Sister

Sister
Bab 10


__ADS_3

Di resort,


Yu Chen melakukan pekerjaannya. Tanpa sengaja Sasa melihat lengannya berdarah.


Sasa mendekati Yu Chen dan berkata, "Yu Chen, lenganmu berdarah. Coba aku lihat tanganmu."


Yu Chen, "Tidak apa-apa. jangan keras-keras. Aku sudah mengobatinya. Jangan khawatir. Bantu aku merapikan tempat ini."


Sasa, "Tapi Yu Chen... ."


Yu Chen menyerahkan wewangian di tangan Sasa.


Sasa berkata dalam hati, "Maafkan aku Yu Chen. Kau sampai terluka seperti ini. "


Yu Ching yang sedang bersama Mo Bei, Xiao Kang dan beberapa klien sedang berjalan untuk masuk ke kantor.


Ia melihat Yu Chen sedang merapikan lobi dan membawa beberapa wewangian.


lalu Yu Chen meminta tolong pelayan yang membantunya membawakan beberapa bunga.


Yu Chen," Kau taruh saja di sana. Lalu wewangian ini letakkan disana saja. Sasa, biar aku letakkan wewangian ini di sana."


Yu Chen tersenyum dan mengangguk.


Lalu Yu Chen mengambil 1 keranjang bunga dengan tangannya, dan Yu Ching melihat tangan kanan Yu Chen lengan bajunya seperti merah berdarah.


Yu Ching berhenti dan melihatnya. Xiao Kang dan Mo Bei melihat ke arah mata Yu Ching sedang melihat.


Mo Bei tahu itu.


Dan Xiao Kang hanya diam saja.


Lalu Yu Ching berjalan dan memanggil seorang pelayan.


Dan berkata, "Kau bantu nona Xu untuk mengangkat keranjang itu. "


Lalu seorang pelayan membantu membawa keranjang yang hendak di ambil Yu Chen.


Yu Chen terkejut.


Ia segera menutupi lengannya.


Dan ia membungkukan kepala.


Lalu Yu Ching pun berjalan lagi bersama yang lainnya.


Yu Chen menatap mereka pergi.


dan Xiao Kang juga menoleh.


Yu Chen berharap Xiao Kang melihatnya.


tapi Xiao Kang pun menoleh lagi dan mengacuhkan Yu Chen.


Yu Chen menundukkan kepala.


Lalu ia kembali merapikan lagi.


Sementara itu Sang Paman memanggil Yu Chen di ruang kerjanya.


Yu Chen duduk di sofa dekat meja kerja pamannya.


Sang paman menyusul dan duduk. 


Yu Chen, "Ada apa paman memanggilku?"


Sang Paman," Bagaimana pekerjaan mu di resort ini? Apakah semakin sibuk? "


Yu Chen tersenyum," Tidak paman. "


Sang paman, "Karena dulu kau sudah pernah membantu resort kita di Shang Hai, jadi  sudah terbiasa bagimu bukan?"


Yu Chen tersenyum, "Paman, aku masih harus banyak belajar di sini. "


Sang Paman tersenyum lembut.


Lalu ia menghela napas dan berkata, "Yu Chen, paman memanggilmu kemari. Karena ada yang ingin paman tawarkan padamu."


Yu Chen," Paman ingin tawarkan apa padaku?"


Sang Paman berkata, "Begini, paman akan mengirimmu ke New York untuk Kuliah lagi dibidang bisnis resort seperti kakakmu."


Yu Chen, "Ke New York? Kuliah lagi? "


Sang Paman pun berdiri sambil berjalan mendekat ke jendela dan melihat pemandangan dari jendela sambil berkata, "Yu Chen... paman mendengar tentang gosip yang tersebar mengenai kedekatanmu dengan Mo Bei. Paman percaya padamu, kau tidak akan melakukan hal seperti itu. Hanya, paman harap kau mengerti. Paman hanya ingin menjaga hubunganmu dengan kakakmu. Begitu juga hubunganmu dengan Xiao Kang. "


Yu Chen terkejut mendengarnya, "Paman... ."

__ADS_1


Sang Paman berkata lagi sambil menoleh dan berkata," Lagipula paman rasa kau juga perlu untuk mempelajari di bidang bisnis perhotelan. Paman harap kau bisa mengerti maksud paman Yu Chen. "


Yu Chen menatap pamannya.


Ia berpikir belakangan ini pun kakaknya terlihat berbeda.


Meski kakaknya pernah mengatakan padanya bahwa sang kakak percaya padanya.


Tapi ia tahu, sang kakak pun pasti juga memikirkan gosip yang tersebar itu, dan lagipula ia harus menjaga perasaan kakaknya.


Lalu ia berusaha untuk kuat dan menahan air matanya,


ia berkata, "Aku bisa mengerti maksud baik paman. Baiklah paman. Aku setuju untuk kuliah di New York."


Sang Paman melihat keponakannya lalu berkata," Baiklah. Paman akan mengurus semua nya. Terima Kasih Yu Chen kau mengerti maksud paman. "


Yu Chen berusaha tersenyum dan ia berdiri lalu berkata," Kalau begitu aku harus kembali bekerja lagi paman, masih banyak kamar yang menunggu untukku dekor. "


Sang Paman mengangguk, "Baiklah. Kembalilah bekerja."


Yu Chen berjalan hendak keluar.


Sang Paman berkata lagi, "Yu Chen maafkan paman. Ini untuk kebaikan kalian berdua."


Yu Chen menoleh dan tersenyum, "Paman, aku bisa mengerti. Paman tidak perlu minta maaf."


Lalu Yu Chen berjalan keluar.


Ia berlari sampai di taman belakang resort.


Ia meneteskan air mata.


Setelah Yu Ching menyelesaikan rapat dengan beberapa kliennya.


Yu Ching masih ada di ruang kerjanya dan berdiri di dekat jendela melihat ke arah pemandangan.


Ia melihat Yu Chen berdiri di taman. Adiknya terlihat seperti sedih sekali. Begitu lama ia berdiri di sana.


Lalu Mo Bei datang dan mengetuk pintu.


Yu Ching," Masuk. "


Mo Bei masuk dan berkata, "Kau belum pulang?"


Yu Ching, "Sebentar lagi aku akan pulang. Aku menungu Yue Yue. Katanya ia akan datang menjemputku."


Mo Bei mengangguk, "Baiklah jika begitu."


Mo Bei menatap Yu Ching.


Yu Ching lalu berkata lagi, "Mo Bei, apakah kau tahu mengenai kejadian tempo hari di lobi yang hampir melukai tamu kita. Apakah ada karyawan kita yang terluka? "


Mo Bei menatap Yu Ching, lalu ia berkata, "Kau benar. Memang ada karyawan kita yang terluka. Aku pikir kau sudah tahu, bukankah Yu Chen yang terluka."


Yu Ching terkejut," Yu Chen?! maksudmu Yu Chen adalah karyawan kita yang terluka? ”


Mo Bei mengangguk dan berkata, "Aku pikir kau tahu. Tangan Yu Chen terluka saat ia menolong seorang anak kecil yang hampir tertimpa rangkaian bunga. Yue Yue mengantarnya ke klinik kesehatan untuk diobati. Yue Yue tidak memberitahumu?"


Yu Ching menggelengkan kepala, "Aku sama sekali tidak tahu. "


Yu Ching duduk dan berkata, "Aku sudah salah. Aku sudah memarahi Yu Chen karena kejadian itu. "


Mo Bei mendekati Yu Ching," Sudahlah tidak apa-apa. Kau tidak salah. Karena kau tidak tahu. Itu hanya karena salah paham saja. Aku yakin Yu Chen pasti memahaminya. Jangan merasa bersalah seperti itu Yu Ching."


Malam itu , seperti biasa mereka makan malam bersama.


Semuanya ada saat itu.


Que Nan, "Besok, bibi ingin setelah kalian berdua pulang kerja, mampirlah ke boutiqe bibi. Ada beberapa desain baru yang sudah bibi selesaikan, bibi ingin kalian mencobanya. Kau juga Yue Yue, kau harus ke boutiqe ibu, sekalian menjemput ibu."


Yue Yue, "Baiklah bu, aku mengerti. "


Que Nan, " Kalian berdua juga jangan lupa, dan jangan pulang malam. "


Yu Chen, "Iya bi aku akan datang bersama Yue Yue."


Yu Chen tersenyum menatap Yue Yue.


Yue Yue menggelengkan kepala dan meghela napas.


Sang Paman tiba-tiba berkata, "Yu Chen, paman sudah mengurus semua mengenai kuliah di New York.


Dan paman sudah meminta teman baik paman di New York untuk mengurus semua tempat tinggalmu disana nanti. ”


Yu Chen terkejut mendengarnya.


Begitu juga yang lainnya.

__ADS_1


Sang kakek menghela napas.


Tapi dia hanya diam saja.


Yu Chen berkata," Baiklah paman, aku mengerti, terima kasih."


Semuanya pun ikut terkejut mendengarnya.


Yue Yue , "Yu Chen, kau mau kuliah ke New York?! Kenapa tiba-tiba ?"


Yu Chen, "Tidak apa-apa. Lagipula, aku ingin mempelajari bisnis perhotelan. Masih banyak yang perlu aku pelajari tentang  perhotelan, benar bukan kek?"


Sang kakek hanya tersenyum dan mengangguk.


Sang bibi berkata," Tapi tidak perlu di New York bukan? Di Teipei juga ada banyak Universitas terbaik. Kau belum lama kembali di Teipei. "


Yu Chen berusaha untuk tersenyum


dan berkata, "Bibi, Yu Chen ingin sekali kuliah di New York. Ini kesempatan terbaik dari tawaran paman buatku. Lagipula, nantinya aku bisa banyak membantu di Resort."


Yu Ching tiba-tiba berkata, "Kakak tidak setuju jika harus kuliah di New York. Benar kata bibi, di Teipei juga ada banyak Universitas terbaik, kakak akan mencarikan Universitas terbaik untukmu di sini. Jadi kau tidak perlu ke New York. "


Yu Chen terkejut mendengarnya, "Tapi kak, aku tahu di sini masih ada banyak Universitas terbaik , tapi aku juga ingin kuliah di New York apalagi ini adalah kesempatan buatku. "


Yu Ching menatap adiknya dan berkata, "Yu Chen, tapi maafkan kakak. Kakak tetap tidak setuju kau kuliah di New York. "


Yu Ching menatap pamannya dan berkata, "Maafkan aku paman, aku akan mencarikan Universitas terbaik untuk Yu Chen di Teipei. Tidak perlu sampai di New York. "


Yu Chen," Kakak... .”


Yu Ching menatap Adiknya dengan tegas, "Kakak bilang tidak setuju, tetap tidak Yu Chen."


Lalu Yu Ching pun berdiri dari kursinya dan berkata, "Maaf. Aku sudah kenyang. Kalian lanjutkan saja makan malamnya."


Lalu Yu Ching pun pergi menuju kamarnya.


Yu Chen, "Kakak... ."


Semua terlihat bingung dan terkejut.


Yu Chen," Biar aku saja yang mendekati kakak. Kalian lanjutkan makan malamnya. "


Yu Chen berdiri dan segera berjalan ke kamar kakaknya.


Sang Paman menghela napas.


Que Nan, "Aku tidak mengerti kenapa harus kuliah di New York? Itu tawaranmu Liu Jiang? "


Liu Jiang hanya diam.


Yu Chen mengetuk pintu kakaknya dan pelan ia membuka pintu kamar kakaknya.


Sang kakak hanya berdiri saja di depan jendela kamarnya.


Yu Chen, "Kakak... ."


ia berjalan mendekati kakaknya.


Yu Ching," Kau ingin membujuk kakak? Kakak tetap tidak akan setuju."


Yu Chen," Kakak, maafkan aku, tapi ini adalah keputusanku. Jadi aku mohon kakak menyetujuinya."


Yu Chen menoleh dan menatap adiknya," Benarkah kau yang ingin sendiri kuliah di New York? Benarkah ini keputusanmu?"


Yu Chen pun tidak berani menatap mata kakaknya dan ia berkata," Benar kak. Aku memang ingin kuliah di New York dan ini keputusanku."


Yu Ching," Yu Chen , kakak ingin kau menjawab sambil menatap kakak. Benarkah ini keputusanmu sendiri?"


Yu Chen hanya diam.


Yu Ching, "YuChen, kakak ingin kau menatap wajah kakak."


Yu Chen pun menatap kakaknya dan perlahan ia menjawab, "Ya , ini adalah keputusanku sendiri kak. "


Yu Ching menggelengkan kepala," Bukan, kakak tahu ini bukan keinginanmu. Kau tidak bisa berbohong pada kakak, Yu Chen."


Yu Ching menarik nafas, lalu ia berkata lagi, "Maafkan kakak. Kakak sudah bersalah memarahimu. Kakak tidak tahu bahwa kau sudah terluka demi menolong tamu kita."


Yu Chen menatap kakaknya  lalu ia berkata pelan, "Kakak, jika seandainya aku tidak menolong tamu kita dan terluka, apakah kakak tetap marah padaku? "


Yu Ching," Yu Chen... ."


Yu Chen tersenyum, "Sudahlah kak. Tidak apa-apa. Aku bisa mengerti. Kakak jangan merasa bersalah seperti itu."


Lalu Yu Chen berjalan keluar dan masuk ke kamarnya.


Yu Ching menatap adiknya pergi dan menghela napas.

__ADS_1


Ia merasa bersalah dalam hal ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2