Sister

Sister
1. Orni Thopthera Chimaera


__ADS_3

HAPPY READING...


"Kak! besok aku harus bayar spp. Udah nunggak dua bulan, loh"


Ucap Anisa sembari menggerutu, gadis berwajah oriental itu kesal sebab gurunya sudah menagih uang spp padanya.


"Aku juga!"


Sahut seorang gadis yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit kepalanya.


Thera memijit keningnya, gadis berumur 25 tahun itu mendadak pusing. Ia juga terdengar menghela nafas berat.


Orni Thopthera Chimaera adalah seorang perempuan yang mempunyai dua saudari perempuan. Mendadak menjadi tulang punggung untuk kedua adik perempuannya.


Seorang adiknya bernama Shiena, saat ini sedang menganggur. Shiena yang berumur 22 tahun, baru saja lulus kuliah akan tetapi masih belum mendapat pekerjaan.


Sedang seorang lagi bernama Anisa, gadis berkulit putih berwajah cantik yang baru duduk dikelas XI SMA.


"Kak, kok diam aja sih"


Ucap Shiena, gadis itu ikut duduk di sebelah Thera.


"Kakak, lagi mikir. Kemana kakak cari uang buat kebutuhan kalian, sedang untuk makan saja kita masih kurang"


Sahut Thera, ia bingung harus mencari uang kemana lagi. Sedang buat makan sehari-hari saja ia harus menahan malu agar bisa berhutang diwarung tetangganya yang sedikit julid.

__ADS_1


"Kak, pokok nya besok spp ku harus sudah dibayar! Kalo nggak aku nggak bisa ikut ulangan, gimana dong!"


Anisa berbicara kasar pada Thera. Gadis muda itu terlihat kesal dan melangkah sembari menghentakkan kakinya kasar. Meninggalkan Thera dan Shiena di ruang tamu.


"Dasar bocil!"


Seru Shiena mengejek membuat Anisa membelalakkan mata marah kearah Shiena.


Thera bangkit dati duduknya, gadis itu beranjak kedalam kamar miliknya. Didalam ia termenung, sempat berfikir hendak menghubungi nomor telepon salah satu sahabatnya yang saat ini sudah sukses dikota besar sana.


"Tidak ada pilihan lain, pilihan terakhir aku harus menghubungi Anggi. Aku harus minta tolong dia mencarikanku pekerjaan disana, tapi.."


Thera kembali ragu mengingat kedua adiknya. tidak mungkin ia tinggalkan jika mereka jika nanti Anggi menyuruhnya ke kota.


Thera mengacak rambut panjangnya, ia terlihat frustasi. Baru akan beranjak keluar telepon genggam nya berbunyi. Pertanda ada panggilan masuk.


Thera meraih hp butut itu, menatap layar yang sedang memperlihatkan sebuah nomor asing. Thera sedikit ragu untuk menjawabnya.


"Kak!"


Suara Shiena terdengar berteriak dibalik pintu kamar, membuat Thera terperanjat. Adik nya yang satu itu memang senang sekai berteriak sudah seperti tarzan saja.


Dengan malas Thera membuka pintu kamar. Terlihatlah Shiena sudah berdiri diambang pintu dengan wajah terlihat kesal.


"Ada apa!"

__ADS_1


Sebelum menjawab, Shiena mendengkus kesal. "Ne Bang Topan mau ngomong."


Shiena menyodorkan benda pipih miliknya ke hadapan sang kakak.


Ragu-ragu Thera menerimanya. Gadis berumur dua puluh lima tahun itu tau jika Topan adalah cinta pertamanya. Cinta yang ia pendam sejak mereka masih disekolah menengah atas itu.


"Ya, ada apa?"


Thera langsung to the point bertanya. Ia tidak mau berbasa basi, yang ada nanti sesuatu yang sudah ia tahan akan kembali memberontak didalam sana.


"Maaf mengganggu, kenapa kau tak angkat telepon mu sendiri. Aku barusan yang menelponmu. Disimpan ya, itu nomor baru ku"


Ucap lelaki tampan dari seberang sana. Tapi tidak ditanggap serius oleh Thera. Gadis itu telah lama move on. Ya sejak tau jika Topan memilih menikahi Ratu, sang rival saat di SMA dulu.


"Buat apa? Aku tidak mau merusak rumah tangga orang!"


Jawab Thera ketus, yang di tanggapi sebuah tawa renyah dari seberang sana. Thera seketika terkesiap mendengar tawa itu. Thera tak bisa memungkiri, jika tawa itu lah yang paling ia suka dari diri Topan.


"Ekhem.."


Thera berdehem membuat si lelaki menghentikan tawanya.


"Maaf, apa kita bisa bertemu? Ada yang ingin aku sampaikan padamu."


Ucap Topan setelah kembali berhenti tertawa.

__ADS_1


__ADS_2