Sister

Sister
Bab 45


__ADS_3

Pagi itu, Yu Ching pergi ke makam ayah dan ibunya. Karena besok ia harus kembali ke Teipei.


Saat sampai dan mau berjalan ke makam ayah dan ibunya, kebetulan Yu Chen juga sedang ada disana.


Yu Chen berdiri lama di depan makam ayah dan ibunya.


Yu Ching terkejut melihat adiknya.


Yu Chen menyadari kedatangan seseorang. Ia pun menoleh dan ternyata adalah kakaknya.


Ia pun berdiri.


"Kakak?" Sapa Yu Chen.


Yu Ching tersenyum, "Kau ada disini juga."


Yu Ching pun mendekat dan meletakkan bunga di depan makam ayah dan ibunya.


Dan berkata, "Besok, aku akan kembali ke Teipei. Karena itu hari ini aku kemari."


Yu Chen hanya diam menatap kakaknya.


Yu Ching, "Sudah lama, kita berdua tidak bersama-sama kemari. Kakak senang akhirnya kita bisa bersama kemari."


Yu Chen tersenyum dan mengangguk, "Kakak benar. Sudah lama sekali. Tapi, walaupun begitu, akhirnya kita bisa bersama lagi kemari. Karena... aku adalah adikmu, dan kau adalah kakakku. Benar bukan?"


Yu Ching menoleh pada adiknya.


Dan ia tersenyum, "Kakak, senang kau masih mau menganggap kakak adalah kakakmu ."


Yu Chen, "Kakak, tentu saja. Bagaimana mungkin aku tidak menganggap kakak adalah kakakku. Selamanya kakak adalah kakakku."


Yu Ching mengangguk.


Tiba-tiba ia memeluk adiknya.


Yu Chen terkejut di pelukan kakaknya.


Ia pun membalas pelukan kakaknya itu.


Rasanya ia begitu rindu dengan pelukan itu, begitu juga sebaliknya dengan Yu Ching.


Di sebuah restoran mungil di kota Shang Hai. Mereka berdua berbincang-bincang.


Yu Ching, "Rasanya, kakak benar-benar tidak menyangka. Selama 6 tahun ini, kami semua sudah mengira bahwa kau sudah meninggal. Sekarang, kau duduk di depan kakak. Makan bersama dengan kakak. Kakak sangat bersyukur, kau masih hidup dan kau baik-baik saja. Kakak bersyukur kita bisa bertemu kembali."


Yu Ching menatap adiknya dengan haru.


Yu Chen tersenyum dan mengangguk, "Kakak."


Yu Ching, "Maafkan kakak , Yu Chen. Dulu kakak sudah salah paham padamu. Kakak membiarkanmu pergi. Bahkan kakak tidak tahu saat itu kau sakit. Pasti susah bagimu untuk menghadapi semua itu. Kakak tidak bisa menjagamu, kakak bukan kakak yang baik."


Yu Chen segera memegang tangan kakaknya dan berkata, "Kakak, jangan berkata seperti itu. Semuanya sudah berlalu. Saat itu aku yakin juga susah bagi kakak untuk menghadapi semua itu. Tapi, bukankah sekarang yang terpenting kita sudah bertemu kembali."


Yu Ching menatap adiknya, "Yu Chen... ."


Yu Chen tersenyum lembut pada kakaknya.


Beberapa saat pesanan mereka datang


.


Sambil makan , Yu Ching bertanya, "Sebenarnya apa yang terjadi padamu selama ini? kenapa waktu itu kau tidak ke New York? Tapi kenapa kau memilih kemari? Dan sekarang bagaimana bisa kau ada di keluarga Li?"


Yu Chen menatap kakaknya.


Yu Chen, "Banyak yang sudah terjadi kak."


Yu Chen berkata lagi, "Aku memilih ke Shanghai, karena di sinilah aku dilahirkan. Di sinilah kita sekeluarga pernah tinggal bersama. Dengan harapan aku ingin memulai semuanya dari awal di sini. Aku sudah menyusahkan kalian. Mengecewakan kalian. Karena itu aku ingin pergi tanpa siapa pun tahu aku berada. Lagipula dokter mengatakan penyakitku hanya bisa disembuhkan dengan operasi pencangkokan jantung. Dan itupun masih harus menunggu donor jantung yang cocok denganku."


Yu Ching mendengarnya sangat sedih.


Yu Chen, "Hari pertama aku kemari, aku tidak menyangka akan bertemu dengan Li Wei. Ia menyelamatkanku dan keluarganya mau menerimaku. Mereka sangat baik kak. Li Wei merawatku bahkan akhirnya Li Wei menemukan donor jantungyang cocok untukku. Beberapa tahun kemudian, ayah Li Wei jatuh sakit. Ia tahu, bahwa ia tidak bisa di sembuhkan lagi. Ia mewariskan resort Shang Ri pada putri keduanya. Ia tahu, bahwa Li Wei tidak menyukai bisnis perhotelan. Ia membiarkan Li Wei berjalan sesuai kesukaannya. Karena itu ia memilih putrinya, Li Xiao Wei. Tapi karena peraturan yang ditentukan bahwa untuk menjadi Presdir putrinya harus berumur 22 tahun, sedangkan saat itu putrinya masih berumur 20 tahun. Sehingga akhirnya, ayah Li Wei mempercayakan Resort Shang Ri padaku dan menunggu sampai putrinya berumur 22 tahun. Dan sambil aku membantu Li Xiao Wei belajar tentang bisnis perhotelan. Hingga waktunya tiba, aku akan menyerahkan padanya tugas presdir." Lanjut Yu Chen.

__ADS_1


Yu Ching, "Keluarga Li sangat baik padamu. Kakak bersyukur, ada mereka yang menjagamu selama ini."


Yu Chen mengangguk.


Yu Ching, "Lalu kenapa selama itu kau tidak menghubungi kakak. Kau bisa menghubungi kami bukan? Kau tahu, kami semua mengira kau sudah meninggal."


Yu Chen, "Aku sudah mendengarnya dari Yue Yue. Maafkan aku kak, masih ada sesuatu yang membuatku untuk tidak bisa menghubungi kalian."


Yu Ching, "Apakah kau masih begitu marah pada kakak?"


Yu Chen, "Kakak, bukan seperti itu. Hanya saja... ."


Yu Chen pun menghentikan kata-katanya.


Yu Chen menatap kakaknya. Ia teringat kata-kata Li Wei, "jika sudah saat kau harus bertemu kakakmu, kau harus melangkah menemuinya. Dan jika sudah saat nya kau bertemu dengan Chong Xiao Kang kau harus berani menghadapinya."


Yu Ching, "Hanya saja?"


Yu Chen, "Maafkan aku kak, aku masih belum bisa mengatakannya padamu. Tapi, suatu saat jika waktunya sudah tepat, aku akan menceritakannya padamu."


Yu Ching, "Yu Chen?"


Yu Chen, "Tidak apa-apa kak."


Yu Ching mengangguk, "Baiklah, tidak apa-apa. Jika nanti kau sudah ingin menceritakannya pada kakak. Kau harus menceritakannya. Dan sekarang yang terpenting kita sudah bertemu kembali."


Yu Chen tersenyum, "Iya kak, terima kasih."


Yu Ching, "Makanlah. Kau harus makan yang banyak dan bergizi. Meskipun kau sudah sehat, tapi kau harus tetap menjaga kesehatanmu."


Yu Chen mengangguk, "Rasanya sudah lama tidak mendengar kakak cerewet padaku."


Yu Ching, "kau ini."


Yu Chen pun makan.


Lalu Yu Ching berkata lagi, "Yu Chen, malam ini menginaplah di vila kita. Kau mau?"


Yu Chen menatap kakaknya.


Malam itu, Liu Jiang dan Que Nan begitu juga Yue Yue senang melihat Yu Chen menginap di vila bersama mereka.


Mereka makan malam sekeluarga. Dan malam itu malam yang sangat menggembirakan buat mereka. Yu Chen merasa kembali lagi seperti dulu.


Yue Yue, "Jika Chen Chen tidak segera kembali ke Teipei bersama Wei Yi. Ia pasti senang bermain denganmu sekarang."


Yu Chen tersenyum, "Chen Chen, anak itu mirip dengan mu Yue Yue. Dan dia begitu menuruti kata-katamu. Dia lucu sekali."


Yu Ching, "Dia senang memanggilmu kakak."


Que Nan, "Padahal bibi sering menceritakan tentangmu padanya."


Yu Chen, "Bukankah itu menyenangkan aku dipanggil kakak."


Mereka tertawa mendengarnya.


Yue Yue menggelengkan kepala, "Aku harus mulai mengajarinya untuk memanggilmu bibi. Seperti ia memanggil kak Yu Ching."


Yu Chen, "Coba saja mengajarinya, ia sudah terbiasa memanggilku kakak." Lagi-lagi semua dibuat tertawa oleh Yu Chen dan Yue Yue.


Yue Yue, "Yu Chen, kau tidak berubah. Tapi seharusnya kau mulai sadar, kau sudah mulai tua. Kau sudah punya keponakan."


Yu Chen, "Aku tidak mau dengar."


Yue Yue, "Tunggu Chen Chen memanggilmu bibi."


Que Nan, "sudah. Kalian mau mulai bertengkar lagi?!"


Yue Yue, "Bibi Yu Chen"


Sambil Yue Yue tertawa mengejek.


Yu Chen, "Yue Yue!"

__ADS_1


Yu Ching dan Liu Jiang tertawa mendengar mereka.


Que Nan menggelengkan kepala, "Sudah lama tidak mendengar mereka bertengkar."


Yu Ching, "Biarkan saja bi."


Malam itu, Yu Chen dan Yu Ching tidur bersama.


Mereka berbincang-bincang lama.


Yu Ching, "Kakak tidak pernah membayangkan akan ada hari ini. Tidur bersama denganmu. Makan malam bersama keluarga. Kakak senang kau kembali Yu Chen dan kau masih hidup."


Yu Chen, "Kakak"


Yu Ching tersenyum sambil menggenggam tangan adiknya, "Kakak tidak akan membiarkanmu pergi lagi Yu Chen. bolehkah kakak untuk masih menjadi kakakmu Yu Chen?"


Yu Chen menatap kakaknya, "Kakak, kenapa kakak bicara seperti itu?"


Yu Ching, "Setelah semua yang sudah pernah kakak lakukan padamu, kakak sudah tidak percaya padamu. Kakak sudah membiarkanmu pergi. Bahkan kakak tidak bisa menjagamu saat kau sedang sakit. Kakak bukan kakak yang baik"


Yu Chen, "Kakak, semua itu sudah berlalu. Kakak tetap kakakku."


Setelah mereka berbincang, perlahan Yu Chen pun tertidur.


Lalu Yu Ching menatap adiknya yang sudah tertidur. Ia mengusap kepala adiknya dengan lembut.


Dalam hati ia berkata, "Aku bersyukur kau masih hidup Yu Chen. Tidurlah. Kakak akan terus ada di sampingmu."


Keesokan harinya, saat bangun.


Yu Chen membuka matanya. Ia melihat disekitarnya. Dan ia melihat kakaknya sudah tidak ada di sampingnya.


Yu Chen pun duduk di tempat tidur, matanya masih terasa berat.


Beberapa saat kemudian Yu Ching datang dan membawa sarapan.


Yu Ching, "Kau sudah bangun? Kakak bawakan sarapan kesukaanmu."


Yu Chen terkejut melihatnya.


Lalu ia makan sarapan itu sambil ditemani kakaknya.


Yu Chen, "Paman dan bibi?"


Yu Ching, "Mereka sedang jalan pagi bersama."


Yu Chen mengangguk, "Yue Yue?"


Yu Ching, "Seperti biasa, dia masih tertidur pulas."


Yu Chen tersenyum.


Yu Chen, "Hari ini kakak akan kembali ke Teipei. Aku akan mengantar kakak"


Yu Ching mengangguk, "Baiklah. Hari ini paman, bibi dan Yue Yue akan ikut kembali bersama ke Teipei."


Yu Chen, "Baiklah, aku akan mengantar kalian."


Yu Ching, "Yu Chen... ."


Yu Chen menatap kakaknya.


Yu Ching, "Kau tidak mau ikut pulang bersama kami?"


Yu Chen menatap kakaknya.


Yu Ching, "Ikutlah pulang bersama kami Yu Chen."


Yu Chen, "Kakak maafkan aku. Aku tidak bisa."


Yu Ching menarik nafas dan mengangguk.


"Baiklah, kakak bisa mengerti. Tapi kakak akan terus menunggumu pulang Yu Chen." Kata Yu Ching.

__ADS_1


Sore itu Yu Chen mengantar keluarganya ke bandara.


...****************...


__ADS_2