
Yu Chen yang sedang melanjutkan pekerjaannya di ruang kerjanya sambil merangkai bunga.
Tiba-tiba perutnya terasa sakit.
Iapun segera memegangi perutnya dan tangan kirinya berpegangan meja kerjanya.
Sasa yang melihatnya memegangi tangan Yu Chen dan berkata," Yu Chen. Kau kenapa? Kau tidak apa-apa?"
Yu Chen menoleh dan melihat Sasa. Lalu ia berkata pelan, "Aku tidak apa-apa.'
Ia segera melepaskan tangannya dari tangan Sasa.
Sasa, "Yu Chen... ."
Beberapa saat telepon di meja kerja Yuchen berbunyi dan ia mengangkatnya.
Ternyata kakaknya meneleponnya dan ingin ia menemui kakaknya di ruang kerja kakaknya.
Yu Chen pergi meninggalkan Sasa. Sasa hanya menghela napas.
Yu Chen menemui kakaknya.
Saat di ruang kerja kakaknya.
Yu CHing, "Duduklah. "
Lalu Yu Chen duduk di sofa dekat meja kerja kakaknya.
Dan Yu Ching menyusulnya duduk di sofa.
Yu Chen," Ada apa kakak memanggilku?"
Yu Ching menghela napas," Yu Chen, kakak mendengar apa yang terjadi di restoran tadi. "
Yu Chen menatap kakaknya,
dan Yu Ching berkata lagi, "Kakak bangga dengan apa yang sudah kau lakukan. Tapi Yu Chen, kakak tidak mau jika kau mengambil resiko berat seperti itu. Jika sampai Tuan tadi tidak puas dengan apa yang sudah kau lakukan, kau harus mengundurkan diri dari resort ini. kakak tahu kau memikirkan pelayan tadi. Tapi kakak juga ingin kau memikirkan dirimu. "
Yu Chen," Kakak... ."
Yu Ching," Yu Chen, kakak hanya ingin kau juga memikirkan kebaikan mu. Jangan selalu memikirkan orang lain. "
Yu Chen, "Aku mengerti kak, tapi aku pun juga tidak bisa diam saja melihat pelayan tadi terkena marah oleh Tuan itu, apalagi jika sampai dia harus di pecat dari Resort ini."
Yu Ching," Yu Chen, kakak ingin kau mendengarkan kakak. Lain kali jangan kau mengulangi hal itu lagi. Jika bukan pelayan itu yang dikeluarkan dari resort ini, apakah kau yang akan menggantikannya?"
Yu Chen terkejut mendengarnya,ia menatap kakaknya dan berkata," Aku yang akan menggantikannya. Jika itu bisa terus membuatnya bekerja di sini. Dan lagipula aku akan melakukan apapun untuk menjaga nama baik resort ini."
Yu C5Hing terkejut mendengarnya. Beberapa saat asisten Meng datang dan mengetuk pintu.
Yu Ching, "Masuklah."
Asisten Meng berkata, "Bu GM aku hanya ingin mengingatkan 10 menit lagi ada rapat dengan para pemegang saham."
Yu Ching," Baiklah, aku mengerti, terima kasih. "
Yu Chen, "Baiklah kak, aku harus kembali bekerja. Masih ada pekerjaan yang harus segera ku selesaikan. "
Lalu Yu Chen berdiri dan ia keluar.
Yu Ching menghela napas.
Yu Chen melanjutkan pekerjaannya.
Ia mendekor beberapa di ruangan pers. Karena besok akan diadakan jumpa pers.
lalu ia mengambil beberapa bunga di taman bunga.
Saat menuju ke taman bunga.
Sasa melihatnya, ia pun hendak ikut membantu.
Sasa, "Biar ku bantu."
Yu Chen," Tidak perlu,terima kasih."
Sasa, "Yu Chen,aku mohon. Jangan seperti ini."
Yu Chen," Aku kenapa? Katakan padaku, aku harus bersikap bagaimana denganmu? "
Sasa, "Yu Chen, kita adalah teman. Aku mohon dengarkan penjelasanku."
Yu Chen menatap Sasa.
Lalu ia berkata," Baiklah, apa yang ingin kau jelaskan? Kau ingin mengatakan kau tidak ada apa-apa dengan Kak Xiao Kang. Begitu bukan? Justru aku ingin berkata padamu, kita adalah teman. Dan sejak saat kita berteman, aku selalu percaya padamu Sasa. Tapi apa yang sudah kau lakukan? Apa yang sudah kau lakukan di belakangku?! "
Sasa," Maafkan aku Yu Chen. Kau ingat, kau pernah mengatakan apapun yang kau miliki, itupun juga milikku. Karena kita adalah sahabat. Maafkan aku Yu Chen, tapi aku sangat mencintai kak Xiao Kang. Maafkan aku."
Yu Chen menatap sahabatnya, ia benar-benar terkejut dengan apa yang dikatakan Sasa dan pengakuannya.
Yu Chen, "Sasa... kau... ."
Ia meneteskan air mata, begitu juga Sasa.
Tiba-tiba perut Yu Chen terasa sakit.
Ia pun tidak bisa menahannya. Tangannya kanan memegang perutnya dan ia hampir terjatuh.
Sasa segera memegangi Yu Chen dan berkata, "Yu Chen! Kau kenapa?"
Yu Chen segera melepaskan tangan Sasa dan berkata," Lepaskan aku! "
Yu Chen memandang Sasa sambil meneteskan air mata.
Lalu Yu Chen pergi.
Ia terduduk di kursi kerjanya.
Dan terlihat lemas.
Handphonenya pun berbunyi.
Ternyata bibinya.
Ia mengangkatnya.
Bibinya mengajaknya untuk menemaninya berbelanja dan menemui teman temannya untuk menghadiri pameran lukisan.
Yu Chen akhirnya mau.
Karena Yue Yue tiba-tiba ada keperluan bertemu dengan klien untuk membicarakan mengenai kerjasama pameran interior.
__ADS_1
Seusai Yu Chen menyelesaikan pekerjaannya.
Ia menjemput bibinya.
Dan mereka pergi ke pameran lukisan. Sambil menemani bibinya bersama teman teman bibinya.
Yu Chen mengamati beberapa lukisan.
Tiba-tiba perutnya terasa sakit lagi. Iapun berusaha menahannya.
Dan ia berkata, "Bibi, aku ke toilet sebentar."
Sang bibi berkata," Baiklah. "
Lalu Yu Chen pun menuju ke kamar kecil. Ia terlihat kesakitan. Dan ia memuntahkan makan ringannya saat ia makan di kantor.
Lalu ia membersihkan mulutnya. Dan berusaha kuat.
Lalu ia keluar.
Setelah selesai, Yu Chen menemani bibinya untuk berbelanja.
Sang bibi memilihkan syal cantik untuk nya.
Dan ia memakaikannya.
Sang Bibi," Cantik sekali. Sebentar lagi musim dingin akan tiba, kau harus memakai syal dan baju hangat. Bibi juga akan membelikan untuk kakakmu dan Yue Yue. "
Yu Chen," Bibi, aku masih punya beberapa syal di rumah. Tidak perlu beli lagi."
Sang bibi, "Lihat kau ini. Semakin mirip dengan ibumu. Bibi ingin membelikanmu."
Yu Chen tersenyum.
Lalu Yu Chen pun memakaikan syal juga di leher bibinya.
Dan berkata, "Bibi juga harus memakai syal."
Sang bibi tersenyum.
Perut Yu Chen tiba-tiba terasa sakit lagi, ia tidak bisa menahannya didepan bibinya lagi.
Ia pun memegang perutnya.
Sang bibi berkata, "Yu Chen, kau kenapa?! "
Yu Chen, "Aku tidak apa-apa bi. "
Sang Bibi, "Tapi... ."
Lalu Que Nan berkata lagi," Lebih baik kita ke rumah sakit."
Yu Chen menggelengkan kepala, "Tidak, aku tidak apa-apa. Lebih baik kita kembali ke rumah saja bi."
Que Nan, "Tapi Yu Chen"
Yu Chen," Bibi"
Que Nan, "Baiklah. Kita pulang sekarang. "
Lalu mereka segera pulang.
Di perjalanan pulang, Yu Chen mulai tidak bisa menahan lagi rasa sakitnya. Bibi Que yang duduk di sampingnya memegangi tangan Yu Chen.
Que Nan," Biar bibi panggilkan dokter untukmu."
Yu Chen memegang tangan bibinya dan menggelengkan kepala," Tidak usah bi. Aku hanya perlu istirahat saja. "
Que Nan," Tapi Yu Chen... ."
Yu Chen, "Bibi temani aku saja di sini."
Lalu Que Nan duduk di samping ranjang Yu Chen.
Beberapa saat Yu Chen mulai tidur. hanya saja wajahnya terlihat tambah pucat.
Que Nan menyelimuti tubuh Yu Chen. Ia menyeka keringat dari dahi Yu Chen, ia terkejut panas Yu Chen pun tinggi.
Que Nan, "Bibi Li, cepat panggil Dokter Ma kemari. "
Que Nan terlihat begitu khawatir, "Yu Chen..."
Beberapa saat dokter pun tiba.
Sambil memeriksanya.
Que Nan berkata, "Dokter Ma, ada apa dengannya?"
Dokter Ma berkata, "Nona Xu Yu Chen terlalu lelah dan tidak memperhatikan pola makannya. Itu menyerang lambungnya. Ditambah badannya kurang stabil sehingga panas tubuhnya begitu tinggi. "
Que Nan, "Lalu bagaimana dokter Ma? "
Yue Yue dan Yu Ching kembali bersama.
Saat ia masuk ke rumah, bibi Li yang membukakan pintu.
Yue Yue , "Bibi Li, didepan ada mobil. Apakah ada tamu?"
Bibi Li, "Nona Yu Chen, sedang diperiksa oleh dokter Ma."
Yu Ching, "Yu Chen?! Dia kenapa?"
Bibi Li," Saat pulang bersama Nyonya Zhuang, Nona Yu Chen sudah kesakitan. Dan Nyonya memintaku untuk memanggil dokter Ma."
Lalu Yu Ching segera menuju ke kamar Yu Chen disusul oleh Yue Yue.
Yu Ching dan Yue Yue melihat dokter Ma memeriksa Yu Chen.
Yu Ching," Bibi Que, ada apa dengan Yu Chen?"
Bibi Que menoleh, "Yu Ching, Yue Yue kalian sudah kembali. Dokter Ma bilang ia terkena lambungnya, ditambah lagi ia kelelahan. "
Dokter Ma berkata, "Aku harus memberikan nutrisi dan menurunkan asam lambungnya. Dia tidak akan bisa menelan obat. Karenanya aku harus menyuntiknya. "
Yu Ching, "tapi dokter Ma, kau tahu sendiri, Yu Chen paling tidak suka dengan jarum suntik. Apakah tidak ada cara lain dokter Ma?"
Dokter Ma menjawab," Maafkan aku, aku mengerti sejak kecil ia paling tidak suka dengan jarum suntik. Tapi kali ini aku harus menyuntiknya. jika tidak aku harus membawanya ke rumah sakit."
Lalu Dokter Ma mulai mengeluarkan jarum suntiknya dan obat-obatnya.
Yu Chen mengigau karena suhu badannya tinggi, dan ia sempat membuka matanya sambil mengigau.
__ADS_1
Bibi Que, "Yu Chen... ."
Yu Chen membuka sedikit matanya.
Ia melihat kakaknya. Lalu ia melihat dokter Ma.
Dokter Ma mulai hendak menyuntik tangan Yu Chen.
Yu Ching, "Yu Chen."
Setelah menyuntiknya.
Yu Chen mulai tertidur.
Malam itu sang bibi ikut menemani Yu Ching menunggu di samping ranjang Yu Chen.
Yu Yue juga ikut menemani.
Sang kakek sesekali melihat cucunya.
Saat suhu badan Yu Chen masih panas. Ia hanya terus mengigau.
Que San duduk disamping nya sambil mengganti kompres di dahi Yu Chen.
Que San, "Kenapa panasnya belum juga turun-turun?"
Yu Chen perlahan membuka sedikit matanya, dan ia mengigau.
Ia seperti melihat ibunya.
Ia memegang tangan bibinya dengan erat sambil berkata, "Ibu... ibu , Yu Chen sangat merindukan ibu. Ibu... ."
Yu Ching, "Yu Chen.."
Yu Ching melihatnya tidak tega.
Que San pun duduk disamping ranjang Yu Chen dan berkata, "Yu Chen, bibi ada di sini menemanimu. "
Yu Chen terus mengigau.
Malam itu Yu Ching menemani adiknya sampai ia tertidur disamping Yu Chen.
Keesokan harinya, setelah subuh suhu badan Yu Chen mulai turun.
Dan rasa sakit perutnya sudah mulai sembuh.
Ia membuka matanya perlahan.
Ia melihat sekelilingnya, dan ia melihat kakaknya tertidur disampingnya.
Yu Chen perlahan terduduk.
Ia masih sedikit pusing, tapi sudah lebih baik.
Yu Ching terbangun.
Dan ia berkata," Yu Chen... kau sudah sadar? "
Yu Chen, "Kakak"
Yu Ching memegang dahi Yu Chen dengan tangan kanannya.
Dan ia berkata," Syukurlah, panasmu sudah menurun. Semalaman kau terus mengigau karena kau panas sekali. Kakak benar-benar mencemaskanmu Yu Chen."
Yu Chen," Maafkan aku kak, aku sudah merepotkanmu dan membuatmu khawatir. "
Yu Ching, " Yang terpenting sekarang kau sudah tidak apa-apa. Kau masih harus banyak istirahat dan kali ini kau harus dengarkan kakak, kau tidak boleh terlambat untuk makan. Kau harus memperhatikan pola makanmu."
Yu Chen tersenyum.
Yu Ching," Kenapa kau tersenyum? Kakak sedang menasehatimu."
Yu Chen, "Aku selalu suka saat kakak memarahiku seperti ini. "
Yu Ching, "Kau ini. "
Yu Chen memeluk kakaknya dan berkata, "Baiklah, aku mengerti kak."
Yu Ching tersenyum, "Yu Chen, jangan membuat kakak cemas. Tapi tidak apa-apa, kakak akan selalu menjagamu. "
Que San datang dan berkata, "Kalian sudah bangun? Baiklah, Yu Chen kau harus makan bubur hangat ini. dan setelah itu kau harus minum obat. Dan Yu Ching, kau juga harus bersiap-siap untuk ke kantor. Biar bibi yang bergantian menjaga Yu Chen."
Mereka berdua tertawa.
Que San, "Kenapa Kalian tertawa? "
Yu Ching, "Yu Chen, lihat sekarang bibi Que yang cerewet. "
Que San, "Kalian ini."
Yue Yue yang tiba-tiba datang dan berkata," Dan lebih baik, ibu pergi ke boutiq. Biarkan aku yang menjaga Yu Chen."
Sambil Yue Yue mendekati sepupunya dan berkata, "Yu Chen, bagaimana jika hari ini kita pergi jalan-jalan? "
Yu Chen, "Baiklah, itu ide yang bagus. "
Que San menggelengkan kepala,"Kalian berani?!"
Lalu Yu Ching bersiap-siap untuk pergi ke kantor, dan Yue Yue juga harus bertemu dengan klien.
Que San menyuapi Yu Chen.
Yu Chen," Terima kasih bi. Kali ini aku benar-benar merepotkan kalian."
Que San, "Merepotkan? Aku ini adalah bibimu. Sama sekali tidak merepotkan ,Yu Chen. "
Yu Chen menatap bibinya sambil berkata, "Bibi, benar-benar mirip dengan ibu. Semalam aku bermimpi ibu. Ia menemaniku terus bi."
Que San tersenyum, "Dia selalu ada di hatimu Yu Chen. Di hati kita semua. Bibi pun juga akan selalu menemanimu. "
Yu Chen tersenyum," Terima kasih bi. "
Que San, "Kau harus makan yang banyak dan bergizi. "
Yu Chen mengangguk.
Hari hari pun berlalu.
Yu Chen pun mengacuhkan kak Xiao Kang.
Akhirnya Xiao kang mulai marah. Ia merencanakan sesuatu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...