
Keesokan harinya,
Yu Chen membantu bibinya merapikan rumah. seharian dia menemani bibinya di rumah. Membereskan semua rumah.
Lalu malam itu, saat masak didapur.
Yu Chen yang baru saja turun dari kamarnya, ia melihat bibinya dan bibi Li sedang sibuk memasak untuk makan malam.
Yu Chen pun ikut membantu," Biar ku bantu."
Que San, "Baiklah, kau bantu bibi mengupas bawang merah di sini."
Yu Chen mengangguk, " Okey. "
Yu Chen duduk dan mengupas bawang merah. Sambil ia mengamati bibinya memasak, dan mengamati sekitarnya.
Ia benar-benar merasa sulit untuk pergi, dan yang ia takutkan mungkin akan pergi selamanya.
Tanpa diduga ia meneteskan air mata.
Que San menoleh dan melihat keponakannya menangis.
ia mendekat, "Lihat kau ini, kau menangis karena mengupas bawang merah.
kau harus hati-hati saat mengupas bawang merah. lain kali kau harus banyak belajar memasak dengan bibi."
Yu Chen berusaha tersenyum, "Benar, aku sepertinya tidak bisa memasak seperti bibi. Mengupas bawang merah saja, aku sampai menangis. "
Que San menatap wajah keponakannya, ia bisa membedakan mana air mata karena menangis dan mana air mata karena bawang merah.
Yu Chen, "Baiklah bi, lebih baik aku membersihkan mukaku dulu. aku tidak mau mengganggu bibi memasak."
Yu Chen segera pergi.
Que San menatapnya dan ia mengikuti keponakannya.
ia melihat keponakannya duduk ditaman sambil menangis.
Que San mendekati Yu Chen,
dan ia memegang pundak keponakannya sambil berkata, "Yu Chen."
Yu Chen terkejut dengan kedatangan bibinya, ia menoleh dan segera menghapus airmatanya.
Yu Chen," Susah sekali menghentikan air mata ini bi, bawang merah itu benar-benar membuatku terus mengeluarkan air mata. Aku jadi malu pada bibi, aku tidak bisa memasak seperti bibi."
Que San, "Yu Chen, bibi tahu kau menangis."
Yu Chen, "Tentu saja tidak bi, bagaimana mungkin aku menangis. "
Que San, "Yu Chen, jangan berbohong pada bibi. Bibi mengerti kau Yu Chen."
Yu Chen terdiam.
lalu Que San berkata," Yu Chen, jika kau tidak ingin pergi, tidak usah pergi ke New York."
Yu Chen menatap bibinya dan ia berkata, "Bibi, aku jadi seperti anak kecil saja. "
Yu Chen menghapus air matanya dan tersenyum sambil berkata," Aku hanya kuliah saja dinew York bi. Lagipula tidak akan lama bukan? Aku menangis karena aku sangat menyayangi bibi."
Yu Chen bersandar pada bibinya.
Que San, "Kau ini. Selamanya kau adalah keponakan bibi yang sangat bibi sayangi. Kau, kakakmu, dan Yue Yue, sangat berarti buat bibi."
Yu Chen tersenyum mengangguk.
Beberapa saat Yue Yue datang dan berkata, "Baiklah baiklah. Ibu sekarang harus segera masak. Biar aku yang menemaninya. Jika ibu terus ada disini, kita semua bisa bisa tidak makan malam ."
Que San menggelengkan kepala, "Baiklah, aku ke dapur dulu. "
Lalu Que San pergi ke dapur.
Yue Yue bergantian duduk disamping Yu Chen sambil berkata, "Aku tadi tidak sengaja mendengar perkataan kalian. Yu Chen, aku sama seperti ibu. Jika kau tidak ingin pergi, tidak perlu pergi bukan?"
Yu Chen menatap Yue Yue, "Semudah itu kau bicara?"
Yue Yue, "Tentu saja. Kaupun juga bisa melakukan semudah itu."
Yu Chen," Yue Yue."
Yu Chen menghela napas.
Dan berkata, "Aku hanya merasa susah sekali meninggalkan kalian. Jika aku benar benar tidak bisa kembali..."
Yue Yue menyukai," Kau ini bicara apa?! Tentu saja kau pasti akan kembali. Bukankah kau hanya kuliah di New York dank au akan segera kembali. "
Yu Chen menatap sepupunya, dan ia berkata, "Baiklah. Lebih baik kita segera masuk. "
Saat Yu Chen hendak berdiri, tiba-tiba dadanya terasa sakit.
Ia terduduk lagi, sambil tangan kanannya memegangi dadanya.
Napasnya terengah- engah.
Yue Yue terkejut dan segera memegangi Yu Chen dan berkata," Yu Chen?! Kau tidak apa-apa? "
Yu Chen menggelengkan kepala sambil terengah engah ia berkata," Aku tidak apa-apa..."
Yue Yue, "Tunggu dulu disini, biar aku ambilkan obatmu sebentar."
Yue Yue hendak berdiri, tapi Yu Chen memegangi tangan sepupunya dan berkata, "Jangan pergi Yue Yue. Temani aku saja. Aku tidak apa-apa. "
Yue Yue," Tapi Yu Chen, kau..."
Yu Chen menyaut dan menggoda sepupunya," Duduklah. Jika kau pergi, aku takut aku tidak bisa melihatmu lagi, bagaimana?"
Yue Yue akhirnya duduk dan memegangi Yu Chen. Sambil Yu Chen bersandar dipundak Yue Yue, beberapa saat nafasnya pun mulai teratur dan membaik.
Yue Yue masih sangat khawatir saat itu.
Yu Chen berkata pelan, "Yue Yue, kau tahu. Setiap penyakitku kambuh, aku merasa seakan akan itu adalah hari terakhir ku. Karenanya, aku ingin kau selalu ada menemaniku. "
Yue Yue meneteskan air mata mendengarnya, "Yu Chen jangan membuatku menangis. "
Yu Chen , "bukankah kau suster yang akan selalu menjagaku. "
Yue Yue," Yu Chen."
Yu Chen, "Jangan menangis. Kau ingin membuat orang rumah khawatir?"
Tanpa diduga hal itu dilihat oleh Yu Ching yang baru saja pulang.
ia sempat melihat Yu Chen saat kesakitan.
Ia jadi sedikit curiga.
__ADS_1
Karena belakangan ini ia sering melihat Yu Chen kesakitan dan memegang dadanya.
Malam itu mereka sekeluarga makan malam bersama.
Yu Chen begitu menikmati malam itu.
Karena setelah itu ia harus pergi.
Ia berusaha menahan kesedihannya.
Que San ," Besok kau akan ke New York. Kau harus ingat untuk jaga kesehatan dan pola makanmu kau mengerti ?"
Yu Chen tersenyum dan mengangguk sambil berkata, "Baiklah bi. Aku mengerti. "
Sang kakek berkata, "Belajarlah dengan baik di sana."
Yu Chen mengangguk, "Baiklah kek."
Yu Ching hanya diam saja saat itu.
sebenarnya dia juga tidak ingin adiknya pergi.
Yu Chen menatap kakaknya.
Dan menatap satu per satu keluarganya. Semuanya tidak memperhatikan hal itu.
Yu Chen akhirnya membuka mulutnya," Sebenarnya malam ini..."
Semuanya menghentikan makan mereka.
sekejap mereka menatap Yu Chen.
Lalu Yu Chen memberanikan diri melanjutkan kata katanya," Aku ingin minta maaf, atas segala hal yang terjadi belakangan ini. Aku sudah membuat banyak masalah, dan sudah membuat malu nama baik keluarga kita. aku sudah banyak merepotkan kakek, paman dan bibi, bahkan juga kakak."
Semuanya pun terkejut mendengarnya.
Yu Chen berusaha untuk tidak menangis.
Ia berkata lagi," Dan Sebenarnya selama ini aku ingin mengatakan, bahwa aku sangat bangga dan bersyukur menjadi bagian keluarga ini. tapi sungguh maafkan aku, kali ini aku benar-benar sudah merepotkan kalian."
Que San menatap keponakannya dan berkata, "Yu Chen."
Yu Chen tersenyum dan berkata, "Besok, aku akan pergi ke New York. Kakek dan paman tenang saja. Aku akan berlajar dengan baik. Aku... berharap semuanya akan segera berlalu dan semuanya kembali membaik."
Yue Yue pun berusaha menahan air matanya, ia merasakan Yu Chen seakan akan hendak mengucapkan perpisahan dan pergi jauh.
Ia segera berkata," Baiklah-baiklah. Sekarang kita lanjutkan makan malamnya. Malam ini ibu sudah membuat makanan yang lezat buat kita. Yu Chen kau jangan terus berpidato. Nanti kau bisa belajar pidato saat kuliah di New York."
Semuanya tersenyum, dan Que San menggelengkan kepala.
Que San, "Yue Yue. Kau ini."
Lalu mereka melanjutkan makan malam.
Yu Chen diam dan makan.
Yue Yue menatap Yu Chen.
Ia menghela napas.
Yu Ching tidak menyangka dengan perkataan adiknya.
Sebenarnya Yu Chen hanya melanjutkan kuliah saja dan tidak akan lama.
Tapi, Yu Ching merasa aneh dengan kata kata adiknya.
Malam hari Yu Chen membawakan kopi hangat untuk pamannya yang masih membaca beberapa laporan di ruang kerjanya.
Yu Chen," Minumlah selagi hangat Paman."
Sang paman melihat Yu Chen terkejut.
Yu Chen memang sering memperhatikan setiap keluarganya.
Hanya saja kali ini Liu Jiang merasa bersalah pada keponakannya karena harus menyuruh keponakannya sekolah ke New York.
Yu Chen tersenyum, "Baiklah paman, Yu Chen tidak akan mengganggumu. Selamat malam."
Yu Chen berjalan hendak keluar ruangan.
Sang Paman berkata," Terimakasih Yu Chen."
Yu Chen menoleh dan ia mengangguk sambil tersenyum.
Sang Paman menghela napas.
Lalu Yu Chen berjalan kekamarnya.
Di kamarnya ia meminum obatnya.
Tapi malam itu ia tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Ia keluar kamarnya dan duduk di kursi meja makan sambil tangannya memegang gelas berisi air.
Lama sekali ia duduk di ruang makan.
Yu Ching yang tanpa diduga hendak mengambil minum, sebelum ia menyalakan lampu ruang makan, ia sempat dari kejauhan melihat Yu Chen duduk di kursi meja makan.
Yu Ching menatap adiknya cukup lama.
Setelah cukup lama berdiri melihat adiknya, iapun kembali ke kamarnya.
Keesokan harinya, akhirnya Yu Chen harus berangkat ke New York.
Yue Yue dan Wei Yi yang akan mengantarnya sampai ke bandara.
Sebelum berangkat, Yu Chen membawa 1 koper yang tidak cukup besar.
Dan juga tas yang ia bawa sendiri.
Ia melihat kamar kakaknya.
Dan berjalan didepan pintu kamar kakaknya. Tangannya hendak mengetuk pintu kakaknya, tapi iapun mengurungkan niatnya.
Ia tahu percuma saja ia berpamitan dengan kakaknya, saat ini orang yang paling tidak ingin ditemui kakaknya adalah dia.
Lalu ia meletakkan sebuah syal rajutan yang lembut berwarna putih kesukaan kakaknya di pegangan pintu kamar kakaknya.
Sempat ia sebutir airmatanya mengalir dipipinya, ia segera menyekanya.
ia meletakkan hiasan bintang di bawah depan pintu kamar kakaknya.
Ia berkata dalam hati, "Aku berharap kita bisa bertemu kembali kak. Dan saat itu kakak tidak membenciku lagi. Kakak, aku akan sangat merindukanmu. Aku selalu mendoakanmu bahagia kak."
Ia berkata lagi, "Aku ...tidak tahu harus mengatakan sampai jumpa atau selamat tinggal kak. Karena aku tidak tahu apakah setelah ini kita bisa bertemu kembali. kakak, jagalah dirimu baik- baik."
__ADS_1
Lalu Yu Chen pun berjalan turun.
Dan ia memeluk bibinya," Bibi aku akan sangat merindukan mu dan merindukan masakanmu."
Sang bibi, "Ingat, kau harus menjaga dirimu baik baik. Dan kau harus sering sering menghubungi kami disini."
Yu Chen mengangguk," Baiklah bi. Bibi juga jaga diri baik-baik."
Lalu ia memegang tangan kakeknya," Kakek jaga diri kakek baik-baik. Jaga kesehatan kakek."
Sang kakek mengangguk, "Pergilah, dan segera selesaikan kuliahmu dengan baik. Kami semua menunggumu kembali."
Yu Chen berusaha tersenyum mengangguk.
Ia menoleh pada pamannya dan berkata, "Paman terima kasih, jaga diri paman baik-baik."
Sang Paman mengangguk, "Kau juga jaga dirimu baik-baik."
Yu Chen tersenyum.
Lalu ia berjalan keluar dari rumah.
Sebelum ia masuk ke mobil, ia menoleh menatap rumahnya.
Yu Ching ternyata melihatnya dari jendela kamar. Yu Ching menghela napas.
Yu Chen masuk ke mobil.
Dan ia pergi.
Ia menahan air matanya.
Ia benar-benar tidak ingin pergi.
Yu Ching keluar dari kamarnya.
Dan ia begitu terkejut melihat syal putih dan hiasan bintang.
Yu Ching berkata dalam hati," Yu Chen..."
Sampai dibandara.
Yue Yue dan Wei Yi mengantar sampai ke tempat ruang tunggu.
Beberapa menit sebelum diumumkan keberangkatan.
Yue Yue memberikan sebuah coklat kesukaan Yu Chen.
Yu Chen berkata pada Yue Yue," Kau ingin membuatku gemuk?"
Yue Yue tersenyum," Tentu saja."
Yu Chen tertawa.
Yue Yue, "Yu Chen, kau ingat janjimu, sampai di New York kau segeralah temui dokter yang direkomendasikan Wei Yi . Dan kau harus menjaga kesehatanmu. Kau harus bertahan untuk kami."
Yu Chen mengangguk , "Baiklah, aku mengerti."
Yu Chen memeluk Yue Yue.
Yue Yue meneteskan air mata.
Yu Chen pun ikut meneteskan airmata sambil berkata, "Yue Yue. Berjanjilah, untuk menjaga kakek, kakak dan juga ayah ibumu dengan baik."
Yue Yue hanya mengangguk karena tidak bisa menahan airmatanya.
Yu Chen, "Berjanjilah jangan buat kakak kesepian."
Yue Yue," Yu Chen..."
Yu Chen," Yue Yue, terima kasih buat segalanya. Terima kasih Yue Yue, aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu."
Wei Yi memegang pundak Yue Yue.
Lalu Yue Yue melepaskan pelukannya.
Yu Ching menatap ke Wei Yi ," Wei Yi, kau harus membuat Yue Yue bahagia. Dia akan menjadi suster yang baik untukmu juga."
Wei Yi mengangguk," Aku pasti akan membuatnya bahagia."
Yu Chen mengangguk.
Lalu Yu Chen memberikan sebuah amplop coklat besar dan sedikit tebal pada Yue Yue.
Yu Chen," Yue Yue, ini untukmu. Bukalah nanti saat dirumah. Aku tahu ini tidak akan sebanding dengan segala kebaikanmu selama ini padaku. Tapi aku berharap ini bisa berguna untukmu dan kau menyukainya."
Yue Yue, "Yu Chen... apa ini?"
Yu Chen, "Kau akan tahu nanti. baiklah, aku harus segera berangkat."
Yue Yue masih memegang tangan Yu Chen dan berkata, "Jaga dirimu baik-baik Yu Chen."
Yu Chen mengangguk.
Lalu ia pun melepaskan tangan Yue Yue.
Yue Yue, sebenarnya tidak ingin membiarkan Yu Chen pergi.
Yu Chen tersenyum dan ia berjalan masuk.
Tanpa diduga Sasa berada di bandara, ia hanya melihat Yu Chen sahabatnya.
Lalu ia berjalan keluar dari bandara sambil mengirim sms pada sahabatnya.
Ia berjalan keluar dari bandara sambil meneteskan airmata.
Yu Chen menerima sms dari Sasa, dan mengatakan ," Yu chen. Maafkan aku, aku tidak bisa mengantarmu. Dan maafkan atas segala perbuatanku padamu. Aku benar-benar bukan sahabat yang baik untukmu. Tapi aku tidak menyangka, kau masih selalu baik padaku. Yu Chen. Kau harus menjaga dirimu baik-baik. Aku tahu kau sedang sakit. Kau harus bertahan untuk kami. Yu Chen aku menunggumu kembali. dan saat kau kembali, aku berharap semuanya sudah baik-baik saja, dan sudah berlalu. Dan kita masih bisa bersama sama seperti dulu. Kau , aku dan Yue Yue. Aku hanya ingin mengatakan padamu, aku menyayangimu sebagai sahabatmu Yu Chen."
Yu Chen meneteskan airmata.
Yue Yue melihat sepupunya sampai berjalan masuk.
Akhirnya Wei Yi pun memegang pundak Fei Yang dan berkata, "Jangan khawatir. Yu Chen pasti akan baik-baik saja."
Yue Yue berkata," Kenapa aku merasa seakan Yu Chen tidak akan kembali. aku benar-benar tidak suka perasaan seperti ini Wei Yi."
Wei Yi," Yue Yue, kau harus yakin bahwa Yu Chen akan baik-baik saja dan akan segera kembali."
Yue Yue menoleh pada Wei Yi, lalu Yue Yue pun memeluk Wei Yi.
Wei Yi menghela napas," Baiklah, kita lebih baik kembali."
Yue Yue mengangguk.
Merekapun pergi.
__ADS_1
...****************...