Sister

Sister
Bab 42


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Yu Ching memutuskan untuk ke Shang Hai selain menjenguk pamannya, ia juga ingin menjenguk makam ayah dan ibunya.


Dan juga ingin menemui direktur utama resort Shang Ri.


Yue Yue, Wei Yi dan putrinya tidak bisa ikut bersama. Merekapun menyusul penerbangan berikutnya.


Yu Ching menyerahkan sementara resort Flower pada Mo Bei.


Sampainya Yu Ching di Shang Hai. Ia langsung mengunjungi makam ayah dan ibunya, tidak lupa ia membawa karangan bunga indah kesukaan ibunya.


Tanpa diduga sebelumnya Yu Chen sudah datang terlebih dahulu. Hanya saja mereka tidak bertemu.


Yu Ching terkejut melihat ada karangan bunga yang masih segar diletakkan di depan makam ayah dan ibunya.


Yu Ching berkata dalam hati, "Sepertinya ada orang yang datang sebelum aku kemari. Siapa? Apakah bibi?"


Yu Ching pun meletakkan karangan bunganya.


Beberapa saat kemudian ia pun pergi.


Ia menengok resort Flower yang ada di Shang Hai terlebih dahulu.


Yue Yue datang menyusul siang itu bersama dengan Wei Yi dan putrinya.


Mereka segera menjenguk ayah mereka.


Karena ada banyak hal yang di selesaikan di resort, Yu Ching malam itu harus menginap di resort Flower.


Yu Ching menelepon Yue Yue bahwa ia tidak bisa menjenguk paman dulu, besok pagi ia akan datang menjenguk.


Yue Yue bisa mengerti hal itu begitu juga paman dan bibinya.


Karena resort di Shang Hai juga sudah lama sekali tidak dikunjungi oleh Yu Ching ataupun Liu Jiang.


Malam itu, Yue Yue dan ibunya berbincang-bincang di taman rumah sakit. Que Nan menceritakan bahwa ia bertemu dengan Yu Chen.


Yue Yue terkejut mendengarnya. Ia tidak menyangka bahwa ibunya pun akhirnya sudah bertemu dengan Yu Chen.


Saat Yue Yue mau berkata pada ibunya, tiba-tiba Chen Chen datang.


"Nenek! ibu! Chen Chen ingin tidur dengan kalian." Kata Chen Chen dengan manja.


Yue t, "Chen Chen."


Wei Yi, "Dia ingin tidur dengan kalian."

__ADS_1


Que Nan tersenyum, "Baiklah, baiklah. Ayo ikut dengan nenek. Nenek akan menemanimu tidur."


Chen Chen tersenyum senang dan mengangguk.


Lalu ia pun segera kepelukan neneknya.


Que Nan, "Yue Yue, biar dia tidur bersama dengan ibu. Ibu akan menemaninya sebentar. Oya, Yue Yu, besok pagi ibu ikut denganmu menjemput Yu Ching dan kita bersama menjenguk makam bibi dan pamanmu."


"Baiklah bu." Jawab Yue Yue sambil mengangguk.


Lalu Que Nan pun menggendong cucunya dan mereka pergi ke dalam.


Yue Yue dan Wei Yi masih bersama di taman.


Yue Yue, "Ibu sudah bertemu dengan Yu Chen."


Wei Yi menoleh, "Benarkah? Lalu kau juga sudah mengatakan bahwa kita juga bertemu dengan Yu Chen saat di Teipei?"


Yue Yue, "Aku mau mengatakannya, tapi Chen Chen datang. Jadi aku belum sempat mengatakannya. Aku rasa ibu pun juga belum tahu, bahwa kita sudah bertemu dengan Yu Chen juga."


Yue Yue menoleh pada Wei Yi dan berkata lagi, "Sebenarnya, aku ingin mencari Yu Chen. Dia bilang, dia tinggal di Shang Hai bukan?"


Wei Yi menjawab, "Sepertinya akan sedikit susah. Karena Shang Hai begitu luas. Kau tidak mencoba untuk menghubunginya?"


Yue Yue, "Sudah ku coba, tapi ia tidak mengangkat teleponnya dan ia tidak membalas pesanku juga. Sepertinya dia masih menghindar dari kita. Aku merasa, ada beberapa hal yang masih ia simpan, entah apa itu?"


Wei Yi pun memegang pundak istrinya dan berkata, "Jangan seperti itu, aku akan membantumu untuk mencarinya besok. Kita sama-sama mencarinya, bagaimana?"


Yue Yue mengangguk, lalu ia bersandar dipelukan Wei Yi dan menghela napas.


Ia berkata, "Aku berharap semua ini segera berlalu."


Wei Yi mengangguk, "Pasti akan segera berlalu."


Keesokan harinya, Yue Yue bersama dengan ibunya dan Chen Chen pergi menjemput Yu Ching di resort.


Sementara Wei Yi menemani ayahnya di rumah sakit.


Hampir saja Wei Yi bertemu dengan Li Wei. Hanya saja, pagi itu Wei Xiang pulang, karena semalaman ia sudah jaga malam di rumah sakit.


Sementara itu, Yu Ching bersama bibinya, Yue Yue , Chen Chen mau mengunjungi makam, tetapi sebelumnya mereka berhenti untuk mencari bunga dulu.


Que Nan berencana akan menceritakan mengenai Yu Chen pada Yu Ching saat di makam ayah dan ibunya.


Que Nan, "Yue Yue, kita berhenti dulu di depan. Kita membeli karangan bunga dulu."

__ADS_1


Yue Yue, "Baiklah bu."


Sementara itu Yu Chen yang pagi itu datang di toko bunga teman baiknya. Ia menggantikan sebentar untuk menjaga toko bunga temannya, karena temannya harus mengantar beberapa pesanan bunga ke orang lain.


Yu Chen memakai celemeknya seperti biasa. Ia merapikan beberapa bunga.


Yu Ching pun masuk ke dalam sebuah toko bunga. Disusul Que Nan.


Yu Chen menyadari ada tamu yang datang lewat alarm otomatis yang dipasang temannya jika ada pembeli datang.


Yu Chen yang sedang membelakangi pintu, iapun berdiri sambil tangannya membawa beberapa bunga segar.


Lalu ia menoleh dan menyambut, "Selamat datang! Ada yang bisa— ."


Kata-katanya terhenti saat melihat tamu yang datang.


Betapa terkejutnya ia, bahwa tamu yang datang itu adalah kakaknya.


Begitu juga Yu Ching sangat terkejut melihat adiknya berdiri di depan matanya, di hadapannya.


Que Nan yang berdiri disamping Yu Ching berkata, "Yu Chen... ."


Yu Ching begitu tidak menyangka adiknya masih hidup. Selama ini ia memang selalu yakin bahwa adiknya pasti masih hidup dan itu benar.


Yu Ching meneteskan air matanya, "Yu Chen... ."


Beberapa saat tiba-tiba Chen Chen datang. Ia melihat Yu Chen, dan ia pun berlari mendekati Yu Chen.


"Kakakk!" Panggil Chen Chen dengan semangat.


Yue Yue masuk sambil memanggil putrinya, "Chen Chen!"


Saat masuk ke toko, ia juga terkejut melihat Yu Chen.


Yue Yue, "Yu Chen."


Chen Chen tersenyum melihat Yu Chen dan berkata, "Kakak, kita bertemu lagi!"


Yu Chen membungkuk, sambil tersenyum pada Chen Chen dan berkata, "Benar, kita bertemu lagi Chen Chen."


Que Nan, "Chen Chen? Kalian... sudah pernah bertemu?"


Chen Chen menoleh pada neneknya dan mengangguk lalu menjawab, "Iya nek. Kakak sering datang menemaniku saat aku di sekolah menunggu ibu menjemputku. Kakak bilang, kakak adalah teman baik ibu. Ibu juga sudah bertemu dengannya."


Que Nan dan Yu Ching menoleh pada Yue Yue. Yue Yue hanya diam saja.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2