Sister

Sister
Bab 31


__ADS_3

Yu Chen pun memutuskan untuk 2 hari lagi segera ke New York.


Hari itu Yu Chen sudah tidak bekerja di resort lagi.


Setelah ia mengajar piano di sekolah dasar.


Ia menandatangi beberapa sumbangan dana yang ia berikan untuk panti asuhan.


Lalu ia menuju ke boutiq bibinya sambil membawa shusi.


Karyawan bibinya berkata, "Nyonya Que sedang melayani tamu diruangannya. "


Yu Chen, "Tidak apa-apa, aku akan menunggu nya disini. Baiklah, ini aku bawakan shusi untuk kalian semua. Makanlah selagi bibiku melayani tamu diruangannya. "


Mereka tertawa senang.


Dan makan bersama.


Beberapa saat Que San selesai, ia melihat Yu Chen yang sedang mengamati baju  baju desain bibinya.


Que San," Kau kemari Yu Chen?"


Yu Chen menoleh dan tersenyum, "Bibi..."


Lalu mereka makan shusi bersama di ruangan bibinya.


Que San, "Enak sekali shusi ini. Kau juga membawakan untuk semua karyawan bibi bukan? Dan kau mengajari mereka untuk makan shusi selagi bibi sedang ada tamu."


Yu Chen tersenyum,  "Bibi selalu tahu apa yang kulakukan."


Que San, "Kau ini. "


Yu Chen tersenyum, "Selamanya bibiku benar-benar hebat."


Lalu Yu Chen mengeluarkan beberapa berkas.


Que San, "Apa itu?"


Yu Chen memberikan berkas itu pada bibinya dan sang bibi membukanya,


"Panti asuhan Ping An? Sekolah dasar ?" tanya Bibinya.


Yu Chen menjawab," Itu adalah berkas sumbangan dana untuk panti asuhan dan sekolah dasar.


Di situ ditulis bahwa aku akan memberikan sumbangan dana setiap bulannya.


Selama ini aku sudah melakukannya. "


Que San menatap keponakannya dan berkata, "Lalu kenapa kau memberikannya pada bibi?"


Yu Chen, "Aku ingin minta bantuan bibi, setelah ini aku akan ke New York dalam waktu yang mungkin cukup lama. Ini adalah tabunganku di bank Teipei. Bantu aku bi untuk memberikan dana setiap bulannya disana. Dan jika sampai tabunganku habis, dan aku belum juga kembali..."


Yu Chen menatap bibinya dengan serius," Bisakah bibi membantuku untuk meneruskannya?"


Que San," Apa maksudmu belum juga kembali? kau hanya membutuhkan paling sedikit 2 tahun untuk kuliah lagi disana. Tidak lama bukan? "


Yu Chen tersenyum, "Bibi, tidak ada yang tahu apa yang terjadi kelak bukan? Aku hanya mengatakan jika seandainya. Paling tidak bibi bersedia membantuku, itu sudah membuatku tenang. Ditambah lagi, bibi membantuku menjaga kakak menjaga kesehatan bibi sendiri itu sangat membuatku tenang."


Que San," Yu Chen, kau ini aneh sekali. Kau berkata seperti itu, seakan kau hendak pergi jauh dan tidak kembali lagi. Bibi tidak suka itu. Kau hanya akan pergi sebentar. Dan tidak lama. Bibi tidak mau dengar kau bicara seperti itu lagi. "


Yu Chen menatap bibinya.


Lalu Que San, "Baiklah, mengenai hal ini bibi akan membantumu. Dan sekarang kita tidak usah membahas ini lagi.


Bibi ingin seharian ini kau menemani bibi berbelanja.


Dan juga membelikan keperluanmu untuk ke New York nanti. "


~


Mereka pergi jalan-jalan bersama hari itu.


Yu Chen begitu menikmatinya.


Yu Chen juga sempat mengajak bibinya mengajar anak  anak disekolah dasar di kelas  sore.


Yu Chen memainkan piano dan anak  anak bernyanyi bersamanya.


Que San melihat dari jendela luar kelas.


Ia hanya tersenyum senang melihat keponakannya.

__ADS_1


Saat kembali menaiki mobil.


Que San berkata, "Bibi tidak pernah menyangka kau juga mengajar sebagai guru piano anak-anak. Dan bibi lihat kau sangat menikmatinya."


Yu Chen tersenyum dan berkata pelan, "Setelah ini, mungkin tidak ada kesempatan itu lagi."


Que San menoleh, "Apa maksudmu? "


Yu Chen, "Tidak, maksudku karena sebentar lagi akan ke New York. Aku akan jarang mengajar anak-anak bermain piano."


Que San menggelengkan kepala, "Kau ini.


tentu saja setelah kau kembali dari New York kau bisa mengajar mereka bermain piano."


Yu Chen menatap dan tersenyum lalu ia mengangguk.


Saat melewati toko roti kesukaan kakeknya,


Yu Chen berkata, "Bibi, kita berhenti dulu.


Aku ingin membelikan roti untuk kakek. "


Que San, "Baiklah."


Lalu Yu Chen membelikan beberapa roti kesukaan kakeknya.


Setelah itu mereka berdua makan malam bersama.


Yu Chen tersenyum melihat wajah bibinya.


Que San, " Kenapa kau tersenyum melihat bibi?"


Yu Chen, "Bibi benar-benar mirip dengan ibu."


Que San, " Tentu saja, bukankah bibi ini kakak ibumu."


Yu Chen tertawa kecil.


ia berkata, "Bibi tahu, rasanya aku bersyukur sekali punya bibi seperti bibi Que. "


Que San tersenyum, " Dan bibi, juga sangat bersyukur punya keponakan sepertimu dan Yu Ching. "


mereka makan kembali.


Dan Yu Chen berkata dalam hati, "Aku lebih tenang sekarang. Bibi juga sangat menyayangi kakak. Aku tidak perlu khawatir jika aku pergi nanti. "


Yu Chen," Bibi Que..."


Que San yang sedang menikmati makanannya menatap keponakannya.


Yu Chen berusaha untuk kuat dan tidak menangis, ia melanjutkan kata katanya, " Bibi, sudah aku anggap seperti ibuku. Bibi tahu itu kan? Aku sering bicara seperti itu pada bibi. Dan aku tidak akan pernah bosan untuk selalu bicara seperti itu. "


Que San tersenyum dan mengangguk, "Bibi berterima kasih padamu. Karena kau, mau menganggap bibi seperti ibumu. Kalian, sangat berarti buat bibi. "


Yu Chen akhirnya meneteskan air mata.


ia benar benar merasa sayang meninggalkan bibinya.


Que San menggelengkan kepalanya.


Dan ia memegang tangan kanan Yu Chen.


Yu Chen tersenyum dan mengangguk.


Setelah pulang, Yu Chen memberikan roti di kamar kakeknya.


Sang kakek sedang membaca buku.


Lalu Yu Chen duduk dan memberikan sepiring roti kesukaan kakeknya.


Yu Chen," Kakek, makanlah roti ini. ini roti kesukaan kakek."


Sang kakek tersenyum, "Baiklah."


Sang kakek memakannya, dan ia mengangguk, "Kau yang membelikan untuk kakek?"


Yu Chen tersenyum dan mengangguk, "Baiklah kek, kakek makanlah, aku kembali ke kamar dulu. Selamat malam kek."


Sang kakek berkata, "Yu Chen, kakek tahu kau memohon maaf didepan para dewan komisaris dan manager. Dan kau juga mengundurkan diri secara langsung didepan mereka. "


Yu Chen terdiam sebentar,

__ADS_1


lalu ia berkata, "Benar kek. Tapi bukankah aku juga akan segera ke New York, karenanya aku pun lebih baik mengundurkan diri lebih awal. "


Sang kakek berkata," Tapi kau tidak perlu mengundurkan diri Yu Chen. "


Yu Chen pun menjawab , "Tidak kek. Aku tidak bisa bertanggungjawab atas apa yang aku janjikan. Dan aku juga sudah membuat malu keluarga. Maafkan aku kek. Jadi sudah sewajarnya aku harus mengundurkan diri. "


Sang kakek," Yu Chen..."


Yu Chen langsung menyaut, "Baiklah kek, sudah malam. Yu Chen sudah lelah. Kakek juga segeralah istirahat. Selamat malam kek."


Sang Kakek," Yu Chen, tunggu dulu. kemarilah sebentar."


Yu Chen menghentikan langkahnya.


Dan ia berjalan duduk di samping kakeknya.


Sang kakek mengusap kepala Yu Chen.


Lalu ia berkata," Kakek sangat menyayangimu. Sudah lama, kau tidak bermanja manja pada kakek. Kau...marah pada kakek?"


Yu Chen tersenyum.


ia bersandar pada kakeknya.


Dan berkata, "Kakek, aku tidak bisa marah pada kakek. Karena aku sangat menyayangi kakek. "


Sang kakek tertawa.


Ia berkata, "Sekarang kau sudah besar.


Tapi bagi kakek, kau masih seperti Yu Chen kecil yang akan selalu bermanja manja pada kakek. Kakek juga sangat menyayangimu."


Yu Chen tersenyum," Terima kasih kek."


Xu Xian melahap roti kesukaannya.


Ia lalu berkata sambil mengunyah, "Enak sekali. Kakek sangat suka roti ini."


Yu Chen," Benarkah? "


Xu Xian menyuapi cucunya.


Yu Chen melahapnya dan mereka tertawa.


Yue Yue tidak sengaja melihatnya di balik pintu.


Ia menghela napas, dan berkata dalam hati, "aku benar-benar tidak tahan seperti ini. Yu Chen, kenapa harus kau? kenapa harus kau yang terkena penyakit jantung? Banyak orang di dunia ini...kenapa tidak yang lain."


Lalu Yue Yue berjalan ke kamarnya.


Beberapa saat Yu Chen keluar.


Ia melihat bibinya sedang membaca majalah style.


Yu Chen duduk disamping bibinya.


Sang bibi tersenyum, "Kau yang meletakkan banyak majalah style disini? "


Yu Chen tersenyum.


Lalu ia mengeluarkan sebuah handphone miliknya dan ia berkata, "Bibi."


Que San menoleh dan melihat handphone ditangan Yu Chen.


Yu Chen," Handphone ini menyimpan banyak video dan foto  foto keluarga dari saat Yu Chen masih SMA.


Aku ingin handphone ini bibi menyimpannya."


Que San, "Tapi bukankah ini handphonemu? Lalu kau bagaimana?"


Yu Chen tersenyum," Aku akan ganti handphone nanti saat diNew York.


Jadi, saat bibi sedang rindu pada Yu Chen, bibi bisa membuka handphone ini. lihatlah."


Yu Chen memperlihatkan cara menggunakannya. Dan Que San tersenyum melihatnya, "Baiklah, bibi akan menyimpannya, jika bibi rindu padamu nanti, bibi akan membukanya."


Yu Chen tersenyum .


Yu Chen bersikap seolah dia tidak akan kembali lagi dan mengucapkan selamat tinggal.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2