Sistem Mata Dewa

Sistem Mata Dewa
Bab 41 Meningalkan Sekeping Hati


__ADS_3

Steve sadar dirinya tidak bisa memaksakan keinginan hatinya, setelah berbagai bujukan dan solusi ditolak oleh Angel, dia akhirnya memberikan nomor kontak dan kartu berwarna hitam.


" Jika kamu dalam masalah yang tidak bisa diatasi telpon saya dan terkendala dengan masalah keuangan jangan ragu mengunakan kartu ini, kartu ini dapat memenuhi semua kebutuhan kamu " terang Steve dengan tatapan lembut, rasa sayang mulai tumbuh di hatinya kepada wanita cantik ini walau sedikit.


Angel merasa tersentuh dan segera memeluk Steve, dia memiliki firasat hati mungkin tak akan bertemu lagi dengan Steve.


Sebenarnya Angel mau ikut dengan Steve tapi utang budi terlalu besar untuk diabaikan, dia menyerah dengan takdir yang diberikan Tuhan kepada dirinya.


Dari restoran mereka menuju mall, membeli beberapa pakaian dan Steve membawa Angel ke toko perhiasan membeli sebuah cincin berlian dan memasangkannya di jari manis.


Tersipu malu Angel mengecup pipi Steve, dia merasa dimanja diperhatiin dan merasa disanjung oleh seorang pemuda yang sudah memporak porandakan hatinya.


Tak sedikitpun dia malu mencium Steve di depan umum dia malah merasa senang melihat banyaknya tatapan iri dari wanita lain.


Mereka nongkrong di salah satu kafe yang ramai pengunjung, kafe itu ramai dikunjungi karena selain kuenya yang enak, tempatnya juga strategis dan nyaman di dalam mall.


Steve melihat piano yang berada di depan, segera berdiri dari tempat duduknya dan menuju kesana, dia membuka piano dan duduk dengan tenang, beberapa mata dari wanita melirik keberadaanya di balik piano.


Sudah lama dia tidak memainkan piano, jari lembutnya bergerak dengan lincah memunculkan melodi yang sunguh lembut dan sedikit menusuk hati.


Mengingat dia sebentar lagi akan berpisah dengan Angel yang telah memberikan kesan yang indah dia menyanyikan sebuah lagu yang melankolis diiringi bunyi piano.


masa masa itu..


masih terbayang slalu...


kau memangilku dengan penuh rasa sayang....


tatapan mu yang hangat..


caramu menyayangiku...


membuat diriku semakin mencintaimu..

__ADS_1


kan ku jaga selalu ...


cintaku kepadamu..


dan tak kan kubiarkan pudar sampai kapanpun...


Walaupun kau kini, jauh dariku..


namun cintaku kepadamu tak terhalang jarak...


ku percaya slalu... kau tak akan mendua..


karena ku slalu berdoa...


Tuhan kan jaga cinta ini...


Suara Steve yang lembut dan menyayat membuat suara yang bising dalam kafe itu mendadak sunyi, beberapa wanita menitikan air mata, hati mereke merasa teriris.


Steve mengakhiri permainan piano dan lagunya dengan iringan tepuk tangan yang meriah, beberapa wanita mendekati dan meminta berkenalan dan nomor kontak, Steve melayani dengan ramah.


Sialnya sewaktu Steve memainkan piano dan bernyanyi, tanpa dia sadari beberapa orang gadis menyiarkan secara langsung dari hp mereka dan langsung menjadi tranding topik dengan berbagai macam judul.


Tiara yang melihat pegawainya lagi berkumpul memandang layar ponsel segera mendekat, maksud hati mau menegur, tapi begitu dia melihat sosok pria tampan yang sedang bernyanyi dan memainkan piano dengan penuh penghayatan dia bergegas mengeluarkan ponselnya dan ikut menonton.


" Steve " ..desisnya tanpa sadar, sosok tampan yang menawan itu memejamkan mata sambil memainkan piano dan bernyanyi dengan indah


" Apa ini.. " Tiara kaget merasakan air yang cukup hangat jatuh ke tangannya, baru dia sadar itu air mata yang keluar dan jatuh dari kedua kelopak matanya.


Dia teringat pada momen dan kenangan yang indah bersama Steve, dengan cepat dia mencari di google tempat Steve sedang bernyanyi dan disiarankan secara live.


Tanpa membuang waktu dia membawa mobil dengan kecepatan tinggi, banyak yang ingin dia ceritakan kepada Steve dan dia tidak mau lagi kehilangan dirinya.


Makian dan umpatan keluar dari mulut para sopir yang mobilnya dipotong secara ugal ugalan oleh Tiara, dan disaat dia sampai ke mall tersebut dan lari menuju kafe ternyata Steve sudah tak lagi berada di sana.

__ADS_1


Tiara meremas jantungnya, hatinya hancur, sosok tampan yang selalu dia rindukan siang dan malam sudah lenyap bagai debu yang ditiup angin.


Dia bertanya kepad kasir tentang pemuda yang memainkan piano itu, kasir mengatakan baru sebentar ini pemuda itu keluar dari kafe.


Tanpa mempedulikan sosoknya yang angun Tiara berlari keluar menatap sekeliling, tapi Steve sudah tidak lagi kelihatan.


Dia mengendarai mobil dengan mata berlinang, dia ingin bercerita bahwa dia sangat mencintai Steve, membangun rumah tanga dan menjadi ibu serta istri yang baik bagi Steve dan anak mereka nantinya, tapi semua hanya tingal angan dan impian.


Ciiiiit...brakkk..


Karena kurang konsentrasi mobil yang dibawa Tiara menabrak mobil lain yang sedang berhenti karena ada kemacetan di depan.


Mobil itu berguling dijalan, banyak pekikan dan teriakan kaget dari orang yang berdiri disekitar, mereka berusaha mengeluarkan Tiara dari dalam mobil.


mereka menemukan gadis cantik yang berlumuran darah dengan air mata berlinang di wajahnya dan senyum yang sendu.


Steve yang berjarak lima mobil di belakang mobil Tiara, juga melihat kecelekaan itu, yang dia tidak pernah sadari bahwa yang menjadi korban adalah Tiara yang sedang mencari dan merindunkannya.


Mobilnya bergerak menuju penginapan bersama Angel, selintas matanya mengerling melihat mobil yang ringsek terbalik, perasaan tidak nyaman merasuki tubuhnya tapi dia coba tidak menghiraukannya, situasi masih baik baik saja dan tekendali, bahkan kedua adiknya juga dalam keadaan baik di kediaman keluarga Zhen.


Ambulan datang dengan bunyi yang meraung seakan tahu dan merasakan apa yang diderita oleh Tiara, dengan segera dia dilarika rumah sakit.


Dari tadi bunyi ponsel tidak berhenti berdering, jendral Handoko yang lagi rapat terbatas dengan petingi militer hampir saja emosi dan membanting hp itu, dia sangat tergangu dan tidak mau melihat nomor siapa yang menelepon.


Tapi dering hp masih terus berlanjut saking kesalnya dia menerima pangilan dan membentak penelepon tanpa melihat nomor.


" Ada apa dari tadi nelpon terus, jika tidak dijawab pertanda orangnya lagi sibuk, anda bisa menelepon kembali nanti " maki Handoko dengan kesalnya


" Betul pak, maaf jika anda sangat sibuk tapi saya menelepon anda karena di ponsel anak anda nomor ini ditulis dengan nama ayah dan sekarang anak anda dalam keadaan koma karena kecelakaan " dengan dingin si penelepon menjawab makian jendral handoko.


Dia heran dan bingung maksud hati mau membantu dan menolong tapi malah ketiban sial, dimaki dan dibentak apakah dia salah orang atau salah nomor.


" aa ..apaa.." dengan gagap dan gemetar jendral Handoko menjawab dengan terbata bata, dia yang semula terlihat garang dan kasar sekarang menjadi pucat dan gemetaran.....dia ketakutan

__ADS_1


__ADS_2