
Selama 4 tahun terakhir, ayah Li Wei sakit keras. Akhirnya sebelum meninggal, di depan pengacaranya ia mengumumkan bahwa ia menunjuk Li Xiao Wei sebagai Direktur Resort Shang Ri, hanya saja karena peraturannya Xiao Wei harus sudah berusia 22 tahun, saat itu Xiao Wei masih berusia 21 tahun.
Karenanya ayah Li Wei menunjuk Yu Chen sebagai direktur utama resort Shang Ri sambil mengajarkan pada Xiao Wei mengenai bisnis perhotelan.
Ayah Li Wei tahu betul, bahwa Li Wei tidak menyukai mengenai bisnis perhotelan, karenanya ia tidak memaksa putranya untuk terjun di dunia perhotelan.
Setelah Direktur Li Ren Xiu, ayah Li Wei meninggal, Yu Chen mulai memimpin resort milik keluarga Li.
Awalnya ia benar-benar tidak percaya ayah dan keluarga Li Wei begitu mempercayakan bisnis perhotelan keluarga mereka padanya.
Ia memimpin resort keluarga Li dengan penuh kerendahan hati, ia begitu menghargai para pekerjanya.
Dengan sabar ia mengajari Xiao Wei mengenai bisnis perhotelan.
Kadang kala ia sendiri yang terjun saat mendekor segalanya di resort.
Ia tidak mau karyawannya memanggilnya Presdir, tetapi ia lebih suka karyawannya memanggilnya Nona.
Hampir setiap karyawannya menyukainya, begitu juga ibu Li Wei dan Xiao Wei.
Penyakit Yu Chen sudah banyak mengalami kemajuan untuk pulih.
2 tahun sebelumnya Li Wei berhasil mendapatkan donor jantung untuk Yu Chen.
Dan operasi pencangkokan jantung Yu Chen pun berhasil.
Meski begitu Yu chen masih harus sering untuk kontrol kesehatan.
Setelah operasi itu, Li Wei melamar Yu Chen, dan mereka bertunangan.
Yu Chen benar -benar tidak menyangka bisa bertemu dengan Li Wei kembali, bahkan Li Wei sudah membuatnya untuk bisa percaya lagi pada cinta.
Li Wei begitu sabar dan perhatian pada Yu Chen.
Suatu hari saat Yu Chen sedang ada di ruang kerjanya, sambil memeriksa beberapa laporan.
Asistennya datang sambil membawa beberapa laporan dan koran terbaru hari itu, setelah meletakkannya di meja kerja Yu Chen, ia pun keluar.
Yu Chen mulai membaca laporan laporan yang diletakkan asistennya itu.
Setelah selesai, ia mengambil kopi yang ada di mejanya.
Ia menghela napas sebentar.
Lalu ia melihat koran, sekilas, di halaman pertama terlihat mengenai hotel di Teipei.
Ia tertarik dan mengambil koran itu.
Saat membacanya, ia begitu terkejut.
Diberitakan mengenai, Resort Flower yang merupakan salah satu hotel terbesar di Teipei sedang mengalami masalah.
Digosipkan ada seseorang yang sengaja membeli saham besar-besaran.
Yu Chen begitu terkejut melihatnya, ia segera memanggil asistennya.
Ia meminta asistennya untuk mencari informasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada Resort Flower.
Setelah asistennya keluar, ia berdiri disamping jendela ruang kerjannya.
Ia berkata dalam hati, "Apa yang sebenarnya terjadi? Kakak... ."
Sementara itu,
Yu Ching yang ada di ruang kerjanya, ia juga sedang berdiri di samping jendela.
Wajahnya terlihat bingung dan resah.
__ADS_1
Ia berkata dalam hati, "Apa yang harus kulakukan? Resort ini, tidak boleh jatuh. Aku tidak akan menyerah begitu saja."
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruang kerjanya.
Ternyata Yue Yue datang.
Yue Yue tersenyum lebar dan berkata sambil berjalan masuk, "Kak Yu Ching."
Yu Ching menoleh dan membalas juga dengan senyuman, "Yue Yue, kau datang."
Yue Yue mengangguk, "Kakak suka sekali berdiri di dekat jendela."
Yu Ching tersenyum dan berkata, "Kau dari mengantar Chen-Chen sekolah?"
Yue Yue mengangguk sambil ia duduk di sova.
Disusul oleh Yu Ching.
"Sebelum aku menjemput ibu, aku kemari dulu. Kakak... kau benar tidak mau ikut menjenguk Yu Chen?" Tanya Yue Yue.
Yu Ching menghela napas, dan ia menoleh ke sepupunya sambil berkata, "Kau sudah tahu jawabanku bukan? Aku tetap tidak akan percaya sampai kapanpun bahwa Yu Chen sudah meninggal. Ia masih hidup."
Yue Yue menatap kakak sepupunya itu.
Yue Yue, "Kakak... ."
Yu Ching menyaut, "Aku yakin, ia masih hidup di suatu tempat."
Tiba-tiba handphone Yue Yue berdering, ternyata dari ibunya.
Ia segera mengangkatnya.
Ia harus segera menjemput ibunya.
Akhirnya Yue Yue menutup handphonenya dan berdiri.
Yu Ching tersenyum mendengar celotehan adik sepupunya itu.
Yue Yue berkata lagi, "Kakak, mungkin aku akan agak lama dipuncak. Aku minta tolong padamu, untuk menjemput Chen-Chen. Wei Yi sedang ada operasi siang ini. Kakak bisa menolongku?"
Yu Ching menggelengkan kepalanya, lalu ia menjawab, "Baiklah, aku mengerti. Kau tenang saja. Hari ini aku akan membatalkan semua jadwalku hanya untuk menjemput keponakanku tersayang."
Yue Yue tertawa, "Itulah maksudku datang kemari mencarimu."
Yu Ching, "Aku sudah terbiasa dengan maksud curangmu itu Yue Yue."
Setelah itu Yue Yue pun pergi.
Yu Ching segera menelepon asistennya dan berkata untuk membatalkan semua janjinya dan jadwalnya.
Lalu ia keluar dari ruang kerjanya.
Tanpa diduga Mo Bei sedang berjalan menuju ruang kerjanya.
"Kau mau kemana?" Tanya Mo Bei.
Yu Ching menjawab, "Aku mau menjemput Chen-Chen. Yue Yue sedang menemani bibiku ke puncak. Dan Wei Yi sedang ada operasi siang ini. Karena itu aku harus menggantikan mereka menjemput Chen-Chen."
Mo Bei, "Baiklah, kalau begitu aku akan menemanimu bermain dengan Chen-Chen. Bagaimana?"
Yu Ching tersenyum, dan mengangguk.
"Baguslah kalau begitu, ada yang mentraktirku dan Chen-Chen," Jawab Yu Ching.
Merekapun tertawa geli bersama.
Sementara itu, Yu Chen yang masih berdiri disamping jendela, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruang kerjanya, ternyata asistennya.
__ADS_1
Sambil membawa informasi, asistennya memberitahu segalanya yang terjadi di Resort Flower.
Lalu terakhir asistennya berkata, "Dan saat ini mereka sedang mencari kerjasama untuk menambah kekuatan resort mereka. Perusahaan komunikasi Ji He yang terkenal di Teipei saat mengetahui hal ini, hampir memutuskan hubungan dengan mereka, karena kemungkinan Resort Flower akan jatuh ke tangan orang lain."
Yu Chen terdiam beberapa saat.
Akhirnya ia memanggil semua manager departemennya dan mengadakan rapat mendadak.
Ia ingin memeriksa segalanya mengenai keuangan dan laba rugi resortnya, dan seberapa besar resiko jika ia mengadakan kerjasama dengan Resort Flower.
Setelah ia yakin tidak ada masalah.
Ia tidak bisa langsung memutuskan untuk bekerjasama dengan Resort Flower.
Ia harus mengatakan hal itu dulu pada keluarga Li.
Siang itu, di jam istirahat.
Xiao Wei datang bersama ibunya ke Resort.
Mereka langsung menemui Yu Chen yang sedang ada di ruangannya setelah selesai rapat.
Yu Chen berdiri dari kursi kerjanya saat melihat kedatangan Xiao Wei dan ibunya.
"Bibi, Xiao Wei, kalian kemari," Sapa Yu Chen dengan senyumannya sambil ia berjalan menghampiri mereka.
Xiao Wei tersenyum," Kak Yu Chen, maaf aku harus menemani ibu hari ini, dan aku tidak bisa ke kantor."
Yu Chen menjawab, "Tidak apa Xiao Wei. Kau tenang saja, semua pekerjaanmu sudah selesai. Tapi kau harus mentrakir kakak setelah ini."
Ibu Xiao Wei tertawa dan berkata, "Baiklah, ibu juga harus ikut."
Xiao Wei, "Ibu... ."
Yu Chen ikut tertawa mendengarnya.
Lalu mereka makan bersama.
Bibi Li berkata, "Yu Chen, tadi saat kami datang ke resort. Kau baru selesai rapat, bibi dengar kau memanggil semua manager departemen. Apa ada sesuatu yang serius?"
"Tidak bi. Aku hanya ingin melihat seluruh laporan tentang resort kita. Baru-baru ini aku melihat berita di koran, salah satu resort terbaik di Teipei sedang mengalami goncangan karena ada pembeli saham besar-besaran," Jawab Yu Chen.
Bibi Li pun terkejut mendengarnya.
Xiao Wei berkata, "Bisa terjadi hal seperti itu kak?"
Yu Chen mengangguk.
Bibi Li berkata, "Itu bisa terjadi pasti ada salah satu orang dalam yang membocorkannya."
Yu Chen menatap bibi Li, ia berpikir ada benarnya dengan perkataan bibi Li.
Bibi Li berkata lagi, "Salah satu resort terbaik di Teipei?... Jika bukan Resort Flower, lalu resort mana lagi?"
Yu Chen sekali lagi menatap bibi Li.
Ia berkata, "Tebakan bibi benar. Memang Resort Flower."
Xiao Wei, "Resort Flower? Aku dengar Resort Flower adalah resort terbaik di Teipei. Kenapa bisa terjadi di Resort Flower?"
Yu Chen yang mendengar menghela napas.
Bibi Li melihat wajah Yu Chen berubah, terlihat cemas dan sedih.
Meski ia tahu, bahwa Yu Chen pasti peduli terhadap hal itu. Tapi ia ingin mencari waktu yang tepat untuk berbincang-bincang berdua dengan Yu Chen.
...****************...
__ADS_1