
Steve yang melihat sosok yang menyedihkan itu membuat hatinya sakit, apakah ini sandiwara atau yang sebenarnya ? dan bagaimana pria tua ini sampai tidak mengenali dirinya yang notabene putra kandung dia sendiri, tapi Steve tidak ingin mengangu, dia membiarkan ayahnya menumpahkan segala isi hati, terus terang sebagai sesama pria dia bisa merasakan cinta tulus pria itu pada ibunya.
" Kakek...kenapa anda bersedih hati " kata Adiba yang mendatangi pria tua itu dan menghapus airmata di wajah yang mulai keriput dimakan usia, Lukman terkejut melihat anak kecil yang sangat imut dan cantik mendekati dan mengusap airmatanya, " tidak apa apa cah bagus, kakek hanya merindukan istri kakek " kata Lukman sambil mengusap lembut rambut Adiba, " kamu sangat mirip sekali dengan putri kakek yang paling kecil " kata Lukman melanjutkan.
" Benarkah kek aku mirip sama aunty Lara " kata Adiba tertawa kecil dan tersenyum, mendengar perkataan Adiba, Lukman tersentak kaget dan hampir terjatuh, jantungnya gemetar ketika bocah kecil ini menyebut Lara dengan perkataan aunty, " apakah..apakah kamu tahu dengan putri kakek " tanya Lukman terbata bata dengan airmata yang kembali jatuh membasahi pipi yang keriput, terlihat sekali wajah pria tua ini sangat stress dan kuyu.
" Ayah........."
Kata Steve yang langsung merangkul dan memeluk Lukman, sumpah mati kebencian sudah lenyap tanpa bekas ketika melihat penderitaan pria tua itu, hatinya teriris iris sangat sakit, ada apa gerangan yang terjadi dengan ayah nya di masa lalu ?
Lukman terperanjat " Steve..kamukah nak ? " tanya pria itu dengan tangisan pilu yang menyayat hati, Steve hanya menganguk airmata membasahi wajahnya, dia memeluk pria tua itu dan menghirup aroma tubuhnya penuh kerinduan, baunya tetap sama seperti dahulu, kedua saling bertangisa ..
" Maafkan ayah nak...maafkan ayah..." tangis Lukman dengan pilu, dia sudah membayangkan bagaimana kehidupan yang dijalani oleh putranya tanpa kehadiran seorang ayah, tubuhnya gemetar mengingat semua itu.
__ADS_1
[ Sistem segera periksa apa yang terjadi terhadap ayahku dan juga periksa kondisi tubuhnya, perasaanku sunguh tidak enak ] kata Steve dalam hati kepada sistem, dia curiga ayahnya dalam kondisi tidak normal.
[ Penguna ayah anda seorang yang baik, dia dijebak selama ini, dan kesehatan tubuhnya memburuk juga mentalnya, harapan hidul hanya 15% saja ] jawab sistem yang membuat Steve menjadi ketakutan, dia tidak ingin kehilangan ayahnya begitu saja.
" Ayah tenanglah...tidak ada yang bersalah semua karena takdir " ucap Steve mencoba membangkitkan kembali mental Lukman, tapi fisik dan mental Lukman memang sudah drop, dia tidak sadarkan diri dalam pelukan Steve.
" Ayah..ayahhhh " jerit Steve yang merasakan tubuh Lukman mulai terasa dingin, dengan cepat Steve membaringkan Lukman di pangkuannya dan mentransfer reiki, serta menusuk jarum perak untuk menyembuhkan dan menghilangkan penyakit Lukman.
Mata Lukman kembali terbuka, " nak maafkan ayah...jangan potong dulu biarkan ayah bicara, waktu ayah sudah sangat dekat " kata Lukman mengumpulkan seluruh kekuatannya menahan sakratul maut, dia harus menyampaikan sesuatu dia tidak ingin menyerah sebelum menjelaskan semua kepada Steve.
" Ayahhhh...ayahhhh hiks hiks..." tangis Steve dengan pilu, dia tadinya ingin membawa Lukman bertemu dengan Hana dan Lara, dia berdamai dengan hatinya dan akan menyuruh kedua adiknya juga berdamai dengan hati mereka memafkan sang ayah, tapi takdir berkata lain, ayahnya dengan penuh kerinduan pergi menyusul ibunya.
Puas memeluk ayahnya, Steve segera menguburkan mayat Lukman di samping istrinya, Adiba hanya memandang pilu keadaan ayahnya, dia tahu ayahnya sering terluka batin, dan inilah salah satu alasan dia ingin menemani sang ayah, dia sangat mencintai Steve..
__ADS_1
" Ayah..ibu istirahatlah dengan tenang di alam sana, di alam keabadian kalian berkumpul kembali, kami rela dan ikhlas melihat kalian berdua berkumpul dan bahagia di sana walau meningalkan kami di sini, aku Steve putra tertua dari Lukman dan Arum berjanjia akan menjaga kedua adiku Hana dan Lara dengan segenap jiwa ragaku " kata Steve dengan penuh semangat yang berkorbar, dia tidak ingin kedua orangtuanya merasa khawatir di alam sana.
Seketika angin yang lembut membelai wajah Steve dan Adiba, angin itu bagaikan belaian tangan orangtuanya, Steve bersukur perkataan dan janjinya di dengar oleh kedua orangtuanya.
Mereka berpamitan dan berjanji akan datang kembali bersama keluarga yang lengkap, sebelum pergi Adiba meletakan bunga mawar yang indah di atas kedua kuburan itu dan angin sejuk kembali membelai pipinya yang imut, Adiba tahu itu adalah kakek dan neneknya, tapi dia tidak ingin memberitahu ayah, takutnya ayah tidak yakin dan malah akan bertambah sedih.
" Selamat tingal nenek cantik dan kakek yang tampan, nanti Adiba akan bawa aunti serta Adaba dan ibu mengunjungi kalian berdua " katanya dengan imut walau airmata tidak mampu dia tahan turun membasahi wajahnya.
Steve mengendong Adiba dan memandang beberapa saat ke kedua kuburan itu, kemudian dia terbang kembali menuju kediaman keluarga Zhen, sejak kepulangannya dari kuburan, berhari hari Steve tidak pernah keluar dari rumah, walaupun dia seorang yang hebat sebenarnya dia memiliki hati yang sangat lembut, dia butuh waktu untuk mengatasi dan menata hatinya kembali, apalagi ketika dia mendengar penjelasan dari sistem yang menceritakan dengan detail apa yang menimpa ayahnya, hatinya marah dan hancur, jika bos itu masib hidup maka akan dia hukum seberat beratnya, sayangnya bos itu sudah mati.
Kepala keluarga Zhen dan yang lain telah mendapat informasi apa yang dialami oleh Steve, Adiba menceritakan semuanya, kepala keluarga Zhen menginstruksikan jangan mengangu Steve baik dirumah maupun urusan militer, dia ingin memberikan waktu agar Steve bisa pulih dan tegar kembali.
" Anak itu sudah terlalu banyak menderita, jika dia tidak lagi merasakan sedih akan berbahaya, jadi biarkan dia mengalami kesedihan yang akan membuat dirinya akan menjadi lebih kuat " perintah kepala keluarga Zhen kepada semua pejabat militer, lagian bumi dalam keadaan damai, dan semua bisa di handle oleh pejabat militer untuk sementara waktu.
__ADS_1
Steve yang merasakan dirinya sudah mulai pulih tiba tiba perutnya bergejolak, dia berubah menjadi cahaya dan menghilang dalam sekejap, ya itu adalah pengaruh dari media ilahi yang berada di dalam tubuhnya, media itu rupanya bereaksi dengan kesedihan yang dialami oleh Steve.
Entah kemana dirinya dibawa cahaya itu, dia merasakan dibawa terbang sangat jauh dengan kecepatan yang tidak bisa di nalar oleh akal, di ketingian dia bisa melihat alam semesta yang berbentuk pusaran seperti pusaran air, dia melihat ribuan pusaran, dan semakin lama semakin mengecil seiring jauh ya dia terbang tanpa bisa dikendalikan.