangat menyedihkan dan bersusah hati
Steve segera menangkannya, bagaimanapun dia sudah membuat perjanjian saling melindungi dengan raja Moroheus, dia merasa kasihan dan tidak tega melihat kondisi putra mahkota, dengan lembut dia memeluk pria malang itu dan menenangkannya " sudah tak apa apa kamu sudah aman sekarang, saya ada di sini melindungi kamu " bujuk Steve meredakan kesedihan putra mahkota.
Dia membayangkan seandainya Adiba yang berada pada posisi putra mahkota tentu juga panik dan shock, memikirkan ayahnya, kerajaan, dan penduduk, sunguh Steve bisa merasakan kepahitan itu, tangannya mengepal erat dan marah terhadap kelakuan makhluk yang sangat suka menyerang pihak lain.
" Kenapa yang kuat selalu memangsa yang lemah, apa arti kehidupan diciptakan, apakah memang harus berperang satu sama lain ? " pikirnya, dan untuk itulah dia ingin menjadi kuat agar tidak gampang di jajah oleh makhluk lain.
Melihat kondisi putra mahkota sudah stabil, Steve membawa pulang ke kediaman keluarga Zhen, dia memberitahu ayahnya identitas putra mahkota, serta kejadian yang menimpa planet mereka.
__ADS_1
Kepala keluarga Zhen memiliki pikiran yang sama dengan Steve, jika mereka lemah maka tentu akan di binasakan oleh makhluk kuat yang berada di luar sana, dia hanya bisa bergantung dengan kekuatan yang dimiliki oleh anaknya.
Selama ini soal kekuatan militer Beijing berpedoman kepada arahan dan perintah Stevez, dia tahu bagaimana meningkatkan potensi kekuatan prajurit, dan tentu hasilnya sangat memuaskan.
Setelah berbincang dengan Steve, kepala keluarga Zhen memutuskan menunda dulu melihat keadaan Morpheus, dan biarkan putra mahkota tingal bersama mereka sementara waktu, sampai mereka betul betul yakin bahwa mereka mempunyai kekuatan untuk mengambil alih kerajaan Morpeus.
Putra mahkota juga diperkenalkan dengan keluarga Zhen yang lain, tapi dia melihat Lara secara khusus, kelihatan putra mahkota yang tampan itu jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Lara.
Steve hanya tersenyum melihat kelakuan putra mahkota yang sering terlihat salah tingkah ketika berada di dekat Lara, dia sih setuju saja asal Lara juga suka dan putra mahkota bisa melindungi dan menjaga adiknya dengan baik.
Lara yang selama ini pendiam dan tertutup juga merasa senang dengan kehadiran putra mahkota, pria itu sangat tampan dan prilakunya juga sopan dan baik hati.
Bahkan ketika makanpun mereka saling melirik satu sama lain dan saling tertunduk malu, putra mahkota merasakan jiwanya kembali semangat dan bergelora, dia akan berusaha menjadi kuat dan mengambil kembali kendali kerajaan Morpheus, dan akan membawa Lara tamasya ke sana, tentu saja dengan persetujuan dari Steve sang kakak.
Putra mahkota merasa hari harinya tidak lagi membosankan, dia sering bercerita kepada Lara mengenai planetnya dan juga tentang keseharianya, Lara terlihat menyimak dengan baik, dia merasa status mereka sama yaitu tersakiti walau dengan cara yang mereka alami berbeda satu sama lain.
Lara juga membawa putra mahkota menikmati keindahan Beijing, makananya, alam dan kehidupan sehari hari di Beijing, putra mahkota sangat tertarik apalagi waktu mereka nongkrong menikmati secangkir kopi dan melihat pemuda pemudi saling bercengkrama satu sama lain.
__ADS_1