
Subuh akhirnya Yu Chen sadar.
Yu Chen perlahan melihat segala ruang dan juga kakak, bibi Que, dan Yue Yue yang menunggunya.
Yu Ching, " Yu Chen, Kau sudah sadar? "
Yue Yue, "Kau ini benar-benar membuat kami semua khawatir."
Bibi Que juga menatap keponakannya dengan wajah sabar," Bagaimana sudah merasa lebih baikan?"
Yu Chen," Iya bi... aku sudah tidak apa-apa."
Yu Ching, "Maafkan kakak Yu Chen. Ini semua salah kakak. Kakak sudah— ."
Yu Chen langsung memotong," Kakak aku tidak apa-apa. Bukankah sekarang kakak lihat sendiri aku sudah baik-baik saja. Ini bukan salah kakak dan aku tidak mau kakak minta maaf padaku. Semua ini terjadi di luar dugaan kita. Seharusnya aku yang minta maaf pada kakak. Aku hanya tidak ingin kakak marah padaku."
Yu Ching menatap adiknya, ia terkejut dengan kata katanya.
Yu Ching menjawab, " Yu Chen ..."
Bibi Que, "Sudah. tidak usah saling minta maaf. Semuanya sudah baik-baik saja. Yang penting sekarang Yu Chen istirahat dulu di sini sampai sembuh."
Yu Chen, "Apa? Aku harus istirahat dulu di rumah sakit? Tidak, aku tidak mau. Aku mau segera pulang. Aku sudah tidak apa-apa, kakak ..."
Yue Yue mengejek Yu Chen sambil memarahinya, "Jangan cerewet seperti anak kecil Yu Chen. Kau bisa seperti ini karena kau juga tidak mau memperhatikan kesehatanmu. Sudah lebih baik kau tidur dulu di Rumah Sakit."
Bibi Que memukul pelan kepala putrinya dan berkata," Yue Yue kau ini!"
Yu Ching, "Yue Yue ada benarnya juga. Lebih baik kau istirahat dulu di Rumah Sakit. Bukankah ada kakak yang menjagamu."
Yu Chen hanya bisa menuruti dan menarik nafas.
Sementara itu Xiao Kang membeli bunga dan juga cake kesukaan Yu Chen.
Sampainya di rumah sakit, semuanya ada di sana, begitu juga Wei Yi yang kebetulan sedang ada jam jaga di rumah sakit.
Xiao Kang menggoda Yu Chen, "Kau ini selalu membuat kejutan ya buat orang lain. Aku dengar kau kecelakaan karena jatuh dari tangga. Aku tahu, saat kau sedang turun tangga pasti sedang memikirkan ku, iya kan? "
Yu Chen lalu menjawab, "Memikirkan kak Xiao Kang? Wahh celaka aku tidak berani memikirkan kak Xiao Kang lagi. "
Yu Ching tersenyum geli begitu juga bibinya.
Yue Yue berkata," Xiao Kang, kenapa kau membawa cake? Kau tahu Yu Chen tidak boleh makan cake."
Yu Chen, "Kenapa tidak boleh? Dokter tidak bilang apa-apa kan? "
Yue Yue menjawab, "Memang dokter tidak bilang apa-apa, tapi kalau kau makan cake ini kau bisa jadi gendut, kau tahu? "
Semuanya jadi tertawa.
Akhirnya 2 hari kemudian Yu Chen diperbolehkan pulang.
Saat makan malam bersama.
Sang kakek, "Yu Chen bagaimana keadaanmu? Sudah lebih baik? "
Yu Chen tersenyum dan menjawab," Iya kek,aku sudah baik-baik saja. Lihat aku sudah sehat kan?"
Yue Yue," Iya kau memang sudah sehat,apalagi saat kau sudah keluar dari rumah sakit, seperti burung yang baru lepas dari kandangnya. "
__ADS_1
Yu Chen, "Kau mengejekku lagi? Cerewet ! "
Yue Yue, "Aku cerewet dan kau nenek galak."
Sambil Yue Yue menjulurkan lidahnya.
Bibi Que langsung menyela, "Hei ! Sudah. Kalian ini, selalu saja saat makan seperti saat di medan perang saja! Kalau mau berperang bukan di sini, kalian keluar saja dan tidak usah makan. "
Yu Ching tersenyum, sedang Yue Yue dan Yu Chen langsung diam seribu bahasa.
Yu Ching lalu bicara, "Kenapa kalian berdua langsung diam? bukankah ingin berperang? Lebih baik turuti kata-kata bibi Que, kalau diam kalian boleh makan, kalau ingin berperang tentu saja harus keluar. Bagaimana? "
Mereka langsung diam dan mengambil lauk dengan teratur dan mereka makan dengan manis.
Semuanya tersenyum.
Sang Paman angkat bicara, "Wahh manis sekali kalian berdua. Sepertinya yang sudah jadi nenek galak adalah bibi kalian ya."
Semuanya tertawa.
Selesai makan malam.
Saat Yu Chen ada di kamarnya, Yu Ching mengetuk pintu kamar adiknya.
Lalu Yu Chen membuka pintu," Kakak..."
Yu Ching, "Kakak ingin berbincang-bincang denganmu sebentar, Kakak tidak mengganggumu kan?"
Yu Chen menjawab, "Tentu saja tidak, ayo masuk kak."
Mereka berbincang-bincang di dalam.
Yu Ching, "Kau sudah makan obat kan? Kata dokter obat yang di berikan harus di habiskan."
Yu Ching tersenyum," Yu Chen, bagi kakak kau masih seperti Yu Chen yang masih berumur 6 tahun. "
Yu Ching berhenti sebentar, lalu dia melanjutkan lagi.
Yu Chen," Maafkan kakak. Saat itu kakak sedang banyak pikiran, belakangan ini Resort kita sedang ramai dan sebentar lagi kita akan mengadakan kerja sama dengan 3 perusahaan besar di Teipei. Hal itu membuat kakak pusing sehingga akhirnya membuatmu ..."
Yu Chen langsung memotong pembicaraan kakaknya, " Kakak, sudahlah. Tidak apa-apa. Aku mengerti, lagipula semua terjadi karena kecelakaan, itu bukan salah kakak. Kakak tidak perlu minta maaf padaku. Bukankah aku sekarang tidak apa-apa? "
Yu Chen lalu memeluk kakaknya, "Kakak, aku tidak apa-apa. Hanya saja aku sedikit takut jika kakak sedang marah padaku... Tidak, kakak tidak apa-apa memarahi ku, tapi setelah itu jangan mendiamkanku ya. "
Yu Ching terkejut adiknya bicara seperti itu,lalu ia menjawab, "Maafkan kakak Yu Chen, akhir-akhir ini kakak sering memarahimu, maafkan kakak. "
Yu Chen melepaskan pelukannya dan tersenyum.
Yu Chen," Kakak, kalau kakak memarahiku, aku tahu kakak sayang padaku."
Yu Ching tersenyum, "Yu Chen bagaimana jika besok kita pergi jalan-jalan? Bukankah besok hari minggu."
Yu Chen tersenyum mengangguk , "Baiklah.Aku ingin ke taman bermain, Disney Land. Bagaimana kak? "
Yu Ching, " Benarkan seperti kakak bilang tadi,kau masih seperti Yu Chen yang berumur 6 tahun. "
Yu Chen tersenyum dan memeluk kakaknya lagi.
Yu Ching juga tersenyum dan mengelus punggung adiknya dengan lembut.
__ADS_1
Akhirnya keesokan harinya mereka pergi bersama ke taman bermain, Yue Yue juga ikut menemani mereka dan menjadi sopir setia.
Sebelum mereka pergi.
Yu Chen mengambil sepatu casualnya berwarna putih da seperti biasa ia sedikit susah untuk menalikan tali sepatunya, ia berusaha belajar untuk memakainya sendiri.
Selama ini Yu Chen sudah jarang memakai sepatu tali seperti itu, karena itu merepotkannya.
Meski ia sudah berusaha menali sepatunya, tapi tetap tidak bisa juga.
Ia menarik nafas, dan ia mencobanya lagi.
Sambil berkata, "Bagaimana ini? ..."
Yu Ching yang keluar dari kamarnya melihat adiknya yang berusaha menali sepatunya sendiri.
Tanpa di duga Yue Yue yang sudah menunggu di bawah, akhirnya naik ke atas bersama ibunya yang juga bingung untuk melihat 2 ponakannya itu yang lama tidak turun-turun.
Yu Ching tersenyum melihat adiknya, ia tersenyum.
lalu ia mendekati adiknya.
ia mengulurkan tangannya membantu adiknya menalikan sepatu.
Yu Chen terkejut kakaknya ada di depannya, "Kakak... ."
Yu Ching, "Sampai sekarangpun kau masih belum bisa menalikan tali sepatu? Benar seperti kata kakak dulu, sampai besarpun kau masih meminta bantuan kakak untuk menalikan sepatumu."
Yu Chen menjawab, "Tentu saja, bukankah dulu aku menjawab, biar saja aku paling suka kakak yang menalikan tali sepatuku . Iya kan? Sampai kapanpun aku akan meminta kakak untuk menalikan sepatuku."
Yu Ching tersenyum menggelengkan kepala sambil menalikan tali sepatu adiknya.
Yue Yue dan ibunya tersenyum melihat hal itu.
Que Nan menggelengkan kepala melihat 2 ponakannya itu.
Mereka akhirnya menyadari kehadiran bibi Que dan Yue Yue.
Yue Yue, "Aku pikir kalian tidur lagi, karena tidak turun-turun, ternyata Yu Chen tidak bisa menali tali sepatu. "
Yu Chen kelihatan malu.
Que Nan, " Baiklah cepat berangkat sana."
Akhirnya mereka pergi.
Hari itu adalah hari paling menyenangkan buat Yu Chen.
Malam hari ,
saat Yu Chen berjalan mendekati tempat tidur nya, tiba-tiba saja dadanya sakit, seakan seperti tertusuk pisau dan sulit untuk bernafas.
Ia terkejut.
Ia terduduk di lantai, sambil tangan kanannya memegang dadanya dan tangan kirinya mencengkeram selimut di atas tempat tidurnya.
Ia berpikir, "Kenapa dadaku begitu sakit? Kenapa akhir-akhir ini dadaku sering tiba-tiba sakit seperti ini?... "
Lalu beberapa saat kemudian, tiba-tiba saja rasa sakit itu menghilang.
__ADS_1
Yu Chen sedikit bingung dengan apa yang terjadi padanya akhir-akhir ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...