
Sore itu, Yu Chen masih ada di resort menyelesaikan pekerjaannya. Beberapa saat kemudian ada pesan masuk dari kakaknya.
Hanya saja aneh sekali, bukan nomor handphone yang sering dipakai oleh kakaknya.
Kakaknya ingin bertemu dengannya di taman dan mengajak makan malam.
Yu Chen pun tidak curiga sama sekali. Ia bergegas pergi.
Saat Yu Chen tiba sebuah taman .
Beberapa menit kemudian Mo Bei datang.
Mereka berdua pun terkejut.
Yu Chen, "Kak Mo Bei? kenapa kau bisa ada di sini?"
Mo Bei menjawab, "Aku menunggu kakakmu di sini. Katanya dia ingin bertemu denganku di sini. Dan kau, kenapa kau juga ada di sini?"
Yu Chen, "Aku menunggu kakak juga di sini. "
Sementara itu Yu Ching yang masih ada di resort bertemu dengan Xiao Kang.
Yu Ching," Xiao Kang, kau belum pulang? "
Xiao Kang, "Sebentar lagi aku akan pulang. Aku pikir Bu GM sedang menemui Yu Chen di taman resort. Karena tadi saat hendak aku mengajak Yu Chen pulang bersama, dia mengatakan Bu GM menunggunya di taman. "
Yu Ching terkejut, "Benarkah? Aku tidak menunggunya di taman. Aku baru saja selesai bertemu dengan klien. Baiklah kalau begitu aku ke taman dulu. "
Xiao Kang hanya tersenyum licik saat Yu Ching pergi meninggalkan dia.
Sesampainya di sana Yu Ching melihat hal yang tidak terduga.
Karena Yu Chen tiba-tiba dadanya terasa sakit lagi, bahkan lebih perih dari biasanya,pandangan pun sedikit kabur.
Mo Bei yang ada disampingnya langsung segera memegangi Yu Chen, "Kau kenapa Yu Chen? Belum sempat Yu Chen menjawab."
Yu Ching yang datang dan melihat hal itu langsung berkata, "Apa yang kalian lakukan?! "
Yu Chen dan Mo Bei terkejut,
Yu Chen, "Kakak !"
Yu Ching, "Kalian benar-benar memalukan! "
Yu Ching pun segera pergi .
__ADS_1
Yu Chen, "Kakak! "
Mo Bei," Yu Ching! Tunggu dulu ! Yu Ching! "
Yu Chen tidak peduli dengan rasa sakitnya, ia segera lari mengejar kakaknya.
Yu Ching segera naik mobilnya dan segera menghidupkan mobilnya.
Yu chen melihat di pintu mobilnya, "Kakak! Tunggu dulu! Aku bisa jelaskan semuanya ! Kakak! "
Yu Ching tidak menghiraukannya dan segera pergi.
Yu Chen segera naik mobilnya.
Mo Bei yang juga mengejarnya, "Yu Chen! "
Yu Chen, "Kak Mo Bei, aku akan menjelaskan semuanya pada kakak. Kau tenang saja. "
Lalu Yu Chen pun pergi.
Mo Bei hanya melihat kakak beradik itu pergi dan menghilang.
Sesampai Yu Chen di rumah dan mengejar kakaknya sampai ke dalam rumah, "Kakak tunggu dulu ! Aku akan jelaskan semuanya. "
Yu Chen terus memanggil kakaknya, "Kakak, itu semua tidak seperti yang kakak lihat. Aku bisa jelaskan..."
Tiba-tiba perkataan Yu Chen terhenti .
Yu Ching yang menoleh ke arah Yu Chen dan langsung menamparnya.
Yu Chen terkejut begitu juga semua yang ada di situ.
Bibi Que, "Yu Ching ! "
Yu Chen terdiam perlahan tangan kanannya memegang pipi yang terkena tamparan kakaknya.
Yu Ching, "Kakak kecewa padamu Yu Chen. Kakak begitu mempercayaimu. Kenapa kau tidak sejak awal berkata jujur pada kakak kalau kau mencintai Chaiya. Kakak akan mengalah padamu. Tapi kenapa? Kenapa kau melakukan semua itu di belakang kakak! "
Yu Chen perlahan menatap kakaknya. Air matanya pun keluar.
Ia berkata, "Kakak,buat apa aku berkata bohong pada kakak ?"
Tiba-tiba Sang paman keluar dan berkata, "Kalian berdua masuk ke ruangan paman. "
__ADS_1
Saat di ruang baca sang paman terdiam sebentar.
Lalu ia berkata, "Paman sudah memikirkan ini matang-matang dan paman pikir ini hanya jalan yang terbaik buat kita semua. Paman tidak punya jalan lain lagi. Kalian harus mengerti, paman sudah menganggap kalian seperti anak paman sendiri."
Liu Jiang terdiam sebentar lalu dia mulai berkata lagi dengan berat, "Yu Chen paman pikir lebih baik paman menyekolahkan kau ke New York. Di sana ada universitas terbaik,paman ingin kau sekolah lagi dan memperdalam mengenai bisnis perhotelan. Setelah kau selesai kau bisa kembali lagi. "
Yu Chen terkejut," Paman ..."
Lalu ia terdiam, ia tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Ia ingin menangis tapi ia harus menahannya.
Dengan pelan dan suara yang sedikit bergetar ia berkata," Aku mengerti paman. Tapi tolong beri aku waktu untuk memikirkan dulu."
Lalu Yu Chen berjalan keluar ruangan.
Sang paman berkata, "Maafkan paman Yu Chen. "
Yu Chen menoleh sambil berusaha tersenyum, "Tidak apa-apa paman. Aku mengerti, paman tidak perlu meminta maaf padaku. "
Lalu iapun keluar dan berjalan ke kamarnya.
Sang paman dan Yu Ching yang masih ada di dalam berkata," Yu Ching paman tidak tahu apakah ini jalan terbaik, tapi paman juga ingin bertanya padamu. Apakah kau ingin semuanya berjalan seperti yang paman putuskan ini? apa kau ingin Yu Chen sekolah di New York dengan kata lain untuk sementara waktu membiarkan Yu Chen pergi dari Teipei."
Yu Ching yang mendengar juga bingung.
Di dalam hatinya yang terdalam sebenarnya ini semua tidak seperti yang ia inginkan,tapi tetap saja ada sedikit yang mengganjal hatinya,ia tidak habis pikir dan masih kecewa dengan apa yang dilakukan adiknya.
Lalu ia menjawab pertanyaan pamannya, "Aku tidak berhak memutuskan dalam hal ini paman. Jika paman sudah mengambil jalan ini, aku juga tidak bisa apa-apa. "
Lalu Yu Ching pun keluar.
Sang Bibi yang tidak berhasil menanyai Yu Chen,
lalu menanyai Yu Ching, "Yu Ching sebenarnya apa yang terjadi? "
Yu Ching hanya diam saja.
Dan ia masuk ke kamarnya.
Yu Chen di kamarnya menangis seakan dia benar-benar tidak bisa apa apa lagi.
Begitu juga dengan Yu Ching yang berada di kamarnya,ia menangis karena tidak harus berbuat apa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1