
Saat makan malam bersama,
Sang kakek berkata, "Yu Chen, kejadian tadi siang. Sebenarnya kau tidak perlu sampai melakukan hal seperti itu. Kau bisa menyuruh yang lainnya untuk menangani hal itu. Warga setempat begitu marah dan emosi, jika mereka tidak bisa menerima perkataanmu, bisa terjadi sesuatu padamu. Lainkali, kakek tidak ijinkan kau sendiri yang turun tangan mengenai hal ini. "
Sang bibi berkata, "Bukankah ada keamanan di sana, kau tidak perlu melakukannya Yu Chen. "
Yu Chen tersenyum," Tidak apa.. Lagipula tidak terjadi apapun. "
Yu Ching hanya diam saja mendengarnya.
Meski sebenarnya ia juga mengkhawatirkan adiknya.
Keesokan harinya, Yu Chen sudah pagi-pagi pergi.
Ia menuju ke perusahaan Tuan Wang. Ia berusaha untuk bisa menemui Tuan Wang.
Tapi karena Tuan Wang begitu sibuk hari itu, ia harus membuat janji terlebih dulu.
Seharian ia menunggu, tapi ia Tuan Wang begitu sibuk sehingga Yu Chen tidak bisa menemuinya.
Saat hari sudah hampir sore, Yu Chen menemui sekretarisnya, ternyata Tuan Wang sudah pergi terlebih dahulu. Karena harus bertemu dengan klien lagi.
Yu Chen sedikit kesal karenanya.
Tapi ia masih bisa bersabar dan tidak menyerah.
Lalu Yu Chen pun pergi.
Ternyata Tuan Wang masih ada di dalam ruangannya.
Sekretarisnya pun datang.
Tuan Wang, "Nona itu sudah pergi? "
Sekretarisnya pun menjawab, "Sudah Presdir Wang, baru saja dia pergi. "
Tuan Wang, "Baru saja? "
Sekretarisnya berkata," Benar, sudah sejak pagi ia menunggu untuk bertemu dengan anda."
Tuan Wang hanya mengangguk saja.
Lalu ia pergi dan pulang ke rumah. Tanpa diduga Yu Chen tidak menyerah, ia menunggu didepan rumah Tuan Wang.
Dan meski hujan deras, ia keluar dari mobilnya dan menunggu didepan pagar Tuan Wang.
Beberapa saat mobil Tuan Wang datang dan masuk ke rumah.
Pagar pun ditutup kembali.
Tuan Wang sempat melihatnya.
Yu Chen terus berdiri di depan pagar.
Ia hampir basah kuyup.
Tuan Wang melihat dari jendela,
dan istrinya berkata, "Nona itu sudah menunggu mu beberapa saat sebelum kau datang. Ia bahkan keluar dari mobil dan berdiri di depan pagar rumah kita sampai kehujanan. Beberapa bulan yang lalu saat di resort Flower dia sudah membuat ku kagum, bahkan sekarang pun dia membuat ku kagum lagi. Apakah kau tetap tahan melihatnya? Lagipula resort Flower juga adalah resort yang ternama di Teipei dan Shanghai. kau bisa mendapatkan kedudukan sebagai Presdir perusahaan komunikasi dan hubungan biro wisata juga tidak lepas dari suara terbanyak Presdir Xu.
Nona itu adalah cucunya, aku yakin dia sebaik Presdir Xu."
Akhirnya Tuan Wang pun luluh, ia memanggil pembantunya untuk membukakan pintu.
Dan Yu Chen dipersilakan masuk.
Saat masuk ke dalam, ia sudah terlihat basah kuyub.
Beberapa saat kemudian Nyonya Wang keluar.
Ia terlihat anggun dan cantik. Lalu ia tersenyum, "Kami senang kau kemari Nona Xu. "
Yu Chen membungkukan badan dan memberi salam pada Nyonya Wang.
Lalu Nyonya Wang berkata pada pembantunya, "Bibi Liu ambilkan handuk dan biarkan Nona Xu mengeringkan badannya. "
Yu Chen," Tidak perlu Nyonya. Sungguh merepotkan anda, aku tidak apa-apa. "
Nyonya Wang, "Kau sudah basah kuyub seperti itu, kau bisa sakit nanti. "
Lalu pembantunya mengambilkan handuk untuk Yu Chen.
dan Yu Chen mengeringkan badannya dan rambutnya.
Nyonya Wang," Maafkan aku membiarkanmu sampai basah kuyub seperti ini. Tapi, kau tahu, aku benar-benar kagum dengan tekadmu untuk memperjuangkan perusahaanmu. Jika seandainya ada banyak pekerja sepertimu, perusahaan akan semakin berkembang. "
Yu Chen tersenyum lembut," Nyonya terlalu membesarkan, aku tidak sebaik itu. Aku hanya melakukan apa yang menjadi tanggung jawabku. Justru aku sangat mengucapkan terima kasih Nyonya Wang bersedia mempersilakan aku masuk. Terima kasih Nyonya. "
Nyonya Wang tersenyum.
__ADS_1
Beberapa saat pembantunya membawakan teh hangat untuk Nyonya Wang dan Yu Chen.
Nyonya Wang berkata, "Minumlah selagi hangat, agar badanmu hangat. Kau pasti kedinginan. "
Beberapa saat kemudian Tuan Wang datang, Yu Chen terkejut melihatnya, ia pun berdiri dan memberi salam.
Tuan Wang pun berkata, "Aku akan memikirkan tentang kerja sama dengan resort Flower. Untuk secepatnya aku akan memberikan kabar pada perusahaan kalian. "
Yu Chen mengucapkan terima kasih pada Tuan Wang.
Lalu Tuan Wang berkata, "Presdir Xu benar-benar beruntung memiliki cucu sepertimu. "
Yu Chen hanya diam.
Akhirnya setelah berbicara sebentar dengan Tuan Wang.
Yu Chen pun berpamitan dan ia pergi. Sore itu ia tidak langsung pulang.
Tapi menuju ke resort.
Setelah ia membawa beberapa bunga segar di ruangannya.
Ia menuju ke taman belakang dekat kolam.
Ia hanya berdiri lama disana, beberapa saat Yue Yue datang.
Yue Yue, "Yu Chen, kau sedang apa? "
Yu Chen menoleh, "Yue Yue... Aku sedang menikmati udara setelah hujan saja. "
Fei Yang menggelengkan kepala dan berkata, "Pagi-pagi tadi kau sudah tidak ada. Kau ke mana saja? "
Yu Chen tersenyum, "Tentu saja aku sedang bekerja. "
Beberapa saat terdengar suara teriak minta tolong.
Yu Chen dan Yue Yue segera mengetahui suara itu ke arah kolam dekat taman.
Ternyata ada seorang anak perempuan tercebur ke kolam, dan seorang anak laki-laki berdiri dipinggir kolam berusaha menolong temannya tapi ia tidak bisa, ia hanya bisa teriak minta tolong.
Tanpa berpikir panjang, Yu Chen segera menolong anak perempuan yang hampir tenggelam itu, ia terjun ke kolam yang cukup panjang dan luas.
Dan akhirnya Yu Chen bisa menyelamatkannya dan membawanya ke pinggir kolam.
Anak perempuan itu terbatuk batuk sambil mengeluarkan air yang sudah ia telan.
Anak perempuan itu menangis.
Yu Chen pun segera memeluknya berkata, "Sudah tidak apa-apa. Kakak sudah menolongmu. Sudah jangan menangis lagi."
Yue Yue melihat mereka basah kuyub dan udara begitu dingin.
Yue Yue segera berkata," Lebih baik kita masuk ke dalam untuk mengeringkan badan dulu. Di luar sangat dingin."
Lalu merekapun masuk ke dalam kamar.
Dan Yue Yue memberikan handuk tebal pada Yu Chen dan juga anak perempuan itu.
Lalu beberapa saat seorang pelayan membawakan 2 gelas susu hangat dan segelas teh hangat.
Yu Chen memberikan 2 gelas susu hangat itu pada 2 anak itu.
Yu Chen menatap anak perempuan itu dan berkata," Anak manis, minumlah susu hangat ini selagi hangat. "
Lalu anak perempuan itu meminumnya, begitu juga anak laki-laki yang ada disampingnya.
Yu Chen pun berkata, "Sekarang kakak ingin bertanya pada kalian, kenapa kau bisa sampai tercebur di kolam. Seharusnya kalian tidak boleh bermain-main dipinggir kolam. "
Anak perempuan itu hanya diam.
Lalu anak laki-laki itu berkata, "Kami hanya ingin bermain dipinggir sungai sambil membuang bunga dikolam. Tapi karena tidak hati-hati Xiao Ling jatuh ke kolam. "
Yue Yue," Kalian seharusnya sudah tahu tidak boleh bermain di pinggir sungai."
Yu Chen," Jadi namamu adalah Xiao ling, dan kau, siapa namamu?"
Anak laki-laki itu berkata, "Namaku Xiao Lai. Dia adalah sepupuku. "
Yue Yue tersenyum, "Wahh sepertinya mereka mirip dengan kita. Xiao Lai adalah juru bicara Xiao ling. Benar bukan?"
Yu Chen tersenyum, "Baiklah, hari sudah hampir malam, cepat habiskan susu kalian. Setelah itu kakak akan mengantar kalian pulang. "
Setelah itu Yu Chen dan Yue Yue mengantar mereka pulang.
Sampainya di depan rumah mereka, Xiao Lai menjerit, "Ibu, kakek! Kami pulang! "
Lalu seorang laki-laki setengah baya keluar dan diikuti seorang perempuan sederhana belum terlihat begitu tua.
Laki-laki setengah baya itu terkejut bukan main melihat cucunya bersama dengan orang resort Flower.
__ADS_1
Ternyata laki-laki setengah baya itu adalah tetua di desa itu.
Ia benar-benar marah , sambil mengambil tongkat sapu ia berkata,
"Kenapa kalian kemari?! Apa yang sudah kalian lakukan pada cucuku?! Kalian tidak terima disini! Pergi dari sini!"
sambil ia menunjuk nunjuk dengan tongkat sapu.
Yue Yue, "Tuan! Kami hanya mengantar cucumu pulang saja! Tidak melakukan apa-apa! "
Tetua itu berkata," Aku tidak percaya pada kalian! Cepat pergi dari sini!"
Tiba-tiba tanpa diduga anak perempuan itu berkata , "Kakek! Jangan pukul mereka! Mereka yang sudah menolongku! "
Sang kakek pun terkejut begitu juga sang bibi dan anak laki-laki itu.
Sang kakek berkata, "Xiao Ling..."
Xiao Lai pun berkata, "Xiao Ling! kau bisa bicara..."
Akhirnya, Yu Chen dan Yue Yue dipersilahkan masuk ke rumah.
Hanya putrinya yang menemui Yu Chen dan Yue Yue.
Xiao Ling dan Xiao Lai sedang bermain di kamar.
Putri tetua itu pun bercerita, bahwa Xiao Ling adalah putri adik perempuannya.
Saat Xiao Ling masih kecil, kedua orang tua Xiao Ling meninggal karena kecelakaan saat mereka bertiga sedang bertamasya.
Hanya Xiao Ling yang selamat, tapi ia melihat dan mengalami kejadian itu. Hingga kejadian itu membuatnya bisu.
Dokter mengatakan itu karena dia syok akan kejadian itu.
Akhirnya Tetua bersama putrinya dan menantunya membesarkan Xiao Ling seperti putri mereka sendiri.
Yu Chen merasa Xiao Ling tidak jauh berbeda dengannya.
Lalu putri tetua itu berkata, "Kami benar-benar terkejut saat mendengar nya bisa bicara setelah sekian tahun ia tidak bisa bicara.
Mata Yu Chen berkaca-kaca, hanya ia berusaha untuk tidak menangis.
Dan Yu Chen berkata, "Bukankah ini sebuah keberuntungan. Kami ikut gembira atas hal ini. "
Beberapa saat Tetua pun datang dan berkata, "Aku sudah mendengar cerita dari cucuku, bahwa kalian sudah menolongnya saat tenggelam. Aku mengucapkan terima kasih pada kalian. Tapi, meskipun begitu, kami tetap tidak akan mempercayai kalian. Kami tidak akan bisa diusir oleh kalian. Kalianlah yang harus pergi dari tempat ini. Aku juga tidak tahu, bisa saja kalian memanfaatkan kesempatan dengan berpura-pura menolong cucuku."
Yue Yue benar-benar tidak bisa menahan marahnya, " Tuan, anda..."
Yu Chen tiba-tiba memegang tangan sepupunya agar Yue Yue diam dan ia berkata," Tuan, jika memang itu anggapan anda, kami juga tidak bisa apa-apa. Tapi aku yakin, anda bisa membedakan mana yang berpura-pura dan mana yang tidak. Kami kemari mengantar cucu anda, tidak ada maksud apapun. Benar-benar kami tidak mengira kalau Xiao Ling adalah cucu anda. Kami kemari bukan atas nama resort Flower. Baiklah, kami tidak akan mengganggu anda lagi. Kami mohon pamit. "
Putri Tetua pun berkata," Tapi Nona.."
Yu Chen," Terima kasih Nyonya atas hidangan tehnya. Kami mohon pamit."
Yu Chen dan Yue Yue segera keluar, Xiao Ling dan Xiao Lai melihatnya hendak pergi.
Xiao Ling menjerit, "Kakak! "
Yu Chen dan Yue Yue berhenti, Yu Chen menoleh.
Xiao Ling berlari mendekatinya dan berkata," Terima kasih sudah menolong Xiao Ling. "
Yu Chen tersenyum, dan sedikit menjongkok, "Sama-sama Xiao Ling. Lain kali, kau harus menuruti kata-kata kakek dan bibimu, jangan bermain dipinggir kolam. "
Xiao Ling mengangguk dan berkata, "Bisakah Xiao Ling bertemu dengan kakak lagi?"
Yu Chen tersenyum dan mengangguk, "Tentu saja. Bermainlah ke resort, lain kali kakak akan mengajakmu bermain dengan bunga. "
Xiao ling mengangguk dan tersenyum.
Xiao Lai, "Aku juga ikut bermain. Ditambah lagi, jika kakak cerewet itu memberi kami susu lagi."
Yue Yue terkejut," Kalian ini..."
Xiao Lai tertawa.
Akhirnya merekapun pergi.
Tetua Liu terkejut dengan perubahan sikap cucunya itu.
Ia tidak menyangka Nona itu bisa membuat cucunya kembali ceria seperti dulu dan bahkan ia kembali bisa berbicara.
Putrinya pun berkata," Ayah, aku rasa nona bermarga Xu itu benar-benar orang yang baik dan tulus. Ayah pasti bisa merasakannya. Bahkan ayah bisa melihat sendiri saat Xiao Ling memanggil Nona itu tadi. Ayah, aku yakin dia tidak akan berbohong. Kenapa ayah tidak mau mencoba untuk kita semua bekerja sama dengan resort Flower membangun tempat wisata di tempat ini. mereka akan berjanji tidak akan mengusir kita. Dan aku yakin nona itu tidak akan berbohong. "
Tetua Liu pun hanya diam.
Tapi ia juga memikirkan setiap perkataan putrinya.
...****************...
__ADS_1