
Deringan di ponselnya tidak berhenti berbunyi, terbangun dari tidur dia melihat puluhan pangilan tak terjawab dari jendral Xing.
Segera dia menghubungi kembali jendral Xing, pasti ada hal penting atau masalah yang mendesak detak hatinya.
" Maaf jendral saya istirahat dan ketiduran, ada apa ?" walau agak kesal karena istirahatnya tergangu Steve tetap bertanya dengan lembut.
" Oke Steve maaf mengangu telah mengangu istirahat anda, saya membutuhkan anda hadir di markas sekarang juga " tegas sang jendral
Steve menyangupi datang kesana, setelah mandi dan berganti pakaian, lambhorgini berwarna silver meraung membelah jalan menuju markas militer.
Setelah menjalani prosedur pemeriksaan di pintu masuk, dia segera menuju ruangan jendral Xing.
Jendral Xing segera mempersilahkanya duduk dan menyuruh ajudannya membuatkan minuman.
" Begini Steve, semua ilmuwan kita tidak ada yang sangup untuk mengaktifkan gerbang star gate, jangankan mengaktifkan mereka juga tidak sangup menerjemahkan tulisan yang ada pada gerbang itu, mungkin anda bisa membantu " pinta jendral Xing dengan matanya yang menatap tajam.
Bukan tanpa alasan jendral Xing meminta bantuan kepada Steve, berdasarkan laporan pasukan yang terlibat merangkan, bahwa Steve lah yang berhasil mengatasi jebakan di dalam reruntuhan, bahkan dia juga yang berhasil membuka ruangan dimana gerbang Star gate disimpan.
Setelah merenung dan menimbang Steve akhirnya setuju, walau dia juga tidak menjamin bisa meng akifkan portal itu.
Mereka segera pergi keruangan tempat star gate disimpan, ruangan itu dijaga dengan ketat, bahkan untuk masuk harus melakukan pemindaian retina mata, melalui retina mata maka identitas seseorang segera muncul di layar komputer.
Ruangan itu sangat besar dan banyak sekali keberadaan para ilmuwan yang masih berusaha memecahkan rahasia star gate, bahkan beberapa alat ditempelkan dan menyambung pada komputer super cangih untuk menganalisi gerbang besi itu, semua sibuk dengan kegiatannya masing masing.
__ADS_1
Entah harus bagaimana cara Steve menjelaskan kepada jendral Xing, dia merasa gelang yang tersimpan dalam sakunya sebagai kunci untuk mengaktifkan portal, tapi akan jadi pertanyaan nanti bagaimana cara Steve bisa melakukannya.
Tidak mungkin Steve mengatakan kunci untuk membuka portal itu adalah gelang yang dia dapat dari tempat pengalian, bisa dihukum dia jika mengatakan yang sejujurnya karena tidak melaporkan penemuan itu pada militer Beijing.
Dengan pura pura meraba seluruh dinding portal Steve menekan tombol yang ada di gelangnya, tiba tiba cahaya bersinar keluar dari portal seakan menjadi pintu masuk menuju dunia lain.
Steve dan semua yang ada dalam ruangan itu kaget setengah mati melihat kondisi portal yang sudah terbuka dan aktif, tetapi tidak satupun mereka yang berani mendekati portal tsb.
" Saya tidak tahu apa yang terjadi, tadinya tangan saya hanya menelusuri star gate ini dan tiba tiba aktif begitu saja " dusta Steve dengan ekspresi wajah yang merasa suprise dengan apa yang terjadi.
Jendral dan yang lainnya hanya menganguk saja, bagaimana mereka menolak perkataan Steve, mereka melihat dengan mata kepala sendiri kebenaran yang dia katakan.
Sekarang posisi portal aktif dan tidak bisa dimatikan, mereka tidak punya cara mematikan portal ini, jalan yang terbaik adalah masuk ke dalam portal dan melihat ada apa di balik portal ini.
Jendral segera mengadakan rapat darurat, mereka harus memilih relawan untuk masuk ke dalam portal, dan tentu saja semua perwira melihat ke arah Steve.
Steve hanya bisa terdiam dan mengaruk kepalanya yang tidak gatal, dia harus setuju karena sudah kesepakatan semua orang, akan tetapi dia meminta team lamanya untuk ikut bersamanya.
Pada awalnya pihak militer menolak permintaan Steve, pihak militer ingin ilnuwan juga terlibat dalam rombongan, yang bisa membantu mempelajari kondisi di sana nanti.
Tapi Steve kekeh dengan pendiriannya, dia mengatakan bahwa tidak mungkin bisa melindungi seseorang sedangkan bahaya yang akan ditemui tidak bisa diprediksi, dia butuh orang yang berani berkorban dan bukan menyusahkan teamnya.
Jendral Xing setuju dengan perkataan Steve, kalau hanya untuk mempelajari kondisi di sana, Steve sudah cukup dan mampu karena dia seorang yang cerdas dan jenius, jadi tidak perlu membawa orang yang akan menjadi beban nantinya.
__ADS_1
Persiapan dilakukan team di lengkapi dengan sarana yang lengkap seperti senjata, makanan dan perlengkapan lainnya. Sebelum mereka memasuki portal Steve memberi izin untuk menghubungi keluarga masing masing.
Dia juga segera menelpon ayah angkatnya dan menceritakan semua kondisi serta menitipkan kedua adiknya jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
Pada awalanya kepala keluarga Zhen menentang rencana Steve, dia tidak mau anak angkatnya mengambil tanggung jawab dan terlibat karena sangat beresiko tinggi.
Tapi Steve segera menjelaskan dengan detail yang membuat ayah angkatnya tidak lagi merasa khawatir.
Setelah beres dengan segala urusan yang berbau dengan keluarga Steve mengumpulkan seluruh anggota dan bersiap masuk ke dalam portal.
Tidak disangka jendral Xing juga masuk menjadi anggota team, Steve kaget dan segera mengatakan bahwa komando kelompok adalah jendral Xing tapi dengan segera ditolak mentah mentah oleh sang jendral.
Jendral Xing sebenarnya malu jika selalu mengandalkan Steve, sebagai komandan militer Beijing dia seharusnya bertanggung jawab dengan semua situasi, makanya dia ikut ke dalam team, soal komando dia lebih baik memilih orang yang punya keahlian.
Dengan sepakat anggota team memilih jendral sebagai wakil komando, artinya jika komando mengalami cedera atau mati maka semua tanggung jawab diambil alih oleh jendral Xing.
Tanpa ragu Steve masuk kedalam portal yang diiringi oleh pasukannya. Setelah masuk semua masuk ke dalam portal cahaya yang ada di star gate menghilang dan rombongan itu juga menghilang.
Mereka seakan masuk ke lorong cahaya dan di tarik paksa menuju tempat tertentu dengan kecepatan tinggi. Steve dan teamnya saling berpegangan tangan memerintahkan agar jangan terlepas satu dengan yang lain.
Setelah cukup lama melayang di lorong waktu cahaya mereka tiba tiba terlempar disebuah tempat yang cukup luas, segera pasukan menandai tempat keluar mereka.
Tempat itu dipenuhi oleh pohon yang besar dan tinggi, mereka segera menyusuri kawasan itu, mereka yakin bahwa mereka tidak berada di Bumi.
__ADS_1
Hal ini mereka buktikan ketika melihat ke arah langit, yang terlihat berbeda dengan yang ada dibumi, langit itu sedikit redup dan berwarna jinga seperti warna pelangi, walaupun demikian mereka bisa menghirup udara secara normal.
Jantung mereka berdebar debar, tidak tahu apa yang akan mereka temui nantinya tapi yang jelas mereka harus terus melangkah maju.